Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Antrean BBM Mulai Hilang, Ganjil-Genap Lanjut atau Dihentikan?
Aktivitas pengisian BBM di SPBU Pettarani, Kota Makassar, Kamis (17/9/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
  • Kebijakan ganjil-genap pengisian BBM bersubsidi di SPBU Sulsel masih berlaku hingga 20 September 2026, setelah terbukti membantu mengurai antrean kendaraan.
  • Pertamina bersama pemerintah daerah terus mengevaluasi aturan sementara ini dan menyerahkan keputusan penghentian atau perpanjangan kepada Pemprov Sulsel berdasarkan kondisi lapangan.
  • Antrean di sejumlah SPBU Makassar mulai lebih landai, sementara distribusi BBM di Makassar, Gowa, Takalar, dan Maros dinyatakan lebih kondusif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Kebijakan ganjil-genap bagi kendaraan yang mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sulawesi Selatan (Sulsel) masih berlaku hingga 20 September 2026. Setelah tanggal tersebut, kelanjutan aturan akan ditentukan berdasarkan kondisi antrean dan ketersediaan BBM di lapangan.

Manager Retail Pertamina Regional Sulawesi Mardian mengatakan kebijakan tersebut sejauh ini berdampak terhadap kondisi antrean BBM yang mulai terurai. Namun, penerapannya bersifat sementara dan Pertamina menyerahkan keputusan selanjutnya kepada Pemerintah Provinsi Sulsel.

"Kemarin terbukti ya, dengan kebijakan secara jangka pendek jalan ya. Terus terang kan sangat alhamdulillah loh, masalah yang seminggu selesai dengan ada itu." kata Mardian, Kamis (17/9/2026).

1. Pertamina tunggu evaluasi Pemprov Sulsel

Manager Retail Pertamina Regional Sulawesi Mardian menyampaikan keterangan usai RDP terkait ketersediaan dan distribusi BBM serta LPG 3 kg di Kantor DPRD Sulsel Sementara, Makassar, Rabu (16/9/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Mardian mengatakan Pertamina bersama pemerintah daerah terus mengevaluasi penerapan ganjil-genap. Pertamina siap mengikuti keputusan pemerintah provinsi, baik aturan tersebut dihentikan maupun dilanjutkan setelah 20 September.

"Kami selalu review lah dengan Pak Kadis ya. Tapi memang kami serahkan sepenuhnya pada provinsi mau berhenti, mau lanjut kami siap ya," katanya. 

Menurut Mardian, ganjil-genap merupakan kebijakan pemerintah yang sifatnya temporer untuk mengurai antrean. Karena itu, penerapannya dapat disesuaikan kembali dengan perkembangan kondisi distribusi BBM.

"Karena kebijakan, ini namanya kebijakan ya, dan ini sifatnya sebenarnya temporary gitu," katanya.

2. Gubernur sebut ganjil-genap hanya sementara

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, memberi keterangan pers di sela kegiatan Creators Lab: Emak-Emak Matic di Hyatt Place Makassar, Rabu (23/4/2025). (IDN Times/Asrhawi Muin)

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman sebelumnya mengatakan ganjil-genap diterapkan sebagai langkah sementara untuk mengurai antrean BBM. Pemerintah akan melihat perkembangan kondisi di lapangan sebelum menormalisasi aturan.

"Kita akan coba untuk beberapa hari dulu ke depan. Nanti setelah lihat situasinya dan kita akan meminta nanti Pertamina sudah siap, baru kita mungkin normalisasi kembali lagi, relaksasi lah, ya," kata Sudirman. 

Dia mengatakan relaksasi kebijakan akan berlangsung secara bertahap dengan mempertimbangkan tambahan kuota BBM Sulsel. Pemprov Sulsel telah mengajukan tambahan kuota sebesar 30 persen kepada pemerintah pusat dan masih menunggu persetujuan.

"Tapi nanti kita akan perlahan bagaimana relaksasi kebijakan itu sejalan dengan mungkin nanti kalau sudah ada penambahan kuota di Sulawesi Selatan," kata Sudirman.

3. Antrean BBM mulai terurai

Aktivitas pengisian BBM di SPBU Rappocini, Kota Makassar, Kamis (17/9/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Penerapan ganjil-genap sebelumnya diberlakukan setelah antrean BBM di sejumlah SPBU Makassar mengular hingga badan jalan. Kebijakan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah mengatur pembelian BBM bersubsidi sekaligus mengurangi kepadatan kendaraan.

"Ini kan sebenarnya sifatnya adalah kita mengambil langkah karena ada antrean yang panjang, ya. Jadi sebenarnya ini kan bukan kebijakan permanen," katanya. 

Hingga Kamis (17/9/2026), kondisi antrean di sejumlah SPBU Makassar terpantau lebih landai. Pertamina juga menyatakan distribusi BBM di Makassar dan wilayah sekitarnya, seperti Gowa, Takalar, dan Maros, berjalan lebih kondusif.

Curated For You

Editorial Team

Related Article