Munafri Pastikan Pete-pete Laut Segera Beroperasi Layani Warga Pulau

- Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memastikan layanan pete-pete laut segera diluncurkan setelah persiapan teknis dan koordinasi dengan pemerintah pusat menunjukkan hasil positif.
- Layanan ini akan memiliki trayek tetap yang menghubungkan pulau-pulau sekitar Makassar, dimulai dengan satu kapal percontohan sambil menunggu tambahan armada dari pemerintah pusat.
- Uji coba pete-pete laut dijadwalkan mulai Mei 2026, dengan akses gratis bagi warga kepulauan untuk meningkatkan konektivitas meski masih ada tantangan cuaca dan infrastruktur dermaga.
Makassar, IDN Times - Aktivitas di wilayah pesisir Makassar segera memasuki babak baru. Pemkot menyiapkan layanan transportasi laut antarpulau yang dikenal sebagai pete-pete laut, yang akan melayani mobilitas warga kepulauan dalam waktu dekat.
Wali Kota Munafri Arifuddin memastikan program tersebut segera diluncurkan setelah berbagai persiapan teknis dan koordinasi dengan pemerintah pusat menunjukkan perkembangan.
"Kita sudah punya satu percobaan, nanti kita akan launching untuk percontohan itu," kata Munafri, Rabu (15/4/2026).
1. Tambahan armada dari pusat segera diserahkan

Selama ini, perjalanan antarpulau masih bergantung pada kapal sewaan atau perahu tradisional dengan biaya yang tidak selalu terjangkau. Kehadiran pete-pete laut diharapkan menjadi jawaban atas keterbatasan tersebut.
Munafri menjelaskan, tambahan armada kapal dari pemerintah pusat juga telah masuk tahap alokasi untuk memperkuat layanan tersebut.
"Iya, nanti kita minta tambahan armada dari Direktur Perhubungan Laut. Nah, itu sudah dialokasikan, mudah-mudahan ada kapal yang dialokasikan. Satu dalam waktu dekat akan masuk proses penyerahan," katanya.
2. Disiapkan trayek tetap antarpulau

Layanan ini dirancang menyerupai angkutan pete-pete di darat, dengan trayek tetap yang menghubungkan pulau satu ke pulau lainnya. Pemkot menyiapkan satu unit kapal sebagai tahap awal, sambil menunggu tambahan armada guna memperluas jangkauan layanan.
Sejumlah rute telah disurvei oleh Dinas Perhubungan, mencakup lintasan dari daratan menuju pulau-pulau seperti Pulau Barrang Lompo hingga wilayah terluar seperti Pulau Lanjukang dan Pulau Langkai. Perhitungan waktu tempuh dan kebutuhan bahan bakar menjadi bagian dari kajian operasional sebelum layanan berjalan penuh.
"Kita pastikan bahwa kapal itu akan menjadi alat transportasi masyarakat di pulau-pulau untuk menghubungkan antar pulau. Jadi seperti pete-pete yang memutari trayek yang ada," kata Munafri.
3. Uji coba dijadwalkan mulai Mei 2026

Di sisi lain, kondisi geografis dan cuaca masih menjadi tantangan. Kapal yang digunakan berupa kapal kayu dengan kecepatan terbatas sehingga jadwal pelayaran akan disesuaikan dengan kondisi laut. Infrastruktur dermaga di beberapa pulau juga belum sepenuhnya mendukung.
Meski begitu, respons warga kepulauan disebut cukup tinggi. Banyak warga selama ini harus patungan menyewa kapal saat kondisi darurat atau untuk kebutuhan mendesak.
Pemkot menargetkan peluncuran awal dilakukan dalam waktu dekat melalui tahap uji coba. Layanan ini direncanakan dapat diakses gratis oleh masyarakat, seiring upaya membuka konektivitas yang lebih merata di wilayah kepulauan.
"Mudah-mudahan bulan Mei sudah bisa kita mulai. Kita akan soft launching dulu, kemudian trial untuk melihat bagaimana perkembangannya," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Muhammad Rheza.
















