Deretan Program Bahtiar Baharuddin saat Menjabat Pj Gubernur Sulsel

- Bahtiar Baharuddin ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan bibit nanas Rp50 miliar saat menjabat Pj Gubernur Sulsel.
- Selama delapan bulan menjabat, Bahtiar menjalankan berbagai program prioritas seperti pengendalian inflasi, penanganan stunting, dan penguatan ketahanan pangan.
- Ia juga menggagas program budidaya pisang, penebaran benih ikan air tawar, gerakan sedekah pohon, serta pengembangan kawasan Mamminasata dan Stadion Sudiang.
Makassar, IDN Times - Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan menetapkan eks Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan, Bahtiar Baharuddin, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi. Kasus tersebut terkait pengadaan bibit nanas senilai Rp50 miliar pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Sulsel Tahun Anggaran 2024.
Kasus tersebut menyeret Bahtiar setelah sebelumnya menjabat sebagai Pj Gubernur Sulsel selama sekitar delapan bulan. Bahtiar dilantik pada 5 September 2023 menggantikan Andi Sudirman Sulaiman yang masa jabatannya berakhir.
Sebelum menduduki jabatan tersebut, Bahtiar berkarier sebagai Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum di Kementerian Dalam Negeri. Selama memimpin pemerintahan Sulawesi Selatan, sejumlah program pembangunan dan inisiatif sempat menjadi sorotan.
1. Delapan program prioritas pemerintahan

Pada awal masa jabatan, Bahtiar memperkenalkan delapan program prioritas pemerintahan daerah. Program tersebut mencakup penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada serentak 2024 secara aman dan lancar, pengendalian inflasi, penanganan stunting dan gizi buruk, serta pengentasan kemiskinan ekstrem.
Selain itu, agenda pemerintahan juga mencakup penguatan ketahanan dan kedaulatan pangan, kemudahan pelayanan publik dan investasi, penyelarasan program prioritas nasional dan daerah, serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
2. Program budidaya pisang

Salah satu program yang sering disampaikan Bahtiar adalah pengembangan budidaya pisang. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat.
Bahtiar mendorong penanaman pohon pisang secara masif di berbagai daerah di Sulawesi Selatan, termasuk varietas pisang cavendish. Program ini dijalankan dengan melibatkan masyarakat dan pemerintah daerah.
Di beberapa wilayah seperti Kabupaten Bone dan Sidrap, tanaman pisang yang ditanam pada akhir 2023 mulai berbuah dalam waktu sekitar lima bulan. Program tersebut digadang menjadi sumber nilai tambah ekonomi bagi masyarakat pedesaan.
3. Penebaran jutaan benih ikan air tawar

Program lain yang dijalankan selama masa jabatan Bahtiar adalah penebaran benih ikan air tawar. Kegiatan ini menyasar sejumlah danau dan bendungan di Sulawesi Selatan.
Pemerintah provinsi menargetkan penebaran hingga 100 juta benih ikan secara bertahap. Program ini diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Penebaran benih ikan antara lain berlangsung di Bendungan Bili-Bili di Kabupaten Gowa serta Bendungan Kalola dan Paselloreng di Kabupaten Wajo. Kegiatan serupa juga berlangsung di Danau Salomate di Kabupaten Soppeng.
Di Wajo, Bahtiar bahkan menargetkan daerah tersebut berkembang menjadi salah satu sentra produksi ikan air tawar di Sulawesi Selatan. Pasalnya, wilayah ini memiliki potensi danau serta bendungan yang luas.
4. Gerakan sedekah pohon

Bahtiar juga menginisiasi gerakan sedekah pohon yang diluncurkan di Kabupaten Bone. Program ini mendorong masyarakat menanam pohon hortikultura sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus sumber pangan.
Pada peluncuran awal program tersebut, pemerintah membagikan sekitar 50 ribu bibit pohon kepada masyarakat. Bibit yang dibagikan antara lain pisang, sukun, durian, jeruk, rambutan, dan kayu putih.
Gerakan tersebut dikampanyekan sebagai upaya penghijauan. Program ini juga menjadi bagian dari gerakan sosial masyarakat untuk menjaga lingkungan.
5. Pengembangan kawasan Mamminasata

Dalam sektor pembangunan kawasan perkotaan, Bahtiar juga mendorong pengembangan kawasan metropolitan Mamminasata yang meliputi Makassar, Maros, Sungguminasa, Takalar. Konsep pengembangan kawasan ini direncanakan terhubung hingga Kabupaten Pangkep untuk memperkuat konektivitas wilayah pesisir dan perdagangan.
Menurut Bahtiar, kawasan Mamminasata menjadi penting karena Kota Makassar merupakan pintu gerbang Indonesia timur. Pengembangan kawasan ini juga terkait rencana pembangunan infrastruktur, fasilitas publik, dan perencanaan kota baru dalam hal ini IKN di Kalimantan Timur yang mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar Makassar dan kabupaten penyangga.
6. Mendorong pembangunan Stadion Sudiang

Bahtiar juga aktif mendorong percepatan pembangunan stadion baru di kawasan Sudiang, Makassar. Proyek tersebut direncanakan menggunakan anggaran dari APBN melalui Kementerian PUPR dan dibangun sesuai standar FIFA.
Kawasan stadion dirancang menjadi pusat pengembangan kota baru. Di sekitarnya direncanakan hadir berbagai fasilitas publik dan kegiatan ekonomi.
Setelah menjabat selama sekitar delapan bulan, Bahtiar kemudian dipindahkan menjadi Pj Gubernur Sulawesi Barat pada Mei 2024. Posisi Pj Gubernur Sulawesi Selatan selanjutnya diisi oleh Zudan Arif Fakrulloh.
Kini, nama Bahtiar kembali menjadi sorotan. Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan bibit nanas senilai Rp50 miliar.




![[BREAKING] Kasat Narkoba Polres Toraja Utara Dipecat dari Polri](https://image.idntimes.com/post/20260310/upload_ad8d7ecdae490439ab82946385d3c38c_114f0771-d1be-4ec1-ae54-f621953b0a23_watermarked_idntimes-1.jpeg)





![[BREAKING] Eks Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas Rp50 M](https://image.idntimes.com/post/20260309/upload_f977084ef0b14e62b5f647d19c6a6feb_208d4fc0-516f-4c26-b02b-0d886fc60603_watermarked_idntimes-1.jpeg)






