BMKG Ungkap Penyebab Potensi Angin Kencang di Sejumlah Wilayah Sulsel

- BMKG Wilayah IV Makassar memperingatkan potensi angin kencang di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan pada 19–21 September 2026 akibat penguatan angin timuran saat musim kemarau.
- Kecepatan angin juga dipengaruhi perbedaan tekanan udara dan topografi lokal. BMKG menegaskan kondisi ini bukan tanda pergantian musim, melainkan penguatan pola angin regional dari timur hingga tenggara.
- Status waspada mencakup sejumlah daerah dengan angin 20–25 knot atau 37–46 km/jam; tidak ada potensi status siaga maupun awas. BMKG juga mengingatkan potensi udara panas.
Makassar, IDN Times - BMKG Wilayah IV Makassar mengeluarkan peringatan dini potensi angin kencang di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan pada 19-21 September 2026. Kondisi tersebut dipengaruhi penguatan angin timuran yang berkaitan dengan kondisi musim kemarau.
Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Nur Asia Utami, mengatakan penguatan angin timuran menjadi salah satu faktor yang memicu potensi angin kencang dalam beberapa hari ke depan.
"Potensi angin kencang di Sulawesi Selatan dalam beberapa hari ke depan dipengaruhi oleh angin timuran yang semakin kuat yang berkaitan dengan kondisi musim kemarau," kata Nur Asia kepada IDN Times, Jumat (18/9/2026).
1. Faktor lokal turut memengaruhi kecepatan angin

Ilustrasi Angin Topan (IDN Times/Mardya Shakti) Kondisi angin di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan tidak hanya dipengaruhi oleh pola angin secara regional. Faktor lokal seperti tekanan udara dan karakteristik topografi wilayah juga dapat memengaruhi kecepatan angin.
"Selain itu, perbedaan tekanan udara dan kondisi topografi wilayah dapat menyebabkan angin menguat secara lokal," katanya.
2. Bukan tanda pergantian musim

Ilustrasi Hujan Deras. (IDN Times/Anjani Asra) Nur Asia menegaskan potensi angin kencang tersebut tidak berkaitan dengan pergantian musim di Sulsel. Menurutnya, kondisi ini lebih dipengaruhi pola angin regional yang sedang menguat, terutama dari arah timur hingga tenggara.
"Potensi angin kencang ini tidak berkaitan dengan pergantian musim, Kondisi tersebut lebih dipengaruhi oleh pola angin regional yang sedang menguat, terutama dari arah timur hingga tenggara," jelasnya.
Dia kembali menyebut perbedaan tekanan udara dan kondisi topografi sebagai faktor yang dapat menyebabkan angin menguat di wilayah tertentu. Ketika ditanya apakah kondisi tersebut menandakan Sulsel mulai mendekati pergantian musim, Nur Asia memastikan hal itu belum terjadi.
"Perbedaan tekanan udara dan kondisi topografi yang dapat menyebabkan angin menguat di beberapa wilayah. Jadi, belum pergantian musim," katanya.
3. Daerah berpotensi angin kencang

Ilustrasi angin kencang.(IDN Times/Sukma Sakti) Berdasarkan peringatan dini cuaca tiga hari BBMKG Wilayah IV Makassar, terdapat potensi angin kencang di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan. Peringatan tersebut diperbarui pada 18 September 2026 pukul 09.00 WITA dengan status waspada.
Pada Sabtu (19/9/2026), wilayah yang berpotensi mengalami angin dengan kecepatan 20-25 knot atau sekitar 37–46 kilometer per jam meliputi Barru, Bantaeng, Bone, Bulukumba, Gowa, Jeneponto, Kepulauan Selayar, Maros, Pangkep, Sidrap, Soppeng, Takalar, dan Wajo.
Kemudian pada Minggu (20/9/2026), potensi tersebut terdapat di Barru, Bantaeng, Bulukumba, Jeneponto, Kepulauan Selayar, Soppeng, dan Sidrap. Sementara pada Senin (21/9/2026), wilayah yang masuk peringatan dini yakni Barru, Bantaeng, Bulukumba, Gowa, Jeneponto, Kepulauan Selayar, Soppeng, Sidrap, dan Takalar.
Untuk kategori angin kencang berstatus siaga dengan kecepatan 25–35 knot, BMKG tidak mencatat adanya potensi selama periode tersebut. Begitu pula dengan status awas dengan kecepatan minimal 35 knot yang tercatat nihil.
Selain angin kencang, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait udara panas di sejumlah wilayah Sulsel. Masyarakat diimbau memantau informasi cuaca terbaru dan menyesuaikan aktivitas di luar ruangan dengan kondisi cuaca.

















