Comscore Tracker

Realisasi Investasi Sulsel Tak Terdampak Pandemik COVID-19

Realisasi investasi meningkat di triwulan II 2020

Makassar, IDN Times - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulawesi Selatan mencatat kenaikan realisasi investasi pada Triwulan II tahun 2020. Jika dibandingkan periode yang sama pada 2019, realisasi di April-Juni tahun ini naik Rp1,6 triliun.

Realisasi investasi di Sulsel pada Triwulan II senilai Rp3,7 triliun. Investasi terdiri penanaman modal asing (PMA) senilai dari Rp582 miliar dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp3,165 triliun.

"Ini menunjukkan bahwa PMA agak sedikit rendah, sementara PMDN kita yang lebih tinggi. Kadang PMA yang lebih tinggi karena itu terjadi fluktuasi," kata Kepala Dinas DPMPTSP Sulsel, Jayadi Nas, di Makassar, Rabu (29/7/2020).

Secara kumulatif, realisasi investasi pada Semester I tahun 2020 mencapai Rp4,7 triliun. Nilainya sekitar 34 persen dari target sepanjang tahun 2020 sebesar Rp13,87 triliun.

Baca Juga: BKPM Gagal Capai Target Investasi, Bahlil: Kuartal 2 Cobaan Terberat

1. Investasi Sulsel didominasi sektor transportasi

Realisasi Investasi Sulsel Tak Terdampak Pandemik COVID-19Kepala DPMPTSP Sulsel Jayadi Nas. IDN Times/Istimewa

Jayadi menjelaskan, realisasi investasi triwulan II didominasi oleh sektor transportasi. Nilainya sebesar Rp1,095 triliun atau 29 persen dari total. 

Selain itu, sektor lainnya yang sangat mendukung penanaman modal yaitu sektor konstruksi sebesar Rp671,8 miliar atau 17 persen. Disusul sektor listrik, gas, dan air sebesar Rp627,6 miliar atau 16 persen. Lalu ada sektor pertambangan sebesar Rp534,7 miliar atau 14 persem. Selanjutnya sektor hotel dan restoran sebesar Rp265,455 miliar atau 6 persen.

"Dan masih ada sektor lainnya sebesar Rp 555,5 miliar atau 18 persen," ucap Jayadi.

2. Investasi Sulsel tidak terpengaruh pandemik COVID-19

Realisasi Investasi Sulsel Tak Terdampak Pandemik COVID-19Ilustrasi Investasi (IDN Times/Mardya Shakti)

Menurut angka realisasi investasi, disimpulkan bahwa pandemik COVID-19 tidak terlalu berpengaruh pada investasi triwulan II di Sulsel. Padahal, triwulan II merupakan puncak masa pandemik COVID-19, di mana dua daerah yaitu Makassar dan Gowa sempat menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

andemik dan PSBB dikhawatirkan berdampak pada perekonomian. Namun kenyataannya investasi di Makassar masih sangat dominan dalam realisasi penanaman modal dengan jumlah Rp2,214 triliun.

Jayadi mengatakan pandemik COVID-19 memang berdampak terhadap perekonomian, termasuk di Sulsel. Tapi realisasi investasi di Sulsel pada Triwulan II justru meningkat dari triwulan sebelumnya, dengan nilai Rp977 miliar.

"Enam sektor yang disebutkan sebelumnya sangat mempengaruhi sehingga meskipun ada pandemik COVID-19, kita masih bisa bernapas. Walaupun terjadi penurunan tidak seperti apa yang kita bayangkan," kata Jayadi.

3. Realisasi di Triwulan III diharapkan lebih baik

Realisasi Investasi Sulsel Tak Terdampak Pandemik COVID-19Ilustrasi investasi (IDN Times/Sukma Shakti)

Jayadi mengatakan COVID-19 bukan hanya masalah yang dialami Sulsel, melainkan seluruh dunia. Perubahan situasi karena pandemik juga diakui turut berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi Sulsel, meski tidak terlalu signifikan.

Jayadi menyatakan pihaknya tetap akan menggenjot potensi investasi, paling tidak di sejumlah wilayah yang mengalami penurunan tajam. Dia juga berharap tenaga kerja yang sempat terkena PHK maupun dirumahkan bisa segera kembali bekerja dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Mudah-mudahan ini adalah alamat yang baik bagi kita semua dan mudah-mudahan di triwulan III bisa semakin baik lagi sampai pada masa-masa yang akan datang," kata Jayadi.

Baca Juga: Ini Investasi yang Tepat Kamu Koleksi dan Jual saat Resesi

Topic:

  • Ashrawi Muin
  • Aan Pranata

Berita Terkini Lainnya