Masih Pakai Ioniq 5, Wali Kota Makassar Tak Beli Mobil Dinas Baru

- Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memutuskan tidak membeli mobil dinas baru tahun ini demi efisiensi anggaran dan pemanfaatan kendaraan yang sudah ada.
- Kendaraan dinas seperti Hyundai Ioniq 5 masih dianggap layak pakai serta lebih hemat karena menggunakan tenaga listrik tanpa BBM.
- Munafri menegaskan seluruh pengadaan mobil dinas, termasuk untuk Wali Kota dan Wakil Wali Kota, resmi ditunda sepanjang tahun berjalan.
Makassar, IDN Times - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memastikan tidak akan mengadakan mobil dinas baru pada tahun ini. Keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan efisiensi anggaran serta pemanfaatan kendaraan operasional yang sudah tersedia di lingkungan Pemerintah Kota Makassar.
Kendaraan operasional yang digunakan saat ini masih berasal dari armada pemerintahan sebelumnya. Salah satunya mobil listrik Hyundai Ioniq 5 yang kini dipakai sebagai kendaraan dinas harian Wali Kota.
1. Kendaraan dinas masih layak pakai

Munafri menyebut kendaraan dinas yang ada masih tergolong layak pakai, sehingga belum ada kebutuhan untuk pengadaan baru. Dia juga menilai kondisi medan di Kota Makassar tidak menuntut kendaraan dengan spesifikasi khusus.
Penggunaan mobil listrik tersebut juga dinilai lebih efisien karena tidak memerlukan bahan bakar minyak (BBM). Hal ini sekaligus mendukung efisiensi operasional.
"Mobil murah, pikir saya. Jadi begini, kan saya pikir mobil itu mungkin sesuai dengan kebutuhan teman-teman," kata Munafri di Balai Kota Makassar, Kamis (17/4/2026).
2. Pengadaan kendaraan dinas belum mendesak

Munafri menegaskan sistem pengadaan kendaraan dinas saat ini belum menjadi kebutuhan mendesak sehingga ditunda. Menurutnya, prioritas pemerintah kota adalah memaksimalkan aset yang sudah ada.
"Kalau di Kota Makassar ini kan tidak ada medan yang harus naik gunung, turun gunung," katanya.
Saat baru dilantik, Munafri menyebut kendaraan operasional yang tersedia terdiri dari Hyundai Ioniq 5 dan Toyota Alphard keluaran 2022. Dka kemudian mempertanyakan urgensi pengadaan kendaraan baru di tengah ketersediaan armada yang masih layak digunakan tersebut.
"Makanya saya bilang, ya sudah, kita tidak usah belanja mobil operasional baru. Saya pakai aja yang ada. Jadi akhirnya saya putuskan untuk saya naik mobil Ioniq yang ada, yang mobil listrik itu," katanya.
3. Munafri tegaskan tidak ada pengadaan mobil dinas baru

Munafri juga memastikan keputusan tersebut sekaligus menunda seluruh pengadaan kendaraan dinas baru. Kebijakan ini berlaku bagi pejabat Wali Kota maupun Wakil Wali Kota.
"Tahun ini saya pastikan tidak ada pengadaan ya, tidak ada pengadaan mobil dinas atau mobil operasional Wali Kota maupun Wakil Wali Kota," katanya.


















