Jalan Nasional Sulsel 95 Persen Mantap, Tapi Masih Ada yang Lubang

- Tingkat kemantapan jalan nasional di Sulawesi Selatan mencapai lebih dari 95 persen dari total 1.740 km, meski beberapa ruas seperti Makassar–Maros–Pangkep masih mengalami kerusakan.
- BBPJN menargetkan seluruh lubang jalan tertutup pertengahan Maret 2026, sambil menyiagakan petugas untuk menangani potensi lubang baru akibat cuaca ekstrem dan truk ODOL.
- Sebagai langkah darurat, BBPJN menyiapkan aspal TCM dan CPHMA atau aspal dingin untuk perbaikan cepat selama masa libur ketika produksi aspal hot mix berhenti.
Makassar, IDN Times - Mejelang mudik Lebaran 2026, kondisi jalan nasional di Sulawesi Selatan umumnya mantap dengan tingkat kemantapan di atas 95 persen. Namun, beberapa ruas, khususnya Makassar-Maros-Pangkep, menunjukkan kerusakan signifikan yang memerlukan perhatian serius.
Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Sulsel, Indra Cahya Kusuma, memaparkan kondisi jalan nasional di Sulsel. Dari total panjang 1.740 km, tingkat kemantapan jalan nasional disebut sudah di atas 95 persen.
"Ini jalan nasional. Secara umum, dari total panjang 1.740 km, tingkat kemantapannya sudah di atas 95 persen. Hanya ada beberapa ruas yang saat ini membutuhkan perhatian ekstra dari para PPK Satker sebagai manajer dan sub-manajer ruas," kata Indra, Selasa (10/3/2026).
1. Lubang jalan tetap ditangani

Lubang-lubang yang muncul di ruas tersebut sudah ditangani penyedia jasa. BBPJN menargetkan seluruh lubang tertutup paling pertengahan Maret 2026.
"Tapi kami tetap menyiagakan PPK-PPK tersebut apabila nanti terdapat lubang-lubang baru," katanya.
2. Cuaca ekstrem dan truk ODOL percepat kerusakan

Kondisi jalan ini diperparah oleh cuaca ekstrem. BMKG mengeluarkan peringatan hujan lebat pada 10-12 Maret, terutama di Makassar, Maros, Pangkep, Gowa, dan Barru, dengan potensi curah hujan 50-100 mm per hari.
Ditambah lagi, setiap hari, rata-rata terdapat 300 truk yang melebihi dimensi dan beban (ODOL) melintasi jalan nasional. Kondisi ini mempercepat kerusakan jalan yang sudah rentan di beberapa ruas.
"Nah ini kombinasi itu semua akhirnya menyebabkan jalan di kita banyak yang muncul lubang-lubang baru, terutama yang cuaca ekstrem tadi," kata Indra.
3. Aspal dingin jadi material siaga darurat

Untuk menghadapi kondisi darurat, BBPJN menyiapkan material perbaikan jalan berupa aspal TCM (Tambalan Cepat Mantap). Selain itu, tersedia juga CPHMA, yaitu aspal dingin atau hot mix, untuk menutup lubang sementara maupun permanen.
"Karena nanti pasti setelah hari libur kan produksi untuk AMP, aspal hot mix di AMP di itu berhenti kan karena libur. Tapi apabila nanti ada lubang-lubang di antara periode mereka tutup, kita bisa tutup dengan aspal dingin seperti itu," kata Indra.




![[BREAKING] Kasat Narkoba Polres Toraja Utara Dipecat dari Polri](https://image.idntimes.com/post/20260310/upload_ad8d7ecdae490439ab82946385d3c38c_114f0771-d1be-4ec1-ae54-f621953b0a23_watermarked_idntimes-1.jpeg)





![[BREAKING] Eks Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas Rp50 M](https://image.idntimes.com/post/20260309/upload_f977084ef0b14e62b5f647d19c6a6feb_208d4fc0-516f-4c26-b02b-0d886fc60603_watermarked_idntimes-1.jpeg)






