Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Presiden Prabowo Dijadwalkan Resmikan Sekolah Rakyat di Sulsel Oktober
Presiden RI Prabowo Subianto memimpin upacara penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke-81 RI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026). (YouTube/IDN Times)
  • Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan berkunjung ke Sulawesi Selatan pada Oktober 2026 untuk meresmikan Program Sekolah Rakyat.
  • Persiapan kunjungan dibahas dalam rakor yang dipimpin Mensos Saifullah Yusuf dan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman, melibatkan kepala daerah serta dinas sosial se-Sulsel.
  • Sekolah Rakyat menyasar anak keluarga miskin dan rentan, disertai pemberdayaan orang tua untuk meningkatkan ekonomi keluarga dan memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan menggelar kunjungan kerja ke Sulawesi Selatan pada Oktober 2026. Salah satu agenda kunjungan tersebut yakni meresmikan Program Sekolah Rakyat di Sulsel.

Persiapan kunjungan Presiden dibahas dalam Rapat Koordinasi Persiapan Kunjungan Kerja Presiden RI di Aula Asta Cita Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Selasa (15/9/2026).

Rapat koordinasi tersebut dipimpin Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman. Sejumlah kepala daerah dan kepala dinas sosial kabupaten/kota se-Sulsel turut hadir, termasuk Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin. 

"Rapat koordinasi bersama Menteri Sosial, Gubernur, wali kota dan bupati, serta kepala dinas sosial kabupaten/kota ini dalam rangka persiapan rencana kedatangan Bapak Presiden Prabowo untuk meresmikan Sekolah Rakyat di Provinsi Sulawesi Selatan yang rencananya pada bulan Oktober," kata Munafri. 

1. Pemkot Makassar siap dukung kunjungan Presiden

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. (Dok. Pemkot Makassar)

Munafri memastikan Pemerintah Kota Makassar siap mendukung agenda kunjungan Presiden tersebut. Menurutnya, koordinasi lintas pemerintahan diperlukan agar seluruh kebutuhan selama kunjungan dapat dipersiapkan dengan baik.

"Kita ingin memastikan seluruh persiapan berjalan dengan baik dan setiap kebutuhan di lapangan terkoordinasi dengan matang," katanya. 

Pemkot Makassar, kata Munafri, akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan Pemprov Sulsel. Pemkot juga menggandeng pihak terkait untuk mendukung kelancaran agenda tersebut.

"Pemkot Makassar siap mendukung kelancaran agenda nasional ini. Kita persiapkan sebaik mungkin agar kunjungan Presiden dapat berjalan aman, tertib, dan lancar," lanjutnya.

2. Sekolah Rakyat jadi strategi pengentasan kemiskinan

Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat menghadiri kunjungan kerja dalam rangka Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk Perlindungan Sosial di Aula Arafah Asrama Haji Makassar, Selasa (15/9/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Selain membahas persiapan kunjungan Presiden, rakor juga membahas pelaksanaan Program Sekolah Rakyat. Pertemuan tersebut turut membahas perlindungan dan pemberdayaan sosial di Sulsel.

Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan penanganan kemiskinan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Pemerintah menerapkan tiga pendekatan, yakni bantuan sosial dan subsidi, pemberdayaan sosial, serta Sekolah Rakyat.

"Pemerintah membutuhkan pendekatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat sekaligus membuka jalan agar keluarga miskin dapat meningkatkan taraf hidupnya secara berkelanjutan," katanya.

3. Sekolah Rakyat sasar anak dari keluarga miskin dan rentan

Sekolah Rakyat di Jalan Pajjaiang, Makassar, Jumat (7/8/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Sekolah Rakyat sendiri ditujukan untuk memberikan akses pendidikan kepada anak-anak dari keluarga miskin dan rentan. Program tersebut juga disertai intervensi sosial terhadap orang tua untuk meningkatkan kondisi ekonomi keluarga.

Menurut Gus Ipul, Sekolah Rakyat menjadi salah satu strategi pemerintah dalam menangani kemiskinan. Program tersebut juga diarahkan untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

"Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta pilar-pilar sosial Kementerian Sosial menjadi bagian penting dalam memastikan program tersebut berjalan efektif di daerah," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article