Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

JEC Orbita Makassar Hadirkan PRESBYOND, Solusi Baru Atasi Rabun Dekat

JEC Orbita Makassar Hadirkan PRESBYOND, Solusi Baru Atasi Rabun Dekat
JEC ORBITA Makassar Hadirkan PRESBYOND, Teknologi Koreksi Mata Rabun Dekat Pertama di Indonesia Timur. (Dok. IDN Times/Istimewa)
Intinya Sih
  • RS Mata JEC ORBITA Makassar meluncurkan PRESBYOND Laser Blended Vision, teknologi koreksi presbiopia pertama di Indonesia Timur untuk membantu masyarakat usia 40 tahun ke atas melihat jarak dekat tanpa kacamata.
  • PRESBYOND berbeda dari LASIK dan SMILE karena dirancang khusus bagi penderita presbiopia dengan menggabungkan koreksi refraksi dan peningkatan rentang fokus agar penglihatan jauh hingga dekat lebih nyaman.
  • Tidak semua pasien dapat menjalani prosedur ini; pemeriksaan menyeluruh seperti ketebalan kornea, kondisi lensa, dan potensi katarak wajib dilakukan guna memastikan hasil penglihatan optimal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Makassar, IDN Times – RS Mata JEC ORBITA Makassar menghadirkan PRESBYOND Laser Blended Vision, teknologi koreksi presbiopia atau rabun dekat pertama di Indonesia Timur. Inovasi ini menjadi pilihan baru bagi masyarakat berusia di atas 40 tahun yang mulai mengalami kesulitan melihat objek dalam jarak dekat.

Kehadiran teknologi tersebut memperkuat posisi JEC ORBITA Makassar sebagai pusat layanan kesehatan mata berteknologi tinggi di kawasan timur Indonesia. Di sisi lain, layanan ini juga menjadi bagian dari upaya edukasi kepada masyarakat mengenai solusi modern untuk gangguan penglihatan dekat yang umum terjadi seiring bertambahnya usia.

Presbiopia merupakan kondisi ketika kemampuan mata untuk fokus pada jarak dekat mulai berkurang akibat proses penuaan alami lensa mata. Kondisi ini kerap mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari membaca pesan di ponsel, bekerja di depan laptop, hingga melihat dokumen tanpa bantuan kacamata baca.

1. Makassar dinilai membutuhkan solusi koreksi presbiopia

JEC ORBITA Makassar Hadirkan PRESBYOND, Teknologi Koreksi Mata Rabun Dekat Pertama di Indonesia Timur. (Dok. IDN Times/Istimewa)
JEC ORBITA Makassar Hadirkan PRESBYOND, Teknologi Koreksi Mata Rabun Dekat Pertama di Indonesia Timur. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Hadirnya PRESBYOND dinilai relevan dengan kondisi demografi Makassar yang memiliki jumlah penduduk usia produktif cukup besar. Berdasarkan data BPS Kota Makassar tahun 2024, jumlah penduduk mencapai sekitar 1,48 juta jiwa dengan 65,74 persen berada pada rentang usia kerja 15–59 tahun.

Sementara itu, Databoks Katadata mencatat sekitar 971.480 penduduk usia kerja di Makassar pada 2024. UN World Urbanization Prospects 2024 bahkan memproyeksikan populasi aglomerasi urban Makassar mencapai sekitar 1,77 juta jiwa pada 2026.

Direktur RS Mata JEC ORBITA Makassar, Dr. Mirella Afifudin, SpM, M.Kes, mengatakan bahwa teknologi ini dihadirkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang tetap aktif beraktivitas meski memasuki usia matang.

"Makassar sebagai hub ekonomi Indonesia Timur memiliki banyak masyarakat usia produktif yang tetap aktif bekerja, berinteraksi, dan menjalani mobilitas harian yang tinggi. Ketika kemampuan melihat dekat mulai menurun, dampaknya tidak hanya terasa saat membaca, tetapi juga pada produktivitas dan kenyamanan beraktivitas," ujarnya.

"Melalui PRESBYOND, JEC ORBITA Makassar menghadirkan pilihan koreksi penglihatan yang lebih personal dan relevan bagi pasien presbiopia, agar mereka dapat menjalani aktivitas harian dengan lebih nyaman," lanjut Mirella.

