Tumbuh 6,88 Persen, Ini Motor Penggerak Ekonomi Sulsel di Awal 2026

- Perekonomian Sulawesi Selatan tumbuh 6,88 persen pada triwulan I 2026 dengan PDRB mencapai Rp191,28 triliun, menunjukkan tren positif meski sempat kontraksi musiman sebesar 3,30 persen.
- Pertumbuhan didorong sektor administrasi pemerintahan yang naik 20,56 persen serta konsumsi pemerintah meningkat 35,14 persen; sementara pertanian dan perdagangan tetap jadi penopang utama ekonomi daerah.
- Pemprov Sulsel menilai capaian ini hasil sinergi pemerintah dan masyarakat, berkomitmen menjaga momentum pertumbuhan inklusif melalui kebijakan produktif dan penciptaan lapangan kerja berkelanjutan.
Makassar, IDN Times – Perekonomian Sulawesi Selatan mencatatkan performa positif pada triwulan I tahun 2026 dengan angka pertumbuhan mencapai 6,88 persen secara tahunan (year-on-year). Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan, besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku pada tiga bulan pertama telah menyentuh angka Rp191,28 triliun, sementara atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp104,07 triliun.
Lonjakan ekonomi ini menunjukkan tren positif yang sangat stabil jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (triwulan I-2025). Meskipun secara triwulanan (quarter-to-quarter) ekonomi Sulsel mengalami kontraksi sebesar 3,30 persen karena pola musiman, fondasi ekonomi regional dinilai tetap kokoh karena mayoritas lapangan usaha tetap menunjukkan pertumbuhan positif yang konsisten di tengah dinamika ekonomi nasional.
1. Struktur ekonomi didominasi sektor administrasi pemerintah

Ketajaman pertumbuhan ekonomi pada awal tahun ini dipicu secara signifikan oleh performa positif dari lapangan usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib yang melesat hingga 20,56 persen (y-on-y). Sektor-sektor strategis lainnya juga memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan, seperti Jasa Lainnya yang tumbuh 11,67 persen, sektor Transportasi dan Pergudangan sebesar 11,43 persen, serta sektor Informasi dan Komunikasi yang meningkat 10,03 persen.
Dari sisi pengeluaran, geliat ekonomi didorong oleh lonjakan tajam pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi mencapai 35,14 persen (y-on-y). Sementara itu, Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) yang memegang peran vital dalam struktur ekonomi tetap tumbuh solid sebesar 5,07 persen, serta investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang ikut menguat dengan pertumbuhan sebesar 6,91 persen dibandingkan triwulan pertama tahun lalu.
2. Ketahanan sektor pertanian dan perdagangan penopang utama

Dilihat dari kontribusinya, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih menjadi tulang punggung utama ekonomi Sulawesi Selatan dengan kontribusi sebesar 23,71 persen terhadap total PDRB. Disusul oleh sektor Perdagangan Besar dan Eceran serta Reparasi Mobil dan Sepeda Motor yang memberikan sumbangan sebesar 15,31 persen, serta sektor Industri Pengolahan yang berkontribusi sebesar 12,39 persen dalam menggerakkan ekonomi daerah.
Ketahanan sektor-sektor utama ini menunjukkan bahwa struktur ekonomi Sulawesi Selatan memiliki diversifikasi yang baik sehingga mampu merespons perubahan pasar dengan cepat. Dengan total ekspor barang dan jasa yang juga tumbuh 3,77 persen pada triwulan ini, Sulawesi Selatan semakin memantapkan posisinya sebagai hub ekonomi utama di Kawasan Timur Indonesia yang siap menuju transformasi daerah yang lebih maju dan berdaya saing global.
3. Pemprov: dampak nyata penguatan struktur ekonomi daerah

Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Sulawesi Selatan, Syamsul, menyatakan bahwa capaian ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa arah kebijakan yang diambil pemerintah mulai menunjukkan dampak nyata pada penguatan struktur ekonomi daerah yang lebih produktif.
“Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan yang mencapai 6,88 persen ini menunjukkan bahwa arah kebijakan pembangunan yang difokuskan pada sektor produktif dan penciptaan lapangan kerja mulai memberikan hasil nyata. Pemerintah Provinsi akan terus menjaga momentum ini agar pertumbuhan tetap berkualitas dan inklusif,” kata Syamsul dalam keterangan yang dikutip, Kamis (7/5/2026).
Ia menambahkan, Pemprov Sulsel akan terus memperkuat program yang berdampak langsung terhadap masyarakat, terutama dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, serta menjaga stabilitas ekonomi daerah. Menurutnya, konsistensi kebijakan akan menjadi faktor penentu agar tren positif ini dapat terus berlanjut hingga akhir tahun anggaran.



















