Progres 9 Sekolah Rakyat Permanen di Sulsel Lampaui 50 Persen

- Pembangunan sembilan Sekolah Rakyat permanen di Sulsel telah melampaui 50 persen, dengan Sidrap dan Makassar mencatat progres tertinggi mendekati 70 persen.
- Dinas Sosial Sulsel optimistis seluruh proyek rampung akhir Juni 2026 agar sekolah bisa digunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027.
- Dua BUMN, PT Waskita Karya dan PT Nindya Karya, menangani pembangunan di sembilan lokasi dan berperan penting mempercepat penyelesaian tahap akhir proyek.
Makassar, IDN Times - Pembangunan sembilan Sekolah Rakyat permanen di Sulawesi Selatan terus menunjukkan perkembangan. Berdasarkan data per 17 Mei 2026, rata-rata progres pembangunan di seluruh lokasi telah melampaui 50 persen.
Kepala Dinas Sosial Sulawesi Selatan, Abdul Malik Faisal, mengatakan sebagian besar proyek kini memasuki tahap penyelesaian lanjutan. Bahkan beberapa lokasi tercatat telah mendekati angka 70 persen.
"Jadi, berdasarkan data per 17 Mei, masih ada dua daerah yang progresnya di bawah 50 persen, yakni Soppeng dan Tana Toraja," kata Malik, Minggu (7/6/2026).
1. Sidrap dan Makassar jadi lokasi dengan progres tertinggi

Dari sembilan lokasi pembangunan, Kabupaten Sidrap menjadi daerah dengan progres tertinggi. Pembangunan Sekolah Rakyat di wilayah tersebut telah mencapai 69,90 persen.
Posisi berikutnya ditempati Kota Makassar dengan progres 69,16 persen. Sementara Kabupaten Takalar berada sangat dekat dengan angka tersebut, yakni 69,11 persen.
Kabupaten Sinjai juga mencatat progres yang cukup tinggi dengan capaian 68,67 persen. Disusul Kabupaten Barru yang telah mencapai 68,17 persen.
Sementara itu, Kabupaten Wajo mencatat progres sebesar 65,17 persen. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Bone yang mencapai 64,74 persen.
Di sisi lain, Kabupaten Soppeng dan Tana Toraja masih menjadi dua daerah dengan progres terendah. Pembangunan Sekolah Rakyat di Soppeng tercatat sebesar 49,15 persen, sedangkan Tana Toraja berada pada angka 47,92 persen.
2. Dinsos optimistis pembangunan rampung akhir Juni

Malik menjelaskan data tersebut memang merupakan laporan perkembangan proyek per 17 Mei. Namun menurutnya, progres di lapangan saat ini kemungkinan sudah jauh lebih tinggi dibandingkan laporan terakhir.
"Kemungkinan sekarang progresnya telah melampaui 70 persen. Itu yang menjadi harapan kami," katanya.
Dia optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan pada akhir Juni 2026. Dengan begitu, bangunan sekolah rakyat sudah bisa digunakan saat tahun ajaran baru 2026/2027 dimulai.
"Perkembangannya sangat cepat. Kami optimistis pada akhir Juni seluruh pekerjaan bisa mencapai 100 persen karena saat ini yang tersisa hanya pekerjaan finishing, seperti pemasangan atap, pengecatan, dan pekerjaan penyempurnaan lainnya," katanya.
Menurut Malik, sebagian besar pekerjaan konstruksi utama dan infrastruktur dasar telah selesai. Saat ini, fokus pengerjaan berada pada tahap akhir penyempurnaan bangunan dan fasilitas pendukung.
3. Dikerjakan dua BUMN konstruksi

Malik menjelaskan pembangunan sembilan Sekolah Rakyat tersebut ditangani oleh dua perusahaan pelat merah. Kedua perusahaan itu adalah PT Waskita Karya dan PT Nindya Karya.
Sebanyak lima lokasi yang berada di Kabupaten Soppeng, Wajo, Barru, Sidrap, dan Tana Toraja dikerjakan oleh PT Waskita Karya. Sementara empat lokasi lainnya di Kabupaten Bone, Sinjai, Takalar, dan Kota Makassar ditangani oleh PT Nindya Karya.
Menurutnya, kolaborasi kedua BUMN tersebut menjadi faktor yang mendukung percepatan pembangunan sekolah rakyat di Sulawesi Selatan. Pemerintah daerah berharap seluruh proyek dapat selesai tepat waktu agar dapat segera dimanfaatkan oleh siswa pada tahun ajaran baru mendatang.
"Progres pembangunan saat ini terus bergerak karena sebagian besar pekerjaan konstruksi utama telah selesai. Tahapan yang berlangsung di sejumlah lokasi kini lebih banyak difokuskan pada penyelesaian pekerjaan akhir dan penyempurnaan fasilitas," katanya.


















