Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

DLH Makassar Tambah 30 Motor dan 10 Arm Roll untuk Angkut Sampah

Kota Makassar
DLH Makassar Tambah 30 Motor dan 10 Arm Roll untuk Angkut Sampah
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Helmy Budiman. (Dok. Pemkot Makassar)
  • Pemkot Makassar menambah 30 motor sampah dan 10 arm roll pada 2026 untuk memperkuat pengangkutan sampah, serta mengupayakan tambahan truk melalui anggaran perubahan.
  • Inventaris DLH mencatat 1.073 motor roda tiga dan berbagai armada lain tersebar di Makassar, namun sebagian unit mengalami kerusakan ringan hingga berat.
  • DLH menyiapkan mesin pengolahan di TPS3R kecamatan dan mendorong pemilahan dari sumber, bank sampah, serta pengolahan organik agar sampah ke TPA berkurang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Makassar, IDN Times - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar terus memperkuat sarana dan prasarana pengelolaan sampah di tengah penerapan kebijakan pemilahan sampah dari sumber. Pada 2026, Pemerintah Kota Makassar menambah 30 unit motor sampah dan 10 unit arm roll untuk mendukung pengangkutan sampah di sejumlah wilayah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Helmy Budiman, mengatakan penambahan armada merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem pengangkutan sampah. Penambahan tersebut diharapkan dapat menunjang pelayanan persampahan di sejumlah wilayah.

"Pengadaan armada baru sudah kami lakukan. Pada tahun ini, terdapat penambahan 30 unit motor sampah dan 10 unit arm roll," kata Helmy, Selasa (25/8/2026).

  1. 1. Armada baru mulai memperkuat layanan sampah

    Antrean truk pengangkut sampah yang tertahan di depan jalan masuk kawasan TPA Tamangapa Antang, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (14/8/2023). IDN Times/Ashrawi Muin
    Armada pengangkut sampah di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (14/8/2023). IDN Times/Ashrawi Muin

    Helmy mengatakan penambahan armada ditujukan untuk menunjang pelayanan persampahan di tingkat wilayah. Pemkot Makassar masih akan mengupayakan tambahan armada melalui perubahan anggaran.

    "Nantinya, pada saat anggaran perubahan, kami akan berupaya untuk menambah kembali armada truk sampah, tergantung pada kemampuan keuangan di perubahan anggaran tersebut," katanya.

    Sebelumnya, pada 2025 Pemkot Makassar telah merealisasikan bantuan sebanyak 50 unit kendaraan. Armada tersebut terdiri dari 9 unit dump truck, 11 unit arm roll, serta kendaraan pendukung lainnya.

  2. 2. Lebih dari seribu motor roda tiga tersedia

    Pemerintah Kota Makassar berencana meremajakan 192 unit truk sampah Tangkasaki dan menambah 20 unit baru. (Dok. IDN Times/Pemkot Makassar)
    Pemerintah Kota Makassar berencana meremajakan 192 unit truk sampah Tangkasaki dan menambah 20 unit baru. (Dok. IDN Times/Pemkot Makassar)

    Berdasarkan data inventaris DLH Makassar, terdapat 1.073 unit motor roda tiga yang tersebar di 14 kecamatan. Sebanyak 760 unit masih dalam kondisi baik dan aktif beroperasi.

    Sementara itu, 236 unit mengalami rusak ringan dan 77 unit lainnya rusak berat. Selain motor roda tiga, Makassar memiliki 221 unit armada Tangkasaki. Sebanyak 183 unit dalam kondisi baik, 35 unit rusak ringan, dan 3 unit rusak berat.

    Untuk dump truck atau armada terbuka terdapat 147 unit, dengan 103 unit dalam kondisi baik dan 44 unit rusak ringan. Adapun arm roll truck tercatat sebanyak 62 unit. Sebanyak 44 unit masih beroperasi, 18 unit rusak ringan, dan 2 unit rusak berat.

    Makassar juga memiliki 16 arm roll truck berkapasitas lebih dari 10 meter kubik. Sebanyak 8 unit masih beroperasi, 4 unit rusak ringan, dan 4 unit rusak berat. Sementara mobil sampah compactor tersedia sebanyak 7 unit, dengan 5 unit beroperasi dan 2 unit mengalami kerusakan.

  3. 3. DLH siapkan mesin pengolahan sampah

    IMG_20260805_115605.jpg
    Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Helmy Budiman. IDN Times/Asrhawi Muin

    Selain armada, DLH Makassar juga menyiapkan sejumlah mesin pengolahan sampah untuk memperkuat pengelolaan di tingkat kecamatan. Mesin yang disiapkan terdiri dari 10 unit mesin pencacah anorganik, 10 unit mesin pengayak, dan 24 unit mesin pembubur.

    "Mesin-mesin ini didistribusikan ke kecamatan melalui TPS3R. Harapannya, dengan adanya mesin-mesin ini, daya pengolahan sampah di tingkat kecamatan menjadi semakin besar," kata Helmy.

    Sebagian mesin telah didistribusikan dan diterima pihak kecamatan maupun pengelola TPS 3R. Sebagian lainnya masih dalam proses distribusi. Sementara mesin pencacah organik akan diupayakan melalui anggaran pokok berikutnya untuk mendukung pengolahan sampah organik menjadi kompos.

    "Mesin pencacah organik itu rencana pengadaan berikutnya, diupayakan pada anggaran pokok, untuk mempercepat proses pembuatan kompos di masyarakat," jelasnya.

  4. 4. Sampah didorong selesai dari sumber

    IMG_20260803_133404.jpg
    Ilustrasi tumpukan sampah. IDN Times/Asrhawi Muin

    Helmy menegaskan penambahan armada tidak menjadi satu-satunya solusi dalam menangani persoalan sampah. Pemkot juga mendorong agar sampah dipilah dan diolah sejak dari rumah hingga tingkat kecamatan.

    Sampah organik dapat diolah menjadi kompos maupun pakan maggot dan ternak. Sementara sampah anorganik yang masih bernilai ekonomi dapat disalurkan melalui bank sampah.

    "Kami juga berharap setiap kecamatan untuk meningkatkan kinerja Bank Sampah Unit dan Bank Sampah Sektor," tuturnya.

    Menurutnya, semakin banyak Bank Sampah Unit, Bank Sampah Sektor, dan TPS 3R yang berkembang di wilayah, semakin besar pula volume sampah yang dapat dikelola. Dengan begitu, semakin sedikit sampah yang harus dibawa ke TPA.

    "Dengan sistem ini, penanganan sampah tidak hanya diselesaikan secara mandiri oleh masyarakat, tetapi juga secara komunal dan tingkat kecamatan," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More