Munafri: Daftar SPMB 2026 Pakai LONTARA+ Berdasarkan Hasil Evaluasi

- Pemerintah Kota Makassar akan menerapkan sistem SPMB 2026 melalui aplikasi LONTARA+ untuk memperkuat transparansi dan menutup peluang kecurangan dalam penerimaan siswa baru.
- Wali Kota Munafri menjelaskan pembaruan sistem ini merupakan hasil evaluasi menyeluruh dari pelaksanaan tahun sebelumnya, termasuk perbaikan atas kendala teknis seperti gangguan server.
- LONTARA+ memungkinkan masyarakat memantau proses pendaftaran hingga pengumuman secara real-time, guna memastikan penerimaan siswa berlangsung lebih adil, terbuka, dan akuntabel.
Makassar, IDN Times - Pemerintah Kota Makassar Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 yang terintegrasi dalam aplikasi LONTARA+ sebagai upaya memperkuat transparansi dalam proses penerimaan siswa. Kebijakan ini juga ditujukan untuk menutup celah praktik kecurangan yang berpotensi terjadi dalam sistem penerimaan tersebut.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyebut pembaruan sistem ini lahir dari evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan SPMB tahun sebelumnya. Sejumlah kendala teknis hingga potensi penyalahgunaan sistem menjadi dasar perbaikan yang kini telah diterapkan.
"Ini hasil evaluasi dari tahun lalu. Sistemnya kita bedah, kita lihat apa saja kekurangannya, lalu kita perbaiki dan upgrade di tahun ini supaya tidak terjadi lagi kendala seperti sebelumnya," kata Munafri.
1. Antisipasi gangguan sistem dan kecurigaan publik

Munafri menyoroti gangguan sistem seperti server down yang kerap menimbulkan ketidakpercayaan publik. Kondisi tersebut, menurutnya, bahkan memunculkan dugaan adanya praktik tidak transparan dalam proses penerimaan siswa.
"Jangan lagi ada alasan server down. Karena kalau itu terjadi, orang jadi curiga, ada yang titip, ada yang dimasukkan, macam-macam. Ini yang tidak boleh terjadi," tegasnya.
2. Sistem lebih terbuka dan bisa dipantau real-time

Dengan pembaruan tersebut, Pemkot Makassar kini menghadirkan sistem SPMB yang diklaim lebih terbuka melalui integrasi digital di LONTARA+. Seluruh proses, mulai dari pendaftaran, seleksi, hingga pengumuman hasil, dapat dipantau secara langsung oleh masyarakat secara real-time.
Munafri menegaskan transparansi menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap sistem pendidikan di Makassar. Selama ini, keluhan terkait penerimaan siswa disebut lebih banyak diarahkan ke pemerintah kota.
"Keluhan itu larinya ke kami, bukan ke sekolah. Makanya sistem ini harus dibuka supaya tanggung jawabnya jelas dan terbagi. Semua bisa melihat prosesnya," jelasnya.
3. Upaya tekan potensi kecurangan dalam penerimaan siswa

Munafri menilai keterbukaan sistem akan mempersempit ruang terjadinya kecurangan dalam penerimaan siswa baru. Kehadiran LONTARA+ diharapkan menjadi jaminan agar proses SPMB berjalan lebih adil, transparan, dan akuntabel.
"Dengan sistem ini, kita ingin pastikan tidak ada lagi ruang untuk permainan. Semua harus transparan," kata Munafri.


















