Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Siaga El Nino, Pemkot Makassar Perkuat Antisipasi Krisis Air

Siaga El Nino, Pemkot Makassar Perkuat Antisipasi Krisis Air
Warga mengangkut jeriken berisi air bersih di Kelurahan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (16/9/2020). ANTARA FOTO/Arnas Padda
Intinya Sih
  • Pemerintah Kota Makassar mempercepat langkah antisipasi menghadapi potensi El Nino 2026 dengan memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mengurangi risiko kekeringan, gangguan kesehatan, dan dampak ekonomi.
  • BPBD ditunjuk sebagai pusat komando penanganan krisis air bersih, dengan seluruh OPD dan camat diminta bergerak terpadu melalui perencanaan teknis hingga simulasi lapangan yang konkret.
  • Enam kecamatan teridentifikasi paling rawan terdampak El Nino, dan Pemkot menyiapkan operasi terpadu serta membuka peluang pendanaan eksternal guna memperkuat kesiapsiagaan menghadapi puncak dampak hingga Oktober 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times – Pemerintah Kota Makassar mempercepat langkah antisipasi menghadapi potensi musim kemarau ekstrem akibat fenomena El Nino 2026. Kesiapsiagaan lintas sektor mulai diperkuat untuk mengurangi risiko kekeringan, gangguan kesehatan, hingga dampak ekonomi.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan kesiapan menghadapi El Nino bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Hal ini disampaikannya saat memimpin rapat koordinasi bersama seluruh OPD dan camat se-Kota Makassar di Balai Kota, Kamis (16/4/2026).

1. BPBD jadi pusat komando, fokus antisipasi krisis air

IMG_20260409_132719.jpg
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin meninjau kondisi Pasar Sentral (New Makassar Mall), Kamis (9/4/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Munafri menegaskan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akan menjadi leading sector dalam penanganan dampak El Nino, khususnya terkait krisis air bersih. Seluruh OPD dan camat diminta bergerak terpadu dalam satu sistem komando.

Ia menekankan pentingnya perencanaan yang detail hingga ke level teknis, mulai dari sumber air, armada distribusi, hingga mekanisme penyaluran ke masyarakat. Menurutnya, simulasi harus konkret agar respons di lapangan berjalan cepat dan tepat.

“Kita tidak boleh hanya merencanakan, tapi harus siap eksekusi. Semua harus terukur dan bisa dijalankan,” tegasnya.

2. Dampak meluas: kebakaran, penyakit hingga ancaman pangan

Ilustrasi El Nino, Netral, dan La Nina (BMKG.go.id)
Ilustrasi El Nino, Netral, dan La Nina (BMKG.go.id)

Pemkot Makassar mengantisipasi dampak berantai dari El Nino, mulai dari meningkatnya risiko kebakaran akibat cuaca kering hingga lonjakan kasus penyakit seperti ISPA, dehidrasi, dan penyakit kulit.

Selain itu, potensi gangguan terhadap sektor pangan juga menjadi perhatian. Kekeringan berkepanjangan dikhawatirkan memicu gagal panen yang berdampak pada kenaikan harga bahan pokok.

Munafri juga mengingatkan pentingnya komunikasi publik agar tidak menimbulkan kepanikan, termasuk tekanan terhadap layanan air bersih. Seluruh petugas lapangan diminta siaga, termasuk penggunaan alat pelindung diri saat bertugas.

3. Enam kecamatan rawan, operasi terpadu disiapkan

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meninjau pemasangan sambungan air bersih di Kecamatan Tallo, Selasa (9/12/2025). (Dok. Humas Pemkot Makassar)
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meninjau pemasangan sambungan air bersih di Kecamatan Tallo, Selasa (9/12/2025). (Dok. Humas Pemkot Makassar)

Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Fadli Tahar, menyebut terdapat enam kecamatan yang diprediksi paling terdampak, yakni Tallo, Panakkukang, Tamalanrea, Biringkanaya, Manggala, dan Ujung Tanah. Wilayah Tallo menjadi yang paling rawan, terutama kawasan Buloa.

Ia menjelaskan, puncak dampak El Nino diperkirakan terjadi hingga Oktober 2026. Saat ini BPBD telah memasuki tahap prasiaga dengan melakukan survei lapangan untuk memastikan kondisi terkini.

Untuk memperkuat penanganan, Pemkot Makassar juga menyiapkan operasi terpadu satu komando yang melibatkan berbagai pihak, termasuk organisasi kemanusiaan dan relawan. Selain itu, peluang pendanaan eksternal juga dibuka agar penanganan tidak hanya bergantung pada APBD.

“Krisis air menjadi dampak paling awal dan paling terasa, sehingga harus diantisipasi sejak sekarang,” ujarnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More