2. Berbeda dengan LASIK dan SMILE

JEC ORBITA Makassar Hadirkan PRESBYOND, Teknologi Koreksi Mata Rabun Dekat Pertama di Indonesia Timur. (Dok. IDN Times/Istimewa)
JEC ORBITA Makassar Hadirkan PRESBYOND, Teknologi Koreksi Mata Rabun Dekat Pertama di Indonesia Timur. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Berbeda dengan LASIK atau SMILE yang umumnya ditujukan untuk mengoreksi mata minus, silinder, atau plus agar penglihatan jauh menjadi lebih jelas, PRESBYOND dikembangkan khusus untuk pasien presbiopia. Teknologi ini menggabungkan koreksi refraksi dengan peningkatan rentang fokus penglihatan sehingga pasien dapat melihat lebih nyaman pada jarak jauh, menengah, maupun dekat.

PRESBYOND menggunakan pendekatan Laser Blended Vision. Mata dominan diarahkan untuk penglihatan jauh, sedangkan mata non-dominan dibantu untuk melihat dekat dengan transisi fokus yang lebih halus dibandingkan monovision konvensional.

Dokter Spesialis Mata RS Mata JEC ORBITA Makassar, Dr. Andi Akhmad Faisal, SpM, M.Kes, menjelaskan bahwa presbiopia bukan sekadar kondisi mata plus seperti yang umum dipahami masyarakat.

"Seiring bertambahnya usia, lensa alami mata mengalami penurunan kemampuan akomodasi, sehingga seseorang mulai membutuhkan bantuan untuk melihat dekat. PRESBYOND tidak menghentikan proses penuaan tersebut, tetapi dirancang untuk membantu mengompensasi perubahan itu dengan memperluas rentang fokus penglihatan," katanya.

"Dengan begitu, pasien dapat merasa lebih nyaman saat melihat jauh, bekerja di depan layar, maupun membaca dalam jarak dekat," tambah Andi.

3. Tidak semua pasien bisa menjalani prosedur

JEC ORBITA Makassar Hadirkan PRESBYOND, Teknologi Koreksi Mata Rabun Dekat Pertama di Indonesia Timur. (Dok. IDN Times/Istimewa)
JEC ORBITA Makassar Hadirkan PRESBYOND, Teknologi Koreksi Mata Rabun Dekat Pertama di Indonesia Timur. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Meski ditujukan bagi pasien yang mulai mengalami presbiopia, prosedur PRESBYOND tidak dapat dilakukan pada semua orang. Setiap pasien wajib menjalani pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan kelayakan tindakan.

Pemeriksaan tersebut meliputi evaluasi kondisi dan ketebalan kornea, kualitas permukaan mata, ukuran pupil, mata dominan, kondisi lensa mata, hingga kebutuhan visual sehari-hari. Evaluasi juga diperlukan untuk memastikan pasien tidak memiliki gangguan lain seperti katarak yang dapat memengaruhi hasil penglihatan.

"Pada PRESBYOND, keputusan tindakan tidak hanya ditentukan oleh angka resep kacamata. Kami juga menilai bentuk dan ketebalan kornea, besarnya silinder, kondisi permukaan mata, ukuran pupil, dominansi mata, hingga kondisi lensa," ujar Andi.

"Pada pasien usia tertentu, kami juga perlu memastikan belum terdapat katarak yang dapat memengaruhi hasil penglihatan. Karena itu, evaluasi menyeluruh menjadi bagian yang sangat penting sebelum tindakan," lanjutnya.

Secara global, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat presbiopia menjadi penyebab utama gangguan penglihatan dekat yang belum tertangani dengan sekitar 826 juta orang terdampak. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Ophthalmology bahkan memperkirakan jumlah penyandang presbiopia mencapai 2,1 miliar orang pada 2030.

Dengan hadirnya PRESBYOND di Makassar, JEC ORBITA berharap masyarakat Indonesia Timur memiliki akses lebih luas terhadap layanan koreksi penglihatan yang personal dan presisi. Teknologi ini diharapkan membantu pasien tetap produktif serta menikmati kualitas hidup yang lebih baik seiring bertambahnya usia.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata

Latest News Sulawesi Selatan

See More