Pemakaman di Makassar Nyaris Penuh, Pemkot Lirik Maros untuk Lahan Baru

- Ketersediaan lahan pemakaman di Makassar makin menipis, sejumlah TPU seperti Sudiang dan Panaikang sudah hampir penuh dan mulai membatasi pemakaman baru untuk umum.
- Pemerintah Kota Makassar menjajaki wilayah Maros, khususnya Desa Benteng Gajah di Kecamatan Tompobulu, sebagai opsi pengembangan lahan pemakaman baru sambil menunggu kajian teknis lanjutan.
- Kebutuhan lahan pemakaman baru diperkirakan mencapai 10–20 hektare dan akan disesuaikan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah agar sesuai regulasi serta mendukung keberlanjutan penggunaan ruang.
Makassar, IDN Times - Ketersediaan lahan pemakaman di Kota Makassar semakin terdesak. Sejumlah Tempat Pemakaman Umum (TPU) kini berada di ambang kapasitas, bahkan beberapa di antaranya tidak lagi menerima pemakaman baru untuk umum.
Kondisi ini terlihat di TPU Sudiang dan TPU Panaikang yang mengalami kepadatan tinggi. Ruang yang tersisa semakin terbatas seiring meningkatnya kebutuhan pemakaman warga dari waktu ke waktu.
Anggota DPRD Makassar, Muchlis Misbah, menyoroti kondisi lahan pemakaman di kota tersebut. Dia menilai situasinya sudah berada pada tahap mengkhawatirkan.
"Pekuburan di Makassar ini sudah mulai penuh, seperti di Sudiang dan Panaikang, termasuk di beberapa titik lainnya. Ini harus segera diantisipasi," kata Muchlis, Rabu (6/5/2026).
1. Sejumlah TPU batasi pemakaman umum

Di sejumlah lokasi, pembatasan mulai diberlakukan. Lahan yang masih tersedia diprioritaskan untuk keluarga yang telah memiliki petak sebelumnya, sementara permintaan pemakaman baru dari masyarakat umum semakin sulit terpenuhi.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengakui tekanan terhadap ketersediaan lahan pemakaman semakin terasa. Kondisi itu terjadi seiring kepadatan penduduk di Kota Makassar.
"Sekarang sudah kita lihat dan datangi beberapa lokasi, termasuk di Maros. Makassar kan relatif sudah sangat padat," kata Munafri.
2. Maros jadi opsi dan lokasi Tompobulu mulai disurvei

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota Makassar mulai melirik wilayah penyangga di luar kota. Sejak beberapa tahun terakhir, Kabupaten Maros menjadi salah satu opsi untuk pengembangan lahan pemakaman baru.
Lokasi yang mulai disasar berada di Desa Benteng Gajah, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros. Kawasan ini dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai area pemakaman baru, meski masih menunggu kajian teknis lebih lanjut.
"Sudah ada beberapa lokasi yang kita lihat, tetapi secara teknis masih perlu ditinjau lebih dalam, misalnya karena adanya kemiringan lahan," kata Munafri.
3. Kebutuhan lahan diproyeksi 10-20 hektare

Pemerintah kota memperkirakan kebutuhan lahan pemakaman baru berada pada kisaran 10 hingga 20 hektare. Luas tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.
Munafri menyampaikan langkah ini akan disesuaikan dengan ketentuan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di masing-masing daerah. Hal tersebut untuk memastikan kesesuaian regulasi serta keberlanjutan pemanfaatan ruang.
"Alternatifnya memang mengarah ke luar wilayah kota, sepanjang tata ruangnya memungkinkan untuk pengembangan lahan pekuburan," katanya.
Dalam beberapa tahun terakhir, penambahan area pemakaman tidak sebanding dengan kebutuhan yang terus meningkat. Sejumlah TPU lama bahkan telah lebih dulu ditutup karena tidak lagi mampu menampung jenazah.


















