Keluarga Deden Maulana Datang dari Bandung, Harap Ada Keajaiban di Pangkep

- Asep Hilman Rosadi (39) datang dari Bandung ke Pangkep, Sulawesi Selatan, untuk mencari informasi terbaru tentang Deden Maulana, pegawai KKP yang menjadi korban kecelakaan pesawat.
- Hilman mengucapkan terima kasih kepada Tim SAR karena diterima dengan baik dan mendapatkan informasi yang lebih jelas di Posko AJU.
- Keluarga masih berharap ada kabar baik dan keajaiban Deden bisa ditemukan dengan selamat, meski sudah ikhlas apapun yang terjadi.
Makassar, IDN Times - Asep Hilman Rosadi (39) menempuh perjalan jauh dari Bandung, Jawa Barat, ke Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Tujuannya hanya satu: mencari informasi langsung dari Tim SAR gabungan soal kabar terbaru dari Deden Maulana.
Deden Maulana (44) adalah pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, salah satu penumpang pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, bersama sembilan korban lainnya.
Asep Hilman, adik ipar Deden Maulana, mengaku datang dari Bandung ke Makassar difasilitasi oleh KKP. "Saya keluarga dari bapak Deden Maulana, PNS dari Kementerian Kelautan yang ikut di pesawat. Sebagai keluarga, tentunya mencoba mencari informasi di posko ini," ucap Hilman kepada awak media di Posko Advance Jungle Unit (AJU) di Desa Tompo Bulu, Pangkep, Selasa (20/1/2026).
Ia mengucapkan terima kasih kepada Tim SAR karena diterima dengan baik. Hilman juga mengatakan mendapatkan informasi yang lebih jelas di Posko AJU. Karena selama ini pihak keluarga mendapatkan berita-berita di TikTok dan Instagram yang simpang siur.
"Tapi dengan di sini ada penjelasan, setidaknya kami mendapatkan informasi yang lebih tepat. Tentunya saya juga berharap dari media juga, sama bisa memberikan informasi yang tepat. Karena kami sebagai keluarga tentunya sangat bersedih, berduka, apalagi informasi yang simpang siur," kata Hilman.
Meski Tim SAR belum menemukan Deden, ia masih berharap ada kabar baik dan keajaiban Deden bisa ditemukan dengan selamat. "Kami keluarga sedang menunggu kabar baik. Kami harapkan adalah mudah-mudahan bapak Deden dan penumpang yang belum ditemukan bisa diberikan keajaiban oleh Allah agar bisa selamat."
Namun, disisi lain pihak keluarga mengaku sudah ikhlas apapun yang terjadi pada Deden. "Tetapi kami sejujurnya dari keluarga pak Deden Maulana, tentu insyaallah sudah ridho, ikhlas, apapun kondisinya," ucapnya.
Walupun harapan itu hanya sekian persen, ditambah kondisi cuaca yang sangat ekstrem, Hilman masih tetap optimistis, berharap, dan berdoa, agar Deden bisa ditemukan dengan selamat.
"Ketika datang ke Makassar ini, kami harap bisa menjemput membawa pulang kakak kami. Keluarga sangat berharap pak Deden bisa kembali dengan selamat," tandasnya.
Deden Maulana merupakan satu dari tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan RI yang menjadi korban kecelekaan pesawat di Pangkep. Deden menjabat sebagai pengelola barang milik negara (Penata Muda Tingkat I), kemudian Ferry Irawan yang menjabat posisi analisis kapal pengawas (Penata Muda Tingkat I), serta Yoga Naufal. Sedangkan tujuh kru pesawat yakni, CAPT. Andy Dahananto, SIC. FO. M Farhan Gunawan, (FOO) Hariadi, (EOB) Restu Adi P. (EOB) Dwi Murdiono, (FA). Florencia Lolita dan (FA) Esther Aprilita S.


















