Muslim Life Fair Makassar: Pacu Ekonomi Syariah di Timur Indonesia

- Pemerintah Sulawesi Selatan resmi membuka Muslim Life Fair 2026 di Makassar, menjadi penyelenggaraan pertama di luar Pulau Jawa dan menandai kebangkitan ekosistem halal Indonesia Timur.
- Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menilai event ini mendorong pergerakan ekonomi daerah dengan melibatkan UMKM lokal serta pedagang dari luar Sulsel untuk memperkuat transaksi dan pertumbuhan ekonomi syariah.
- Event yang menghadirkan 113 tenant dan menargetkan transaksi Rp6 miliar ini diharapkan menarik hingga 40 ribu pengunjung serta memperkuat posisi Makassar sebagai pusat gaya hidup halal nasional.
Makassar, IDN Times – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan secara resmi membuka perhelatan Muslim Life Fair 2026 yang berlangsung di Summarecon Mutiara Makassar Convention Center (SMMCC), Kota Makassar, pada Jumat (1/5/2026).
Event yang ke-15 kalinya digelar ini mencatatkan sejarah sebagai penyelenggaraan pertama di luar Pulau Jawa, sekaligus mengukuhkan posisi Makassar sebagai pusat kebangkitan ekosistem halal di kawasan Indonesia Timur.
Event pertama di liar pulau Jawa

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyatakan apresiasinya atas inisiatif komunitas dalam menghadirkan pameran ini. "Ini adalah event pertama yang dilaksanakan di luar pulau Jawa. Kita berharap sebenarnya komunitas-komunitas ini mampu membawa semua event di Sulsel, sehingga ada transaksi, ada pergerakan ekonomi dan tentu akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Sulsel," ujar Andi Sudirman.
Lebih lanjut, ia menekankan kontribusi UMKM dalam pembangunan daerah. "Secara langsung dapat meningkatkan proses transaksi jual-beli yang ada di Sulsel dan lalu tadi bisa membawa pedagang dari luar 20% ke Sulsel. Itu suatu yang luar biasa dan ini kami apresiasi sekali," tambahnya.
Muslim Life Fair 2026 menjadi roda pendukung vital bagi pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia Timur

Dengan memfasilitasi UMKM halal lokal untuk bersanding dengan pelaku usaha dari luar daerah, kegiatan ini menciptakan ekosistem bisnis yang inklusif dan kompetitif.
Kehadiran pameran ini bukan sekadar ajang transaksi, melainkan momentum strategis bagi UMKM untuk naik kelas, memperluas jaringan pasar, dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat gaya hidup halal dunia.
Ketua Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI), Khaidir Khalid, menjelaskan bahwa event yang berlangsung hingga 3 Mei ini melibatkan 113 tenant, dengan komposisi 80 persen berasal dari Sulsel dan 20 persen dari pulau Jawa.
"Targetnya 20 ribu pengunjung selama pelaksanaan, namun optimistis jumlah tersebut dapat meningkat hingga 40 ribu pengunjung. Sementara itu, target transaksi dalam kegiatan ini dipatok mencapai Rp 6 miliar," ungkap Khaidir.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia Muslim Life Fair, Taufik Suryahidayat, menegaskan bahwa penyelenggaraan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun ekosistem halal di kawasan Indonesia Timur.
"Makassar bukan sekadar tuan rumah, tetapi sudah sangat siap menjadi pusat kebangkitan ekosistem halal di Indonesia Timur," ujarnya.


















