Temui Massa, Bupati Gowa Bantah Copot 16 Pejabat, Husniah: Hanya 7 Orang

- Sitti Husniah Talenrang menemui ratusan massa di Kantor Bupati Gowa dan membantah isu pencopotan 16 kepala OPD.
- Husniah menyatakan tujuh orang, termasuk Sekda Gowa Andi Azis Peter, dibebastugaskan sementara dari jabatan mereka.
- Sejumlah pejabat memprotes kebijakan tersebut, sementara situasi aksi memanas hingga Husniah meninggalkan lokasi.
Makassar, IDN Times - Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang sempat menemui ratusan massa yang berunjuk rasa dan mengepung Kantor Bupati Gowa di Jalan Masjid Raya, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (24/8/2026).
Dalam kesempatan itu, Husniah Talenrang menyampaikan klarifikasi terkait beredarnya isu pencopotan 16 kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dia membantah telah menonjobkan 16 OPD.
1. Minta massa tidak termakan isu

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang dikawal ketat aparat kepolisian di tengah aksi demosntrasi massa di Kantor Bupati Gowa, Sungguminasa, Senin (24/8/2026). IDN Times/Darsil Yahya Menurutnya, hanya tujuh orang yang dibebastugaskan sementara dari jabatannya, salah satunya Sekretaris Daerah (Sekda) Gowa, Andi Azis Peter.
"Semuanya berjumlah tujuh, tidak ada 16 orang. Isu dari mana? Jangan termakan isu di luar sana. Ketujuh orang itu adalah Sekretaris Daerah," kata Husniah yang dijaga ketat aparat kepolisian yang membawa tameng.
Mendengar pernyataan Bupati Gowa, massa sontak berteriak dan berusaha mendorong barikade polisi yang menjaga Husniah Talenrang. Mereka juga mencoba mempertemukan Bupati Gowa dengan Sekda Andi Azis Peter.
"Hu... bale-balei, alasangko," teriak massa kepada Bupati Gowa.
2. Bupati sebut pembebastugasan beda dengan nonjob

Massa saat berusaha mendorong barikade polisi yang menjaga Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang di Kantor Bupati Gowa, Senin (24/8/2026). IDN Times / Istimewa Husniah kemudian kembali menjelaskan alasan pembebastugasan tersebut. Menurutnya, hal itu merupakan evaluasi yang biasa terjadi di tubuh pemerintahan.
"ASN lingkup Pemkab Gowa yang tentunya telah kami evaluasi. Pembebastugasan itu beda dengan nonjob," ujarnya.
Tak lama kemudian, Husniah meninggalkan lokasi aksi karena massa mulai ricuh dan terlibat saling dorong dengan aparat kepolisian.
Setelah Husniah meninggalkan lokasi, Sekda Gowa Andi Azis Peter, Sekwan DPRD Gowa Andi Idil Hafid, Kepala BPKAD Gowa Mahmud, dan Kepala BKPSDM Gowa Indra Said kemudian menyampaikan pendapatnya kepada massa aksi.
3. OPD yang dicopot dinilai cacat prosedur

Sekwan DPRD Gowa Andi Idil Hafid saat memprotes kebijakan Bupati Gowa yang menonaktifkan sejumlah OPD di Kantor Bupati Gowa, Senin (24/8/2026). IDN Times / Darsil Yahya Indra Said menjelaskan, pemberhentian sementara yang dilakukan oleh Bupati Gowa dinilai tidak sesuai aturan dan cacat prosedur.
"Penunjukan pejabat pengganti yang dilakukan Bupati tidak sesuai prosedur karena jabatan kami tidak berhalangan tetap dan masih definitif," ucap Indra Said di atas mobil komando.
"Dan itu seharusnya dilakukan penunjukan pelaksana harian. Jadi, saya harap kepada semua pihak menggugat dan mempersoalkan permasalahan administrasi penonaktifan ini," lanjutnya.
Sementara Andi Idil Hafid memprotes kebijakan Bupati Gowa yang menonaktifkan sejumlah OPD. Menurutnya, tindakan itu memaksa mereka untuk tidak loyal lagi kepada Husniah.
"Ibu Bupati jangan mengajari kami untuk tidak loyal. Kami ini pejabat karier sudah 32 tahun. Kami loyal kepada Ibu, tetapi jangan justru Ibu yang mengajari kami untuk tidak loyal. Berhentikan kami kalau kami salah, kami tidak gila jabatan," tandasnya.


















