Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

DPRD Sulsel Jadwalkan RDP Dugaan Pelanggaran Seleksi Paskibraka

DPRD Sulsel Jadwalkan RDP Dugaan Pelanggaran Seleksi Paskibraka
ilustrasi paskibraka (unsplash.com/Mufid Majnun)
Intinya Sih
  • DPRD Sulsel melalui Komisi A menjadwalkan RDP pada 2 Juni 2026 untuk membahas dugaan pelanggaran seleksi Paskibraka tingkat nasional.
  • Laporan dari pendamping peserta asal Makassar menyoroti perubahan posisi Cathlyn Yvaeni Lesmana yang sebelumnya masuk tiga besar namun tergeser tanpa alasan jelas.
  • Kepala Kesbangpol Sulsel membantah adanya pergantian peserta dan menegaskan proses seleksi berlangsung transparan serta sesuai mekanisme resmi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Makassar, IDN Times - DPRD Provinsi Sulawesi Selatan melalui Komisi A menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait polemik dugaan pelanggaran dalam seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional. Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 2 Juni 2026.

RDP digelar menyusul laporan terkait dugaan kejanggalan penetapan hasil penjaringan calon Paskibraka Sulsel menuju tahap verifikasi tingkat pusat. Ketua Komisi A DPRD Sulsel, Andi Muhammad Anwar Purnomo, mengatakan pihaknya telah mengagendakan pemanggilan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulsel untuk membahas persoalan tersebut.

"Pemanggilan undangan RDP atas laporan dugaan pelanggaran penetapan hasil penjaringan tiga pasangan terbaik calon paskibraka Provinisi Sulawesi Selatan untuk tahap verifikasi tingkat pusat," kata Andi Muhammad Anwar Purnomo, dikutip dari Antara, Jumat (29/5/2026).

1. DPRD tindak lanjuti laporan peserta asal Makassar

Politikus muda Andre Prasetyo Tanta pada diskusi GenZ Memilih bertema Suara Gen Z dan Isu Lingkungan di Pemilu 2024. (IDN Times/Aan Pranata)
Politikus muda Andre Prasetyo Tanta pada diskusi GenZ Memilih bertema Suara Gen Z dan Isu Lingkungan di Pemilu 2024. (IDN Times/Aan Pranata)

Anggota DPRD Sulsel, Andre Prasetyo Tanta, juga membenarkan polemik seleksi Paskibraka itu akan dibahas dalam forum RDP pekan depan. Menurut dia, agenda tersebut merupakan tindak lanjut laporan yang disampaikan pihak pendamping peserta asal Makassar, Cathlyn Yvaeni Lesmana.

"Sudah diagendakan, nanti tanggal 2 Juni, dan kita telah komunikasikan dengan teman-teman, termasuk dengan ibu Ketua DPRD Sulsel (Andi Rachmatika Dewi)," kata Andre.

Cathlyn sebelumnya mengikuti seleksi calon Paskibraka nasional sebagai perwakilan Kota Makassar. Namanya kemudian menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan adanya permainan dalam proses penentuan peserta yang lolos ke tingkat nasional.

2. DPPI pertanyakan perubahan posisi peserta

ilustrasi paskibraka (unsplash.com/Mufid Majnun)
ilustrasi paskibraka (unsplash.com/Mufid Majnun)

Pendamping Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kota Makassar, Alfarezal Suliano, menyebut pihaknya melaporkan panitia seleksi Paskibraka Sulsel ke DPRD. Laporan tersebut disampaikan karena mereka menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam proses seleksi.

Menurut Alfarezal, Cathlyn sebelumnya disebut masuk dalam tiga besar hasil seleksi. Namun, posisi tersebut rupanya berubah pada tahap akhir penentuan peserta menuju tingkat pusat.

"Kenapa yang menggantinya diambil dari peserta yang namanya bahkan tidak masuk 10 besar, kenapa tidak diambil dari lima besar yang tersisa. Ini yang menimbulkan pertanyaan," kata Alfarezal.

Dia juga menyoroti adanya penilaian bahasa daerah dalam proses seleksi. Menurut dia, aspek tersebut dipersoalkan karena Cathlyn diketahui berasal dari etnis Tionghoa.

"Ada dua orang yang digeser tanpa alasan, ini yang patut dipertanyakan," katanya.

Cathlyn yang berasal dari SMA Cerdas Bangsa sebelumnya diumumkan melalui akun media sosial resmi DPPI Makassar sebagai salah satu peserta yang mengikuti tahapan seleksi menuju Paskibraka tingkat nasional. Selain Cathlyn, terdapat nama Meivylicha Putri Aurelia Kamal dari SMAN 3 Makassar dan Putri Maharani dari SMAN 2 Makassar sebagai utusan putri.

3. Kesbangpol Sulsel bantah ada pergantian peserta

IMG_20260214_200508.jpg
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulsel, Bustanul Arifin. (IDN Times/Asrhawi Muin)

Menanggapi polemik tersebut, Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin, menegaskan proses seleksi berlangsung transparan, objektif, dan sesuai mekanisme yang berlaku. Dia membantah adanya pergantian peserta seperti yang ramai diperbincangkan di media sosial.

"Pertama, kami menegaskan informasi yang viral di media sosial tidak sesuai dengan mekanisme seleksi yang sebenarnya. Kami pastikan seleksi ini berjalan transparan dan objektif," kata Bustanul melalui siaran pers.

Menurut Bustanul, istilah pergantian peserta tidak tepat. Sebab hingga tahap akhir belum pernah ada pengumuman resmi terkait tiga besar peserta yang akan mewakili Sulsel ke tingkat nasional.

"Karena itu, istilah pergantian peserta tidak tepat sebab sampai kemarin memang belum ada pengumuman resmi. Pengumuman tiga peserta terakhir itulah yang menjadi pengumuman awal," katanya.

Dia menjelaskan kesalahpahaman muncul setelah sejumlah peserta yang dipanggil mengikuti sesi pendalaman oleh tim pusat menganggap telah masuk tahap final. Padahal, pemanggilan tersebut disebut hanya bagian dari proses pendalaman materi dan penilaian lanjutan.

Dia juga menyebut seluruh tahapan seleksi memakai sistem penilaian berlapis dengan melibatkan unsur BPIP, DPPI Pusat, dan Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres). Pihaknya juga menyatakan siap menghadiri RDP yang telah dijadwalkan DPRD Sulsel.

Share Article
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris

Latest News Sulawesi Selatan

See More