May Day Fest Makassar: Buruh Harap Kebijakan Pemerintah Memihak Rakyat

- Koalisi Gerakan Rakyat gunakan May Day Fest 2026 di Makassar untuk dorong kebijakan pemerintah yang lebih berpihak pada kesejahteraan rakyat, bukan sekadar seremoni tahunan.
- Perayaan di Lapangan Karebosi jadi wadah dialog lintas kelompok—buruh, petani, pedagang, mahasiswa—untuk sampaikan aspirasi dan evaluasi kebijakan yang belum berpihak.
- Akhmad Rianto tegaskan buruh bukan ancaman, melainkan penggerak ekonomi bangsa yang berperan penting dalam pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Makassar, IDN Times - Koalisi Gerakan Rakyat menjadikan peringatan Hari Buruh Internasional 2026 sebagai momentum untuk mendorong lahirnya kebijakan yang lebih berpihak pada kesejahteraan rakyat. Seruan ini disampaikan dalam perayaan May Day Fest yang digelar di Lapangan Karebosi, Jumat (1/5/2026).
Koordinator Koalisi Gerakan Rakyat, Akhmad Rianto, mengatakan peringatan tahun ini jangan hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan. Peringatan ini seharusnya menjadi ruang untuk menyampaikan tuntutan kebijakan secara langsung kepada pemerintah.
"Bagaimana kita bisa mengintervensi kebijakan dan bagaimana kebijakan-kebijakan yang dihasilkan oleh pemerintah itu bisa dapat mensejahterakan rakyat," kata Akhmad Rianto di hadapan peserta May Day Fest.
1. Turun ke jalan jadi tanda ada kebijakan yang perlu diperbaiki

Menurut Akhmad, perubahan konsep perayaan dari aksi jalanan ke kegiatan terpusat di Karebosi menjadi bagian dari upaya membangun pendekatan yang lebih dialogis. Melalui forum ini, berbagai kelompok masyarakat dapat menyampaikan aspirasi dalam satu ruang yang sama.
Dia menyebut kritik yang selama ini disuarakan buruh, petani, hingga pedagang kecil seharusnya dipandang sebagai masukan. Masukan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi kebijakan pemerintah.
"Berarti ada kebijakan-kebijakan yang harus diperbaiki. Ada kebijakan yang tidak berpihak sehingga kawan-kawan itu harus turun ke jalan," katanya.
2. Isu kesejahteraan jadi kepentingan seluruh masyarakat

Kegiatan May Day Fest di Makassar diikuti berbagai kelompok masyarakat, mulai dari buruh, petani, pedagang kaki lima, hingga mahasiswa. Sejumlah konfederasi serikat pekerja juga terlibat dalam kegiatan tersebut.
Kehadiran lintas kelompok ini, menurut Akhmad, menunjukkan bahwa isu kesejahteraan bukan hanya milik buruh. Isu tersebut menjadi kepentingan bersama seluruh lapisan masyarakat.
"Kita adalah komponen bangsa yang juga bisa ikut ambil bagian dalam proses pembangunan ini," katanya.
3. Tegaskan buruh sebagai penggerak ekonomi

Dalam kesempatan ini, Akhmad juga menegaskan posisi buruh sebagai bagian dari komponen bangsa yang memiliki peran dalam pembangunan. Dia menilai buruh bukan ancaman, melainkan kekuatan yang ikut menggerakkan perekonomian.
"Kita akan membuktikan bahwa buruh juga merupakan salah satu komponen bangsa, penggerak ekonomi bangsa yang mana kita seharusnya bisa bersama-sama untuk bisa membangun republik ini dengan baik," katanya.


















