Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Buruh Tani Maros Jadi Ikon Haji Global, Berangkat di Usia 70

Buruh Tani Maros Jadi Ikon Haji Global, Berangkat di Usia 70
Jumaria (70), jemaah haji asal Kabupaten Maros, Sulsel, yang kisahnya jadi inspirasi ikon haji global. (dok. Kemenhaj Maros)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Jumaria, buruh tani berusia 70 tahun asal Maros, terpilih jadi ikon global program Makkah Route 2026 berkat kisah hidup sederhana dan perjuangannya menabung demi berhaji.
  • Kisah Jumaria diangkat dalam film dokumenter pendek oleh tim Makkah Route setelah melalui seleksi dari dua kandidat jemaah inspiratif yang diajukan Kemenhaj Maros.
  • Proses pengambilan gambar dilakukan langsung di rumah Jumaria dengan pendampingan Kemenhaj, menyoroti ketekunan dan keyakinannya sebagai pesan inspiratif bagi umat Muslim.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times - Kisah seorang buruh tani asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, diangkat menjadi ikon global dalam program Makkah Route tahun 2026. Dia adalah Jumaria (70), jemaah haji yang menjalani kehidupan sederhana dan menabung selama bertahun-tahun demi bisa berangkat ke Tanah Suci.

Kisah Jumaria diangkat dalam bentuk film dokumenter singkat. Videonya diunggah melalui akun Instagram Makkah Route.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Maros, Ahmad Ihyaddin, menjelaskan penunjukan tersebut berawal dari kesempatan yang diberikan Kanwil Kemenhaj Sulsel kepada Maros. Kesempatan itu untuk menghadirkan profil jemaah haji inspiratif.

"Kanwil memberikan kesempatan dan menunjuk Kabupaten Maros sebagai ikon dari tim Makkah Route dengan memberikan kesempatan kepada jemaah haji Maros untuk diambil gambar dan profilnya dan dibuat dalam bentuk film dokumenter," kata Ahmad saat dihubungi IDN Times, Rabu (6/5/2026).

Makkah Route adalah layanan fast track atau jalur cepat keimigrasian Arab Saudi yang memungkinkan calon jemaah haji menyelesaikan proses pemeriksaan dokumen, paspor, biometrik, dan bea cukai di bandara keberangkatan Indonesia (seperti Soekarno-Hatta, Juanda, Hasanuddin). Jemaah tidak perlu lagi antre panjang di bandara Jeddah/Madinah.

1. Hidup sendiri dan menabung dari upah buruh tani

Jumaria (70), jemaah haji asal Kabupaten Maros, Sulsel, yang kisahnya jadi inspirasi ikon haji global. (dok. Instagram/makkahroute))
Jumaria (70), jemaah haji asal Kabupaten Maros, Sulsel, yang kisahnya jadi inspirasi ikon haji global. (dok. Instagram/makkahroute))

Jumaria diketahui hidup seorang diri di wilayah Kecamatan Tanralili, Maros. Dia bekerja sebagai buruh tani dengan sistem bagi hasil dari sawah yang digarap.

Setiap kali panen, dia memperoleh upah sekitar Rp200 ribu. Dari jumlah tersebut, separuh digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, sementara sisanya disisihkan untuk tabungan haji.

"Setiap dia menggarap sawah orang, ketika panen itu diberikan upah Rp200 ribu, Rp100 ribunya itu dia pakai belanja, Rp100 ribunya lagi dia simpan," kata Ahmad.

Selama bertahun-tahun, tabungan tersebut dikumpulkan secara konsisten hingga akhirnya cukup untuk mendaftar haji pada 2010. Setelah menunggu sekitar 15 tahun, Jumaria berangkat pada musim haji 2026.

"Kalau tidak dibawa bantalnya dia simpan, ada tempat-tempat penyimpanan uangnya. Dari situ kemudian dia terus mendapatkan rezeki, akhirnya sedikit demi sedikit menabung," katanya.

