Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Miris! Imam Masjid di Palopo Dikeroyok usai Tegur Bocah Main Mikrofon

Miris! Imam Masjid di Palopo Dikeroyok usai Tegur Bocah Main Mikrofon
Ahmad (62), seorang imam masjid di Kota Palopo, menjadi korban pengeroyokan. Dok. Istimewa
Intinya Sih
  • Seorang imam masjid di Palopo bernama Ahmad (62) dikeroyok setelah menegur anak-anak yang bermain mikrofon masjid, menyebabkan luka serius hingga harus dirawat di rumah sakit.
  • Pengeroyokan terjadi tak lama setelah salat Asar, diduga dipicu teguran Ahmad terhadap anak-anak yang sebelumnya sering mengganggu dan merusak fasilitas masjid.
  • Polisi telah menangani kasus ini dengan memeriksa empat saksi serta memanggil terduga pelaku untuk dimintai keterangan, sambil menunggu hasil visum dari dokter.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times - Seorang imam masjid di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, menjadi korban pengeroyokan usai menegur sekelompok anak yang bermain menggunakan pengeras suara masjid.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di bagian wajah dan tubuh hingga harus menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Peristiwa itu menimpa Ahmad (62) di depan Masjid As Salam, Kelurahan Benteng, Kecamatan Wara Timur, Rabu (29/4/2026) sore, tak lama setelah ia memimpin salat Asar.

1. Dipukul dari arah belakang

(Ilustrasi pengeroyokan) IDN Times/Sukma Shakti
(Ilustrasi pengeroyokan) IDN Times/Sukma Shakti

Ahmad mengaku diserang secara tiba-tiba saat hendak pulang ke rumahnya yang berada tidak jauh dari masjid. Ia dipukul dari arah belakang hingga terjatuh setelah tersandung tumpukan pasir di sekitar lokasi.

“Saya dipukul tiba-tiba dari belakang. Waktu coba mundur, saya jatuh karena ada tumpukan pasir. Di situ saya dipukuli terus, dada saya diinjak, bahkan ada yang pukul pakai batu bata,” ujarnya.

Dugaan sementara, pengeroyokan tersebut dipicu oleh teguran Ahmad terhadap sejumlah bocah yang bermain di area masjid menjelang waktu salat Asar. Anak-anak itu disebut menggunakan mikrofon masjid untuk bercanda, bahkan sempat mengumandangkan azan di luar waktunya.

2. Sudah beberapa kali ditegur oleh korban

TOA masjid yang bakal digunakan KPU Magatan sosialisasi. IDN Times/ Riyanto.
TOA masjid yang bakal digunakan KPU Magatan sosialisasi. IDN Times/ Riyanto.

Anak korban, Harun, mengatakan ayahnya hanya bermaksud mengingatkan agar anak-anak tersebut tidak mengganggu aktivitas ibadah. Menurutnya, Ahmad sempat menjitak salah satu anak sebagai bentuk teguran.

“Belum masuk waktu Asar, mereka sudah main mikrofon, bahkan azan cuma untuk bercanda. Bapak hanya menegur supaya tidak diulangi,” kata Harun.

Ia menambahkan, kelompok anak tersebut sebelumnya juga beberapa kali diingatkan karena diduga merusak fasilitas masjid, termasuk melempari kaca bangunan.

Usai kejadian peneguran itu, Ahmad tetap memimpin salat Asar seperti biasa.

Namun, saat keluar dari masjid dan berjalan pulang, ia justru diadang oleh sejumlah pria dewasa yang kemudian melakukan pengeroyokan. “Tidak jauh dari rumah, tiba-tiba ada yang mengadang lalu memukul,” tutur Harun.

3. Polisi periksa empat orang

Ilustrasi borgol (IDN Times/Putra Gema Pamungkas)
Ilustrasi borgol (IDN Times/Putra Gema Pamungkas)

Terpisah, Kasi Humas Polres Palopo, AKP Marsuki, mengatakan pihak kepolisian telah menindaklanjuti laporan tersebut. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan untuk mengungkap peristiwa tersebut.

“Kasus ini sudah ditangani Polsek Wara. Penyidik telah memeriksa empat orang saksi dan masih menunggu hasil visum dari dokter untuk proses lebih lanjut,” jelasnya.

Polisi juga telah memanggil pihak-pihak yang diduga terlibat dalam pengeroyokan itu untuk dimintai keterangan. “Terduga pelaku sudah dipanggil ke Polsek Wara pada Senin, 4 Mei 2026,” pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More