Dibentuk Munafri, Relawan ATS Turun Tangan Jemput Anak Putus Sekolah

- Pemerintah Kota Makassar membentuk Relawan Tim Aksi Pengembalian Anak Tidak Sekolah (ATS) untuk menekan angka putus sekolah dan memastikan setiap anak mendapat hak pendidikan.
- Tim ATS melibatkan relawan lintas sektor yang turun langsung ke lapangan, mendata penyebab anak tidak sekolah, serta mendampingi mereka kembali ke sistem pendidikan formal.
- Program ini berbasis data untuk menentukan langkah penanganan dan target capaian, dengan evaluasi rutin agar penurunan angka putus sekolah di Makassar berjalan efektif.
Makassar, IDN Times - Pemerintah Kota Makassar membentuk Relawan Tim Aksi Pengembalian Anak Tidak Sekolah (ATS). Upaya ini bertujuan menekan angka putus sekolah. Wali Kota Munafri Arifuddin menyebut pembentukan tim tersebut bukan sekadar program administratif. Tim ini merupakan gerakan sosial yang menyasar langsung akar persoalan pendidikan.
"Melalui kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat, tim ini diharapkan mampu memastikan tidak ada lagi anak di Makassar yang tertinggal dari hak dasarnya untuk belajar, tumbuh, dan meraih masa depan yang lebih baik," kata Munafri, dikutip Senin (4/5/2026).
1. Fokus jemput anak putus sekolah

Fokus utama tim ini yakni menjemput kembali anak-anak yang putus sekolah. Anak-anak tersebut diarahkan kembali ke bangku pendidikan.
"Banyak sekali anak-anak kita yang terpaksa harus putus sekolah. Nah, ini yang harus kita pastikan mereka bisa kembali ke sekolah," lanjutnya.
2. Relawan identifikasi penyebab anak tidak sekolah

Tim ATS dirancang bekerja aktif di lapangan dengan melibatkan relawan dari berbagai unsur. Mereka akan menjalankan pendekatan langsung kepada masyarakat, mengidentifikasi penyebab anak tidak sekolah, hingga mendampingi proses pengembalian ke sistem pendidikan.
Munafri menegaskan pendidikan merupakan hak dasar setiap anak yang harus dipenuhi. Karena itu, pemerintah kota mengambil peran untuk memastikan seluruh anak tetap mendapatkan akses pendidikan.
"Artinya pendidikan formal yang harus mereka terima itu dijalankan dengan baik. Jadi itu menjadi tanggung jawab pemerintah kota untuk memastikan mereka bisa kembali ke bangku sekolah," katanya.
3. Penanganan berbasis data

Selain itu, pemerintah juga akan menggunakan data sebagai dasar dalam menentukan langkah penanganan serta target capaian program. Evaluasi akan dijalankan untuk menyesuaikan kapasitas tim dengan jumlah anak yang perlu dijangkau.
"Tim ini yang akan menjaring mereka, menjangkau langsung, dan memastikan proses pendidikan ini berjalan. Termasuk bagaimana kita menurunkan angka anak putus sekolah," katanya.
Melalui pembentukan Tim ATS, Pemkot Makassar menargetkan penurunan angka putus sekolah secara bertahap. Langkah ini juga untuk memastikan tidak ada anak yang kehilangan akses terhadap pendidikan.
"Makanya ini harus kita cocokkan dengan data di dinas, dan memang kita harus turun langsung ke bawah, solusinya lewat tim yang kita bentuk," katanya.


















