May Day Fest 2026 di Makassar Jadi Ruang Interaksi Buruh-Pemerintah

- May Day Fest 2026 di Makassar digelar di Lapangan Karebosi sebagai ruang interaksi publik yang mempertemukan buruh, pemerintah, dan pengusaha dalam suasana kolaboratif.
- Wali Kota Munafri Arifuddin menyebut konsep baru ini lahir dari inisiatif serikat buruh dan masyarakat untuk menciptakan forum terbuka penyampaian aspirasi secara langsung.
- Kapolda Sulsel menurunkan 1.891 personel guna menjaga keamanan, sementara konsep terpusat dinilai efektif mengurangi gangguan aktivitas publik selama peringatan berlangsung.
Makassar, IDN Times - Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Makassar digelar dengan konsep berbeda. Kegiatan dipusatkan di Lapangan Karebosi sebagai ruang interaksi publik yang mempertemukan buruh, pemerintah, dan pengusaha dalam satu lokasi.
Perayaan bertajuk May Day Fest ini berlangsung di tribun Lapangan Karebosi, Jumat (1/5/2026), dengan melibatkan Koalisi Gerakan Rakyat Sulawesi Selatan. Pemusatan kegiatan ini menjadi upaya mengubah pola peringatan yang selama ini identik dengan aksi turun ke jalan menjadi forum yang lebih terorganisir.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyebut konsep ini lahir dari usulan kelompok masyarakat dan serikat buruh yang menginginkan ruang bersama untuk merayakan sekaligus menyampaikan aspirasi.
"Pada hari ini dilaksanakan dengan cara yang berbeda, atas inisiasi dari rekan-rekan Koalisi Gerakan Rakyat Sulawesi Selatan yang datang ke pemerintah kota untuk bersama-sama merayakan kegiatan ini di ruang interaksi masyarakat Kota Makassar," kata Munafri.
1. Karebosi jadi ruang interaksi publik

Menurut Munafri, Karebosi dipilih karena memiliki fungsi sebagai ruang publik yang terbuka bagi berbagai kalangan. Lokasi ini dinilai memungkinkan terjadinya interaksi langsung antara pekerja, pemerintah, dan pengusaha dalam suasana yang lebih kondusif.
Munafri mengatakan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi lintas pihak. Pemerintah kota, serikat pekerja, dan pengusaha terlibat dalam penyelenggaraan, termasuk dalam penyediaan dukungan teknis selama acara berlangsung.
"Kegiatan ini benar-benar merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dengan serikat pekerja dan para pengusaha di Kota Makassar," katanya.
Selain menjadi ajang perayaan, kegiatan ini juga diarahkan sebagai ruang komunikasi terbuka. Berbagai aspirasi buruh disampaikan langsung di lokasi, dengan kehadiran pemerintah sebagai pihak yang mendengar dan menindaklanjuti melalui forum diskusi lanjutan.
2. Polisi jamin keamanan dengan siagakan ribuan personel

Sementara itu, Kapolda Sulawesi Selatan, Djuhandhani Rahardjo Puro, menilai konsep terpusat ini memberi dampak positif terhadap ketertiban kota. Menurutnya, pemusatan kegiatan dapat mengurangi potensi gangguan terhadap aktivitas masyarakat.
"Kami memastikan kegiatan ini berjalan dengan baik dan aman, serta seluruh aspirasi buruh dapat disampaikan kepada pemerintah," katanya.
Dia menyebut sebanyak 1.891 personel kepolisian dikerahkan untuk mengamankan kegiatan di sejumlah titik. Hingga pelaksanaan berlangsung, situasi kamtibmas di wilayah Makassar dilaporkan dalam kondisi aman dan terkendali.
3. Konsep terpusat dinilai kurangi gangguan publik

Djuhandhani mengapresiasi langkah panitia yang mengubah pola peringatan dari tradisi turun ke jalan. Selama ini, pola tersebut kerap memunculkan pro dan kontra di tengah masyarakat.
Dia menyebut aktivitas masyarakat lain kerap terdampak saat kegiatan berlangsung. Dengan konsep terpusat, gangguan tersebut diharapkan dapat diminimalkan.
"Kita semua bisa merasakan bahwa masyarakat tidak terganggu, sehingga keamanan dan ketertiban di wilayah Makassar dan sekitarnya tetap terjaga," katanya.


