2. Ditemukan saat manasik lalu diusulkan jadi ikon

Ahmad mengaku pertama kali mengenal Jumaria saat kegiatan manasik haji. Dia melihat kebiasaan Jumaria yang selalu datang lebih awal dan menjalani seluruh proses dengan tekun.

"Kalau kegiatan manasik dimulai jam 8, dia sudah datang jam 7. Dan terkadang dia pulang terlambat sehingga saya tanya siapa yang antar kita, siapa yang jemput kita,diai bilang kemanakannya," katanya.

Saat mengunjungi rumah Jumaria, Ahmad melihat langsung kondisi kehidupan yang sederhana dan terpencil. Hal ini kemudian mendorongnya mengusulkan nama Jumaria kepada tim Makkah Route.

Menurut Ahmad, kehidupan Jumaria sangat layak dijadikan ikon dalam proyek tersebut. Penilaian itu muncul dari pengamatan langsung terhadap keseharian dan perjuangannya.

"Bagaimana kehidupan seorang muslim di Maros itu saking kuatnya keyakinan dan keimanannya sehingga mereka siap menabung, rela, tulus untuk kemudian bisa menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci," katanya.

3. Dipilih dari dua kandidat jemaah inspiratif

Jumaria (70), jemaah haji asal Kabupaten Maros, Sulsel, yang kisahnya jadi inspirasi ikon haji global. (dok. Instagram/makkahroute))
Jumaria (70), jemaah haji asal Kabupaten Maros, Sulsel, yang kisahnya jadi inspirasi ikon haji global. (dok. Instagram/makkahroute))

Dalam proses seleksi, Ahmad mengusulkan dua nama jemaah. Namun, tim Makkah Route akhirnya memilih Jumaria karena dinilai memiliki kisah yang lebih kuat dan unik.

"Kalau ibu Jumaria memang sama sekali tidak ada suami, tidak ada anak, dia memang selama ini hidupnya itu sendiri," kata Ahmad.

Tim Makkah Route dari Arab Saudi kemudian datang langsung ke Maros untuk mendokumentasikan kehidupan Jumaria. Proses pengambilan gambar berlangsung sekitar tiga jam dengan pendampingan dari pihak Kemenhaj Maros.

"Kita berikan pemahaman sekaligus ketika ibu Jumaria misalnya ada hal yang ingin dia katakan, kita juga sampaikan kepada tim Makkah Route dalam bahasa Arab. Begitu juga sebaliknya," kata Ahmad.

4. Pesan ketekunan dan keyakinan

Petugas imigrasi Arab Saudi memeriksa dokumen jamaah calon haji yang menggunakan layanan Fast Track Haji Makkah Route. (ANTARA FOTO/Umarul F
Petugas imigrasi Arab Saudi memeriksa dokumen jamaah calon haji yang menggunakan layanan Fast Track Haji Makkah Route. (ANTARA FOTO/Umarul Faruq)

Kisah Jumaria diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi umat Muslim. Terutama bagi mereka yang ingin menunaikan ibadah haji namun menghadapi keterbatasan ekonomi atau kondisi hidup tertentu.

Ahmad mengutip firman Allah SWT dalam QS. Ali Imran ayat 97, "walillahi ‘alan nasi hijjul baiti manistatha ilaihi sabila," yang menegaskan kewajiban haji bagi setiap Muslim yang mampu. Dia juga menyinggung seruan Nabi Ibrahim kepada umat manusia untuk mengunjungi Baitullah.

Menurutnya, ketika panggilan Allah telah datang, selalu ada jalan bagi setiap orang untuk menunaikan ibadah haji. Solusi akan terbuka, sehingga umat Islam dapat datang ke Baitullah dari berbagai penjuru dengan cara yang dimudahkan.

"Jangan putus asa, jangan cepat berserah diri, tetap sabar, jaga kesabaran, perkuat ketakwaan, ikhlas, berjuang dan bekerja secara maksimal, bersungguh-sungguh, ada niat, pasti ada jalan untuk menunaikan ibadah haji di tanah suci Makkah dan Madinah," kata Ahmad.

Share
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More