Kasus Kekerasan Seksual Mahasiswi di Tomohon Naik ke Tahap Penyidikan

Polda Sulut menaikkan kasus dugaan kekerasan seksual terhadap mahasiswi Unima berinisial EM ke tahap penyidikan.
Penyidik telah mengantongi hasil visum, uji forensik ponsel, serta autopsi korban.
Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan psikologi forensik.
Manado, IDN Times - Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang Polda Sulawesi Utara masih terus mendalami dugaan kasus kekerasan seksual yang menimpa mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan dan Psikologi Universitas Negeri Manado berinisial EM pada akhir tahun lalu. Terbaru, kasus ini dinaikkan ke tahap penyidikan.
Hal ini diumumkan oleh Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sulut, Kombes Pol Nonie Sengkey, sat konferensi pers, Selasa (10/3/2026). Peningkatan status ini berdasarkan Surat Perintah Penyidikan tanggal 5 Februari 2026.
"Penyidik sudah memeriksa sejumlah saksi kunci termasuk orang tua korban, rekan korban, dan keamanan kampus," jelas Nonie.
1. Kantongi hasil visum

Berdasarkan beberapa barang bukti, kasus ini mengarah pada kekerasan seksual baik verbal maupun fisik. Polda Sulut juga telah mengantongi hasil uji laboratorium forensik dari ponsel korban, hasil visum luar dari RSUD Anugerah Tomohon, serta hasil autopsi RS Bhayangkara Manado.
Mereka juga sudah meminta keterangan ahli bahasa karena ada sejumlah bahasa dalam percakapan di ponsel yang sulit dimengerti. Namun, mereka masih harus menunggu hasil keterangan psikologi forensik di Jakarta.
"Lalu kami akan mengadakan gelar perkara untuk menetapkan tersangka," tambah Nonie.
2. Dosen sempat diperiksa

Kasus ini berawal dari ditemukannya EM yang meninggal bunuh diri di indekosnya di Kota Tomohon. Awalnya, kasus ini dikira sebagai bunuh diri biasa.
Namun, lama-lama muncul dugaan EM stress akibat dilecehkan oleh Dosen PGSD Unima, Danny A Masinambow. Polisi sudah memeriksa banyak saksi dalam kasus ini termasuk Danny.
"Kami sudah memeriksa 13 saksi termasuk orang tua korban, teman korban, penjaga indekos, Satgas PPKT Unima, BEM Unima, security, hingga dokter ahli," kata Dirreskrimum Polda Sulut, Kombes Pol Suryadi.
2. Saksi sebut Danny lakukan pelecehan

Sejumlah saksi mengaku EM sempat dibawa ke kuburan oleh Danny dan hampir dilecehkan di sana. Selain itu, ada 2 saksi yang mengaku melihat langsung pelecehan yang dilakukan Danny terhadap EM maupun ke mahasiswa lainnya.
Saat diperiksa polidi, Danny pun membantah melecehkan EM. Suryadi menyebut pihaknya masih akan mendalaminya.
"Itu hak DM untuk membantah. Tapi keterangan saksi itu tetap akan kami dalami," ungkap Suryadi.




![[BREAKING] Kasat Narkoba Polres Toraja Utara Dipecat dari Polri](https://image.idntimes.com/post/20260310/upload_ad8d7ecdae490439ab82946385d3c38c_114f0771-d1be-4ec1-ae54-f621953b0a23_watermarked_idntimes-1.jpeg)





![[BREAKING] Eks Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas Rp50 M](https://image.idntimes.com/post/20260309/upload_f977084ef0b14e62b5f647d19c6a6feb_208d4fc0-516f-4c26-b02b-0d886fc60603_watermarked_idntimes-1.jpeg)






