Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

One Muse Buka Ruang bagi Individu dengan Kebutuhan Belajar Khusus

Kota Makassar
One Muse Buka Ruang bagi Individu dengan Kebutuhan Belajar Khusus
Melalui One Muse, Sunito Foundation ingin memberikan ruang dan apresiasi kepada individu dengan kebutuhan belajar khusus. (Dok. Istimewa)
  • One Global Resorts Green Square memperkenalkan One Muse, kafe, galeri, dan platform sosial untuk membuka peluang kreatif, pekerjaan, serta kolaborasi bagi individu dengan kebutuhan belajar khusus.
  • Terinspirasi putrinya, Hannah Sunito, Iwan Sunito membangun One Muse agar individu dinilai dari potensi; Hannah kini menjadi CEO dan mengarahkan misi sosialnya.
  • Sunito Foundation merencanakan One Muse Art Street bersama Pemerintah Kota Sydney, sementara kinerja hotel menopang misi melalui okupansi 95,07 persen dan pendapatan AUD5,6 juta pada Januari–Juni 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Makassar, IDN Times - One Global Resorts Green Square, hotel bintang lima milik pengusaha Australia asal Indonesia, Iwan Sunito, memperkenalkan One Muse, sebuah kafe, bar, galeri seni, sekaligus platform social enterprise yang dibangun dengan tujuan sosial. One Muse menjadi salah satu bentuk nyata visi Sunito Foundation untuk membuka ruang bagi anak-anak, generasi muda, dan orang dewasa dengan kebutuhan belajar khusus.

Terinspirasi dari perjalanan putri kedua Iwan, Hannah Sunito, One Muse ingin menunjukkan bahwa setiap individu memiliki potensi yang layak dikembangkan. Platform ini tidak hanya menyediakan ruang untuk menampilkan karya seni, tetapi juga membuka peluang melalui kegiatan kreatif, pekerjaan, workshop, hingga kolaborasi dengan berbagai pihak.

  1. 1. Inspirasi bagi kreativitas dan ekspresi seni

    Melalui One Muse, Sunito Foundation ingin memberikan ruang dan apresiasi kepada individu dengan kebutuhan belajar khusus.  (Dok. Istimewa)
    Melalui One Muse, Sunito Foundation ingin memberikan ruang dan apresiasi kepada individu dengan kebutuhan belajar khusus. (Dok. Istimewa)

    Nama One Muse berasal dari kata muse, yang berarti seseorang atau kekuatan yang menjadi sumber inspirasi bagi kreativitas dan ekspresi seni. Bagi Iwan Sunito, sosok yang menjadi inspirasi awal berdirinya One Muse adalah Hannah, putri keduanya yang memiliki kebutuhan belajar khusus.

    Hannah tumbuh menghadapi berbagai tantangan melalui ketekunan, dukungan keluarga, dan kecintaannya terhadap seni. Seiring waktu, ia menemukan karakter dan jiwa kreatifnya sendiri hingga berkembang menjadi seorang seniman yang meraih berbagai pencapaian.

    Karya Hannah telah dipamerkan di sejumlah lokasi di Sydney, termasuk universitas, kegiatan amal, dan pameran kelompok seperti Randwick Art Society Annual Art Show. Pada 2021, ia memenangi kategori lukisan minyak/akrilik dalam Randwick Art Society Annual Exhibition dan kemudian menggelar pameran tunggal pertamanya. Kini, Hannah menjabat sebagai CEO One Muse dan terlibat aktif dalam membentuk, mengembangkan, serta mengarahkan bisnis dan misi sosial platform tersebut.

    "Visi utama Sunito Foundation sebenarnya sederhana: setiap orang berhak dilihat berdasarkan apa yang dapat mereka capai, bukan dari hal-hal yang menjadi tantangan bagi mereka," ujar Iwan Sunito, Founder dan CEO One Global Resorts.

    "One Muse adalah tempat di mana visi tersebut menjadi nyata melalui galeri, kafe, ruang kerja, dan pada akhirnya sebuah jalan yang dapat menjadi milik seluruh komunitas."

    Menurut Iwan, One Muse tidak dibangun hanya untuk menceritakan perjalanan Hannah. Pengalaman putrinya menjadi pintu masuk untuk menciptakan platform yang dapat memberikan kesempatan kepada lebih banyak individu dengan kebutuhan belajar khusus.

    "One Muse memang berawal dari Hannah, tetapi kami tidak ingin One Muse hanya tentang Hannah," ujar Iwan. "Perjalanannya memberi kami keberanian untuk membayangkan sebuah platform yang dapat membuka pintu bagi lebih banyak anak, generasi muda, dan orang dewasa dengan kebutuhan belajar khusus. Hannah mungkin merupakan muse pertama, tetapi kami berharap ia dapat menginspirasi ribuan muse lainnya."

