Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Disnakertrans Sulsel Waspadai Ancaman PHK di Tengah Gejolak Ekonomi

Disnakertrans Sulsel Waspadai Ancaman PHK di Tengah Gejolak Ekonomi
Ilustrasi PHK. (dok. IDN Times)
Intinya Sih
  • Disnakertrans Sulsel mewaspadai potensi PHK akibat gejolak ekonomi global dan menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, dunia usaha, serta pekerja untuk menjaga stabilitas ketenagakerjaan.
  • Pemprov Sulsel menyiapkan langkah mitigasi dengan memperkuat program padat karya dan mendorong UMKM agar tetap mampu menyerap tenaga kerja di tengah perlambatan ekonomi.
  • Pemerintah daerah fokus pada pelatihan, reskilling, dan upskilling bagi pekerja terdampak serta memantau sektor tambang dan industri yang dinilai paling rentan terhadap dampak ekonomi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Makassar, IDN Times - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulawesi Selatan mewaspadai dampak gejolak ekonomi global terhadap kondisi ketenagakerjaan di daerah. Situasi ekonomi yang belum stabil dinilai berpotensi memicu pengurangan tenaga kerja atau pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah sektor usaha.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel, Jayadi Nas, mengatakan kondisi perekonomian global, nasional, hingga regional saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan. Menurutnya, situasi tersebut perlu diantisipasi bersama oleh pemerintah, dunia usaha, dan pekerja.

"Salah satu konsekuensi yang bisa muncul adalah terkait tentang nasib para pekerja kita apabila kondisi perekonomian tidak kunjung membaik," kata Jayadi, Sabtu (13/6/2026).

1. Pemprov Sulsel siapkan langkah mitigasi

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulawesi Selatan, Jayadi Nas.  (IDN Times/Asrhawi Muin)
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulawesi Selatan, Jayadi Nas. (IDN Times/Asrhawi Muin)

Meski demikian, Jayadi berharap pemerintah pusat dapat mengambil berbagai kebijakan untuk menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi dunia usaha serta tenaga kerja. Pemprov Sulsel juga menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk menghadapi potensi dampak perlambatan ekonomi.

Menurut Jayadi, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman terus mendorong berbagai upaya antisipasi, termasuk memperkuat program-program pembangunan yang mampu menyerap tenaga kerja. Pemprov juga berupaya mencari berbagai sumber pembiayaan agar program pembangunan tetap berjalan di tengah ketidakpastian ekonomi.

"Salah satunya adalah secara maksimal mencari sejumlah sumber-sumber keuangan yang memungkinkan kita bisa tetap survive dalam melaksanakan sejumlah program-program pembangunan, termasuk di dalamnya adalah para pekerja kita," katanya.

2. Program padat karya dan UMKM jadi penopang

Ilustrasi UMKM (IDN Times/Rohmah Mustaurida)
Ilustrasi UMKM (IDN Times/Rohmah Mustaurida)

Salah satu strategi yang ditempuh adalah memperkuat proyek-proyek padat karya melalui berbagai program pembangunan. Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga peluang kerja bagi masyarakat ketika sejumlah sektor usaha mengalami tekanan ekonomi.

Selain itu, pemerintah juga terus mendorong penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan jumlah sekitar 1,5 juta UMKM di Sulsel, sektor tersebut dinilai memiliki kemampuan menyerap tenaga kerja, termasuk pekerja yang terdampak PHK.

"UMKM kita dorong bagaimana agar memungkinkan tetap mampu mengakomodasi sejumlah saudara-saudara kita yang misalnya menghadapi pemutusan hubungan kerja," kata Jayadi.

3. Tambang dan industri masuk sektor yang diwaspadai

Ilustrasi Tambang
Ilustrasi Tambang

Disnakertrans Sulsel juga menyiapkan berbagai program peningkatan keterampilan tenaga kerja melalui pelatihan dan magang. Program tersebut menyasar lulusan baru maupun pekerja yang kehilangan pekerjaan agar memiliki kompetensi baru dan lebih mudah memasuki pasar kerja.

Menurut Jayadi, pekerja yang terdampak PHK juga dapat memanfaatkan program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) sebagai salah satu bentuk perlindungan sosial. Selain itu, Pemprov mendorong program reskilling dan upskilling agar pekerja memiliki peluang untuk bekerja kembali atau membuka usaha secara mandiri.

Di sisi lain, Disnakertrans Sulsel telah memetakan sejumlah sektor yang dinilai rentan terdampak gejolak ekonomi. Sektor pertambangan yang bergantung pada pasar global serta sektor industri menjadi dua bidang yang mendapat perhatian khusus dalam upaya mitigasi ketenagakerjaan.

"Kami terus memantau perkembangan di lapangan dan menyiapkan langkah antisipasi agar dampak terhadap tenaga kerja bisa diminimalkan," kata Jayadi.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata

Latest News Sulawesi Selatan

See More