Munafri Dorong Pemerataan di Wilayah Pulau Kota Makassar

- Munafri Arifuddin menutup Safari Ramadan di Pulau Barrang Lompo sambil meninjau kondisi infrastruktur dan menegaskan pentingnya pemerataan pembangunan antara wilayah daratan dan kepulauan.
- Pemerintah Kota Makassar fokus memperbaiki fasilitas pendidikan, memberi insentif tenaga medis, serta memperkuat distribusi logistik dan transportasi laut melalui program pete-pete laut antarpulau.
- Pemkot menargetkan listrik 24 jam dengan energi terbarukan dan memperluas jaminan sosial bagi pekerja rentan di kepulauan, sembari mengimbau warga menjaga kebersihan serta ketertiban lingkungan.
Makassar, IDN Times - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menutup rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah di wilayah kepulauan. Penutupan tersebut berlangsung dengan peninjauan langsung kondisi masyarakat di Pulau Barrang Lompo, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Rabu (18/3/2026).
Munafri bersama rombongan menyusuri sejumlah titik di pulau, termasuk ruas jalan yang mengalami kerusakan dan fasilitas umum yang membutuhkan perbaikan. Dia meninjau langsung kondisi tersebut sembari berdialog dengan warga dan perangkat setempat.
"Sejak awal saya selalu Tekankan bahwa pemerataan pembangunan antara daratan dan Kepulauan harus berimbang, itu sebabnya perhatian kami selalu untuk pembangunan di Kecamatan Kepulauan," kata Munafri.
1. Soroti pendidikan dan layanan kesehatan di kepulauan

Di sektor pendidikan, perhatian diarahkan pada sarana sekolah dan kondisi tenaga pengajar. Pemerintah kota menargetkan peningkatan fasilitas pendidikan di wilayah kepulauan, sekaligus memastikan distribusi tenaga pendidik berjalan merata.
Sementara di sektor kesehatan, tenaga medis yang bertugas di pulau menjadi salah satu fokus perhatian. Pemerintah menyiapkan tambahan insentif sebagai bentuk dukungan terhadap layanan kesehatan di wilayah dengan akses terbatas.
2. Perkuat distribusi logistik dan rencana transportasi laut

Kondisi geografis kepulauan juga menjadi perhatian dalam aspek distribusi logistik. Saat cuaca buruk dan gelombang tinggi, pasokan bahan pangan kerap terhambat. Pemerintah kota pun menyiapkan skema penguatan distribusi agar kebutuhan pokok tetap tersedia bagi warga.
"Pulau ini rawan ketika ombak tinggi. Karena itu, kita harus membangun kekuatan logistik agar distribusi kebutuhan masyarakat tetap berjalan baik," tuturnya.
Dalam kunjungan tersebut, Munafri juga memaparkan rencana pengembangan transportasi laut antarpulau melalui program pete-pete laut. Layanan ini dirancang sebagai moda transportasi terjadwal yang menghubungkan pulau-pulau tanpa harus melalui daratan utama Kota Makassar.
"Kapal rute pulau ini, akan melayani antar pulau setiap hari. Kita mulai dengan satu unit untuk melihat skema terbaik, lalu akan dikembangkan sesuai kebutuhan," katanya.
3. Target listrik 24 jam dan perluasan jaminan sosial

Program lain yang disorot adalah penyediaan listrik selama 24 jam di wilayah kepulauan. Pemerintah kota tengah mengkaji opsi pemenuhan energi, termasuk pemanfaatan sumber energi terbarukan seperti panel surya.
"Insyaallah paling lambat tahun depan, listrik 24 jam di Pulau Barrang Lompo bisa terealisasi," kata Munafri.
Selain itu, perlindungan sosial bagi masyarakat turut menjadi bagian dari agenda. Pemkot mencatat puluhan ribu warga telah terdaftar dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan, dengan target penambahan peserta dari kelompok pekerja rentan, termasuk di wilayah kepulauan.
Munafri juga mengingatkan kondisi kepadatan penduduk di Pulau Barrang Lompo yang mencapai sekitar 6.000 jiwa. Warga diimbau menjaga kebersihan lingkungan dan ketertiban wilayah.
"Pulau ini bukan hanya tanggung jawab camat atau kapolsek. Ini tanggung jawab kita semua. Tidak ada perbedaan, semua masyarakat harus mendapat perhatian yang sama," katanya.


















