Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You
Age VerificationThis content is intended for users aged 18 and above. Please verify your age to proceed.

Kasus Kekerasan Seksual Mahasiswi di Tomohon Naik ke Tahap Penyidikan

Kasus Kekerasan Seksual Mahasiswi di Tomohon Naik ke Tahap Penyidikan
Konferensi pers Ditres PPA-PPO Polda Sulut terkait perkembangan dugaan kasus kekerasan seksual terhadap mahasiswi di Kota Tomohon, Selasa (10/3/2026). Dok. Polda Sulut
Intinya Sih
  • Polda Sulut menaikkan kasus dugaan kekerasan seksual terhadap mahasiswi Unima berinisial EM ke tahap penyidikan.

  • Penyidik telah mengantongi hasil visum, uji forensik ponsel, serta autopsi korban.

  • Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan psikologi forensik.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Manado, IDN Times - Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang Polda Sulawesi Utara masih terus mendalami dugaan kasus kekerasan seksual yang menimpa mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan dan Psikologi Universitas Negeri Manado berinisial EM pada akhir tahun lalu. Terbaru, kasus ini dinaikkan ke tahap penyidikan.

Hal ini diumumkan oleh Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sulut, Kombes Pol Nonie Sengkey, sat konferensi pers, Selasa (10/3/2026). Peningkatan status ini berdasarkan Surat Perintah Penyidikan tanggal 5 Februari 2026.

"Penyidik sudah memeriksa sejumlah saksi kunci termasuk orang tua korban, rekan korban, dan keamanan kampus," jelas Nonie.

1. Kantongi hasil visum

-
Peti jenazah mahasiswa Unima berinisial EM dibawa ke kapal untuk disemayamkan di kampung halaman di Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara. IDNTimes/Savi

Berdasarkan beberapa barang bukti, kasus ini mengarah pada kekerasan seksual baik verbal maupun fisik. Polda Sulut juga telah mengantongi hasil uji laboratorium forensik dari ponsel korban, hasil visum luar dari RSUD Anugerah Tomohon, serta hasil autopsi RS Bhayangkara Manado.

Mereka juga sudah meminta keterangan ahli bahasa karena ada sejumlah bahasa dalam percakapan di ponsel yang sulit dimengerti. Namun, mereka masih harus menunggu hasil keterangan psikologi forensik di Jakarta.

"Lalu kami akan mengadakan gelar perkara untuk menetapkan tersangka," tambah Nonie.

2. Dosen sempat diperiksa

-
Peti jenazah mahasiswa Unima berinisial EM dibawa ke kapal untuk disemayamkan di kampung halaman di Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara. IDNTimes/Savi

Kasus ini berawal dari ditemukannya EM yang meninggal bunuh diri di indekosnya di Kota Tomohon. Awalnya, kasus ini dikira sebagai bunuh diri biasa.

Namun, lama-lama muncul dugaan EM stress akibat dilecehkan oleh Dosen PGSD Unima, Danny A Masinambow. Polisi sudah memeriksa banyak saksi dalam kasus ini termasuk Danny.

"Kami sudah memeriksa 13 saksi termasuk orang tua korban, teman korban, penjaga indekos, Satgas PPKT Unima, BEM Unima, security, hingga dokter ahli," kata Dirreskrimum Polda Sulut, Kombes Pol Suryadi.

2. Saksi sebut Danny lakukan pelecehan

-
Keluarga dan dosen-dosen Unima saat mengantar jenazah EM di Pelabuhan Manado, Sulawesi Utara, awal tahun 2026. IDNTimes/Savi

Sejumlah saksi mengaku EM sempat dibawa ke kuburan oleh Danny dan hampir dilecehkan di sana. Selain itu, ada 2 saksi yang mengaku melihat langsung pelecehan yang dilakukan Danny terhadap EM maupun ke mahasiswa lainnya. 

Saat diperiksa polidi, Danny pun membantah melecehkan EM. Suryadi menyebut pihaknya masih akan mendalaminya.

"Itu hak DM untuk membantah. Tapi keterangan saksi itu tetap akan kami dalami," ungkap Suryadi.

Share
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris

Latest News Sulawesi Selatan

See More