11 Ribu Guru PPPK Sulsel Menanti Kepastian Status Pegawai Pusat

- Pemprov Sulsel masih menunggu regulasi tertulis pemerintah pusat soal pengalihan guru PPPK daerah menjadi pegawai pusat, sehingga jumlah yang terdampak belum dapat dipastikan.
- Di bawah kewenangan Disdik Sulsel, terdapat 15.118 PPPK pendidikan: 13.682 penuh waktu dan 1.436 paruh waktu; guru PPPK penuh waktu berjumlah lebih dari 11 ribu.
- Disdik Sulsel memperbarui kebutuhan guru setiap bulan berdasarkan kondisi sekolah, rombel, siswa, dan mata pelajaran; kekurangan guru BK menjadi salah satu yang menonjol.
Makassar, IDN Times - Pengalihan guru PPPK daerah menjadi pegawai pemerintah pusat turut menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Namun mereka masih harus menunggu kepastian dari kebijakan tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Iqbal Najamuddin mengatakan hingga kini belum ada regulasi tertulis dari pemerintah pusat terkait pengalihan status guru PPPK. Karena itu, pihaknya belum dapat memastikan jumlah guru yang nantinya akan beralih menjadi pegawai pemerintah pusat.
"Selama ini belum ada yang terkait dengan hal itu," kata Iqbal saat diwawancarai IDN Times melalui telepon, Senin (24/8/2026).
1. Ada 11 ribu lebih guru PPPK penuh waktu di Sulsel

Ilustrasi PPPK Iqbal menyebut jumlah guru PPPK penuh waktu di Sulsel yang berada dalam kewenangan Disdik, yakni jenjang SMA, SMK, dan SLB, mencapai lebih dari 11 ribu orang. Sementara itu, terdapat sekitar 800 guru yang berstatus PPPK paruh waktu.
Selain guru, terdapat tenaga kependidikan (tendik) yang juga berstatus PPPK. Jumlah tendik PPPK penuh waktu mencapai lebih dari 2.000 orang dan PPPK paruh waktu lebih dari 600 orang.
"Jadi total P3K kita untuk penuh waktu itu sebanyak 13.682. Kalau P3K paruh waktunya sebanyak 1.436," kata Iqbal.
Dengan demikian, total PPPK di lingkungan pendidikan Sulsel, baik guru maupun tenaga kependidikan, mencapai 15.118 orang. Namun, dari jumlah tersebut belum dapat dipastikan berapa banyak yang nantinya akan dialihkan statusnya menjadi pegawai pemerintah pusat.
"Banyak beredar kan berita-berita semua ini, termasuk pembicaraan di DPR pusat, maupun mungkin di tingkat kementerian. Yang jelasnya kalau regulasinya itu belum ada sampai ke daerah terkait itu," katanya.
2. Jumlah guru PPPK lebih banyak dibanding guru PNS

ilustrasi PPPK (KemenpanRB) Iqbal menyebut jumlah guru di Sulsel saat ini mencapai sekitar 21 ribu orang. Dari jumlah tersebut, guru PNS diperkirakan sekitar 9 ribu orang, sementara guru PPPK penuh waktu mencapai lebih dari 11 ribu orang.
Jumlah guru PPPK di Sulsel lebih banyak dibandingkan guru PNS. Komposisi tersebut menunjukkan jumlah PPPK menjadi bagian terbesar dari total guru yang ada.
"Iya sekitar 21.000 itu seluruhnya guru-guru yang ada di Sulsel," katanya.
3. Kebutuhan guru terus diperbarui setiap bulan

Ilustrasi guru. (IDN Times/Mardya Shakti ) Terkait kecukupan guru, Iqbal mengatakan Disdik Sulsel belum bisa menyebut kebutuhan ideal secara keseluruhan. Sebab, kebutuhan guru bergantung pada jumlah sekolah, rombongan belajar, jumlah siswa, serta mata pelajaran yang diajarkan.
Disdik Sulsel juga rutin menggelar rekonsiliasi dan pemutakhiran data guru. Upaya tersebut bertujuan mengetahui kebutuhan guru di setiap sekolah.
"Kebutuhan-kebutuhan guru kita terkait dengan sekolah dan mata pelajaran apa, itu setiap bulan itu kita lakukan updating data," kata Iqbal.
Menurutnya, kebutuhan guru juga terus berubah karena setiap bulan terdapat guru yang memasuki masa pensiun atau tidak lagi dapat melanjutkan tugas mengajar. Iqbal menyebut salah satu kekurangan guru yang paling menonjol saat ini adalah guru Bimbingan Konseling (BK).
"Kalau kondisi kita sekarang di Sulawesi Selatan itu kita sekarang ini kekurangan guru Bimbingan Konseling, guru BK," katanya.
Meski demikian, Iqbal belum dapat memastikan jumlah kekurangan guru BK di Sulsel. Dia menegaskan kebutuhan guru harus dihitung berdasarkan kondisi masing-masing sekolah dan mata pelajaran yang tersedia.
"Kebutuhan itu kan tergantung dengan jumlah seluruh sekolah yang ada di kita dan jumlah seluruh berapa rombongan belajar," katanya.


















