Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Antisipasi Longsor, Pemprov Sulsel Siagakan Alat Berat Jelang Nataru

Antisipasi Longsor, Pemprov Sulsel Siagakan Alat Berat Jelang Nataru
Ilustrasi alat berat (IDN Times/Prayugo Utomo)
Intinya Sih

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Makassar, IDN Times - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menyiagakan dukungan infrastruktur jalan menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel menempatkan alat berat di enam Unit Pelaksana Teknis (UPT) wilayah untuk mengantisipasi gangguan lalu lintas, khususnya akibat longsor.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Andi Ihsan, menyebut setiap UPT disiagakan satu unit alat berat. Alat tersebut berupa ekskavator dan self loader yang ditempatkan di masing-masing wilayah kerja.

"Jadi di setiap UPT wilayah itu biasanya kami siapkan satu alat berat, eskavator, ada self loader, itu per wilayah," kata Andi Ihsan, Senin (22/12/2025).

1. Siapkan posko terpadu

IMG_20251222_123247.jpg
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Andi Ihsan. (IDN Times/Asrhawi Muin)

Ihsan menjelaskan UPT 1 mencakup wilayah Luwu Raya. UPT 2 melayani Sidrap, Pinrang, Toraja Utara. UPT 3 meliputi Parepare, Barru, serta Pangkep. UPT 4 berada di wilayah Makassar dan Maros. UPT 5 menangani Bone dan Wajo, sedangkan UPT 6 mencakup Bulukumba dan Kepulauan Selayar.

Selain kesiapan internal, Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel menjalin koordinasi dengan Balai Jalan Nasional. Koordinasi tersebut diwujudkan melalui penyiapan posko terpadu di sejumlah titik rawan selama periode Nataru.

"Biasanya itu tiap tahun Nataru kita kolaborasi dengan balai terkait dengan titik-titik posko," kata Ihsan.

2. Luwu Raya jadi wilayah paling rawan longsor

Ilustrasi longsor (IDN Times/Sukma Shakti)
Ilustrasi longsor (IDN Times/Sukma Shakti)

Untuk wilayah rawan longsor, Luwu Raya (Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur dan Palopo) masih menjadi perhatian utama Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel. Risiko longsor di kawasan tersebut meningkat seiring tingginya intensitas hujan, terutama pada periode akhir tahun.

"Luwu Raya (paling rawan). Itu Palopo sering sekali longsor. Satu hari dibenahi, dua hari ke depan longsor lagi. Begitu lagi kalau untuk curah hujan tinggi," tutur Ihsan.

3. Posko Nataru beri informasi titik rawan jalan

Ilustrasi longsor (IDN Times/Sukma Shakti)
Ilustrasi longsor (IDN Times/Sukma Shakti)

Sementara terkait penanda jalan dan marka di ruas rawan atau yang masih dalam tahap perbaikan, posko Nataru ikut difungsikan sebagai pusat informasi. Melalui posko tersebut, pengguna jalan mendapatkan pemberitahuan mengenai titik-titik rawan selama periode Nataru.

"Nanti posko saat Nataru, di situ disampaikan titik-titik rawan agar pengendara bisa lebih waspada. Jadi, disampaikan bahwa di sini ada titik rawan," kata Ihsan.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata

Latest News Sulawesi Selatan

See More