Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

BPS: Pekerja di Sulsel 5 Juta Orang, Pengangguran 247,12 Ribu

BPS: Pekerja di Sulsel 5 Juta Orang, Pengangguran 247,12 Ribu
Infografis tingkat pengangguran terbuka (TPT) Provinsi Sulsel pada Februari 2026. (Dok. BPS Sulsel)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Tingkat Pengangguran Terbuka Sulsel Februari 2026 tercatat 4,95 persen dengan total angkatan kerja mencapai lima juta orang dan pengangguran sebanyak 247,12 ribu orang.
  • Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih jadi penyerap tenaga kerja terbesar di Sulsel dengan porsi 34,06 persen, disusul perdagangan serta industri.
  • Mayoritas pekerja di Sulsel berpendidikan SD ke bawah sebesar 36,68 persen, sementara lulusan pendidikan tinggi hanya 14,27 persen dari total penduduk bekerja.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Sulawesi Selatan pada Februari 2026 tercatat sebesar 4,95 persen. Angka ini turun tipis dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di angka 4,96 persen.

Data tersebut menunjukkan bahwa dari setiap 100 orang angkatan kerja, sekitar lima orang di antaranya masih belum terserap di pasar kerja. Data dikutip dari siaran berita resmi statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Rabu (6/6/2026).

Menurut BPS, pengangguran adalah penduduk usia 15 tahun ke atas yang tidak bekerja tapi sedang mencari pekerjaan; mempersiapkan usaha baru; sudah diterima bekerja/sudah siap berusaha tetapi belum mulai bekerja/berusaha; atau merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan (putus asa). Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur tenaga kerja yang tidak terserap oleh pasar kerja dan menggambarkan kurang termanfaatkannya pasokan tenaga kerja.

1. Angkatan kerja tembus 5 juta orang

Ilustrasi buruh, pekerja (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi buruh, pekerja (IDN Times/Arief Rahmat)

Jumlah angkatan kerja di Sulawesi Selatan pada Februari 2026 mencapai lima juta orang. Angka ini meningkat 179,23 ribu orang dibanding Februari 2025. Sementara itu, jumlah penduduk yang bekerja tercatat sebanyak 4,75 juta orang atau bertambah 170,90 ribu orang secara tahunan.

Di sisi lain, jumlah pengangguran juga mengalami kenaikan menjadi 247,12 ribu orang, atau bertambah 8,32 ribu orang dibandingkan tahun sebelumnya. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tercatat sebesar 67,59 persen, naik 1,59 persen poin dibanding Februari 2025.

Data yang sama menunjukkan bahwa tingkat setengah pengangguran di Sulsel turun menjadi 6,17 persen. Artinya, dari setiap 100 orang yang bekerja, sekitar enam orang masih bekerja di bawah jam kerja normal dan berpotensi mencari pekerjaan tambahan.

2. Sektor pertanian masih dominan serap tenaga kerja

ilustrasi sawah, petani padi di Indonesia
ilustrasi sawah, petani padi di Indonesia (pexels.com/Mike van Schoonderwalt)

BPS mencatat sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Sulawesi Selatan. Jumlahnya mencapai 1,62 juta orang atau setara 34,06 persen dari total penduduk bekerja.

Sektor lain yang juga menyerap tenaga kerja cukup besar adalah perdagangan besar dan eceran sebesar 18,69 persen, serta industri sebesar 7,82 persen. Sementara itu, sebagian besar penduduk bekerja berada di sektor informal yang mencapai 63,13 persen atau sekitar 3 juta orang.

3. Mayoritas pekerja masih berpendidikan SD ke bawah

Ilustrasi buruh perempuan. (IDN Times/Dhana Kencana)
Ilustrasi buruh perempuan. (IDN Times/Dhana Kencana)

Dari sisi pendidikan, komposisi tenaga kerja di Sulawesi Selatan masih didominasi oleh lulusan SD ke bawah. Persentasenya mencapai 36,68 persen dari total penduduk bekerja pada Februari 2026.

Sementara itu, tenaga kerja dengan pendidikan tinggi (Diploma IV hingga S3) hanya sebesar 14,27 persen. Data ini menunjukkan struktur tenaga kerja masih didominasi oleh kelompok berpendidikan rendah.

BPS juga mencatat peningkatan pada proporsi pekerja penuh (minimal 35 jam per minggu) yang mencapai 62,49 persen. Angka ini naik 5,05 persen poin dibanding Februari 2025.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More