Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bentrokan Pecah di Bara-Baraya Makassar, Tiga Warga Kena Busur
Spanduk Tolak Penggusuran Tanah Bara-Baraya, Selasa (23/01/2025). Dok. Kembang Lisu Allo
  • Tiga warga Bara-Baraya dilaporkan terluka terkena anak panah busur dalam bentrokan yang berlangsung hampir tiga jam.
  • Warga mengaitkan ketegangan dengan pembangunan lapangan sepak bola di lahan yang mereka sebut masih sengketa dan belum berizin.
  • Polisi menangkap FA yang diduga membawa anak panah busur dan ketapel, sementara aparat TNI-Polri berjaga hingga subuh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
sekitar satu bulan

Pembangunan lapangan sepak bola disebut telah berlangsung, meliputi pemagaran lahan, pemerataan tanah, hingga penggalian.

Rabu, 16 September 2026

Bentrokan terjadi di Bara-Baraya hingga dini hari. Tiga warga dilaporkan terluka terkena anak panah busur.

sekitar pukul 00.00 Wita

Bentrokan disebut mulai berlangsung dan berlangsung hampir tiga jam.

hingga subuh

Aparat gabungan TNI-Polri melakukan penjagaan dan pemantauan di sekitar lokasi.

Kamis (17/9/2026)

Andarias mengonfirmasi tiga warga terkena busur kepada IDN Times.

hingga saat ini

AKP Jaffar Ahmad menyatakan tidak ada korban yang melapor.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Bentrokan di Bara-Baraya menyebabkan tiga warga dilaporkan terluka terkena anak panah busur.
  • Who?
    Warga Bara-Baraya, Andarias, AKP Jaffar Ahmad, aparat TNI-Polri, dan FA terlibat dalam peristiwa ini.
  • Where?
    Bentrokan terjadi di Bara-Baraya, Kecamatan Makassar, Kota Makassar, termasuk di sekitar Posko Perjuangan Aliansi Bara-Baraya Bersatu.
  • When?
    Bentrokan berlangsung sekitar pukul 00.00 Wita hingga dini hari pada Rabu, 16 September 2026.
  • Why?
    Warga menyebut ketegangan dipicu pembangunan lapangan sepak bola di lahan yang menurut mereka masih dalam sengketa dan belum berizin.
  • How?
    Sejumlah orang diduga menyerang warga dengan anak panah busur dan lemparan batu. Aparat gabungan kemudian melakukan pemantauan dan penjagaan hingga subuh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di Bara-Baraya ada bentrokan. Tiga warga terluka karena terkena anak panah busur. Kata Pak Andarias, masalahnya terkait lapangan sepak bola di tanah yang masih dipersoalkan warga. Polisi menangkap satu orang bernama FA. Polisi dan TNI juga menjaga tempat itu sampai subuh. Belum ada korban yang melapor ke polisi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pemantauan dan penjagaan aparat gabungan TNI-Polri hingga subuh menunjukkan adanya respons untuk menjaga situasi di sekitar Bara-Baraya setelah bentrokan. Warga juga telah menyampaikan persoalan pembangunan kepada kelurahan, kecamatan, PTSP, dan Dinas Tata Ruang, sehingga status lahan serta aspek perizinan menjadi perhatian dalam persoalan ini.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Penyerangan terhadap warga Bara-Baraya, Kecamatan Makassar, Kota Makassar, kembali terjadi. Tiga warga dilaporkan terluka setelah terkena anak panah busur dalam bentrokan yang berlangsung hingga dini hari pada Rabu, 16 September 2026.

Ketua RT 01/RW 01 Bara-Baraya, Andarias, mengatakan bentrokan berlangsung sekitar pukul 00.00 Wita dan berlangsung hampir tiga jam. Sejumlah warga juga dilaporkan terluka akibat lemparan batu yang diarahkan ke Posko Perjuangan Aliansi Bara-Baraya Bersatu.

