Makassar, IDN Times - Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) menilai fluktuasi harga pangan, khususnya minyak goreng, masih berpotensi terjadi hingga akhir 2026. Salah satu faktor yang diwaspadai adalah kondisi geopolitik global yang dinilai belum sepenuhnya stabil.
Kepala Wilayah Perum Bulog Kanwil Sulselbar, Fahrurozi, mengatakan kondisi geopolitik global masih menjadi salah satu faktor yang berpotensi memengaruhi harga pangan. Menurut dia, konflik yang terjadi di sejumlah negara dapat berdampak pada stabilitas harga berbagai komoditas, termasuk minyak goreng.
"Kemungkinan itu tetap ada karena suasana geopolitik belum saat ini belum normal betul-betul 100 persen. Ancaman geopolitik terkait adanya war Iran dan Amerika yang saat ini boleh dikatakan mereda, tapi itu bukan berarti nanti ke depan tidak ada," kata Fahrurozi, Sabtu (25/7/2026).