  2. 2. Ingin bawa seni ke ruang publik

    Melalui One Muse, Sunito Foundation ingin memberikan ruang dan apresiasi kepada individu dengan kebutuhan belajar khusus.  (Dok. Istimewa)
    Melalui One Muse, Sunito Foundation ingin memberikan ruang dan apresiasi kepada individu dengan kebutuhan belajar khusus. (Dok. Istimewa)

    One Muse menjadi langkah awal dari rencana Sunito Foundation yang lebih besar. Berikutnya, yayasan tersebut akan mengembangkan One Muse Art Street untuk membawa aktivitas seni dari satu tempat menuju jalan dan ruang publik di sekitar One Global Resorts dan Green Square Library.

    Konsep tersebut terinspirasi dari art street dan piazza di Eropa dan Italia. Nantinya, kawasan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi live painting, pameran seni, musik, pertunjukan, workshop, outdoor dining, serta berbagai kegiatan komunitas.

    One Muse bersama Pemerintah Kota Sydney saat ini tengah mendiskusikan berbagai peluang untuk menjadikan jalan dan ruang publik sebagai ruang seni dengan tetap mengikuti regulasi yang berlaku.

    "Jalan memiliki arti penting karena seni tidak seharusnya tersembunyi di dalam satu ruangan," ujar Sunito. "Kami ingin kreativitas dan kesempatan menjadi bagian dari kehidupan publik sehari-hari. One Muse Art Street akan memungkinkan visi Sunito Foundation melampaui dinding galeri dan menjadi sesuatu yang dapat dilihat, dirasakan, dan didukung oleh seluruh komunitas."

    Dalam jangka panjang, One Muse dan One Muse Art Street diharapkan menjadi salah satu representasi utama Sunito Foundation. Platform tersebut akan menghubungkan seniman, keluarga, sekolah, dunia usaha, warga, pengunjung, hingga berbagai organisasi kreatif.

    "Harapan kami adalah membangun sebuah platform jangka panjang, di mana talenta berkembang menjadi kepercayaan diri untuk membuka peluang, dan pada akhirnya mengantar kepada sebuah kemandirian. Itulah yang ingin kami hadirkan melalui One Muse—dan nantinya melalui seluruh kawasan di sekitarnya."

  3. 3. Bisnis jadi fondasi misi sosial

    Melalui One Muse, Sunito Foundation ingin memberikan ruang dan apresiasi kepada individu dengan kebutuhan belajar khusus.  (Dok. Istimewa)
    Melalui One Muse, Sunito Foundation ingin memberikan ruang dan apresiasi kepada individu dengan kebutuhan belajar khusus. (Dok. Istimewa)

    Sunito Foundation membawa visi untuk merangkul orang dari berbagai latar belakang, kondisi, dan kemampuan dengan menciptakan kesempatan yang nyata. Melalui One Muse, visi tersebut diwujudkan lewat pameran, penjualan karya seni, workshop, kolaborasi kreatif, akses lapangan pekerjaan, serta penyewaan karya seni untuk perkantoran, hotel, proyek properti, dan berbagai acara.

    Tujuannya bukan sekadar memamerkan karya seni. One Muse juga ingin membantu individu membangun kepercayaan diri, kemampuan, identitas profesional, penghasilan, serta rasa memiliki terhadap komunitas.

    "Inklusi atau pemerataan sosial tidak dapat berhenti pada kata-kata atau kegiatan yang hanya dilakukan sesekali. Dia juga harus menciptakan platform yang nyata, tanggung jawab yang sesungguhnya, penghasilan yang memadai, serta kepercayaan diri untuk ikut berpartisipasi. Tujuan kami agar banyak keluarga melihat bahwa kreativitas dan kontribusi anak-anak mereka memiliki nilai," ujar Sunito.

    Visi tersebut turut ditopang kinerja One Global Resorts Green Square sebagai bisnis perhotelan. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, hotel tersebut mencatat rata-rata tingkat okupansi 95,07 persen dengan pendapatan kotor sekitar AUD5,6 juta. Berdasarkan laporan STR (Smith Travel Research) terbaru, One Global Resorts Green Square juga menempati posisi sebagai market leader di kelasnya. Hotel tersebut turut menerima Tripadvisor Travelers’ Choice Best of the Best 2026, penghargaan tahunan tertinggi dari Tripadvisor yang diberikan kepada kurang dari 1 persen properti di seluruh dunia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More