1. Warga persoalkan pembangunan lapangan

Warga Bara-baraya saat longmarch memasuki gang-gang di kelurahan mereka, Minggu (21/7/2024). IDN Times/ Faisal Mustafa

Andarias mengatakan persoalan tersebut bermula dari pembangunan lapangan sepak bola yang dilakukan di atas lahan yang menurut warga masih dalam sengketa. Pembangunan disebut telah berlangsung sekitar satu bulan, mulai dari pemagaran lahan, pemerataan tanah hingga penggalian.

"Galaxy Football Academy itu membangun lapangan di atas lahan sengketa ini," ujar Andarias.

Ia mengklaim pembangunan tersebut dilakukan tanpa prosedur dan perizinan yang semestinya. Warga juga mempertanyakan pihak yang mengatasnamakan ahli waris lahan dan bekerja sama dengan Galaxy Football Academy.

"Intinya tidak ada perizinan," katanya.

Menurut Andarias, warga juga tidak pernah dimintai persetujuan terkait pembangunan tersebut. Begitu pula pihak kelurahan dan kecamatan disebut tidak mengetahui pembangunan lapangan itu.

2. Klaim belum kantongi PBG

Pasar Barbar di Kelurahan Bara-baraya, Makassar, jadi gerakan perlawanan warga menolak perampasan tanah. IDN Times/Ashrawi Muin

Andarias mengaku warga kemudian melakukan konfirmasi ke pihak Kelurahan Bara-Baraya dan Kecamatan Makassar. Menurutnya, pihak kecamatan mengaku tidak mengetahui pembangunan tersebut dan telah mengeluarkan surat teguran agar pekerjaan dihentikan. Namun, kata dia, pembangunan tetap berjalan.

Warga selanjutnya mendatangi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Andarias mengklaim pihak PTSP menyatakan belum ada izin, bahkan permohonan izin pembangunan disebut belum diajukan.

Warga juga mengadukan persoalan tersebut ke Dinas Tata Ruang Kota Makassar. Menurut Andarias, instansi tersebut juga menyatakan belum memberikan rekomendasi pembangunan.

"Dikeluarkanlah surat teguran juga, SP 1 oleh Dinas Tata Ruang, lalu kemudian SP 2 untuk menghentikan pembangunan itu, tapi mereka tidak indahkan," ungkapnya.

Andarias menegaskan persoalan pembangunan tersebut kemudian memicu ketegangan di tengah warga. Ia menyebut warga merasa terancam karena pembangunan dilakukan di atas lahan yang status hukumnya masih dipersoalkan.

"Tanah itu masih tanah sengketa. Kedua, belum ada perizinan, belum ada PBG-nya. Baru mereka membangun, dan mereka sudah dapat teguran, sudah dapat SP (Surat Peringatan), tapi mereka tetap membangun," katanya.

3. Aparat TNI-Polri berjaga hingga subuh

Salah satu warga Bara-Baraya, Andarias, yang menolak digusur. (Dahrul Amri/IDN Times Sulsel)

Pasca-bentrokan, aparat gabungan TNI-Polri disebut masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi. Penjagaan bahkan berlangsung hingga subuh.

"Masih dipantau oleh aparat. Tadi malam itu sampai subuh aparat jaga. Dari pihak kepolisian dengan dari pihak TNI, Garnisun, Koramil," kata Andarias.

Warga berharap pembangunan lapangan yang mereka persoalkan dapat dihentikan hingga status lahan dan aspek perizinannya jelas. Mereka juga meminta agar persoalan tersebut tidak kembali memicu bentrokan antarwarga.

Sementara itu, Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Jaffar Ahmad mengonfirmasi peristiwa bentrokan tersebut. Meski terdapat tiga korban luka. Jaffar mengaku hingga saat ini tidak ada korban yang melapor.

"Tidak ada korban yang melapor, mungkin dia juga yang ikut membusur jadi tidak mau melapor," kata Jaffar.

Polisi juga menangkap satu orang berinisial FA yang diduga membawa empat buah senjata tajam jenis anak panah busur dan satu buah ketapel.

"Yang ditangkap satu orang katanya hanya untuk menjaga-jaga jika dirinya merasa dalam bahaya," tandasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article