Tujuh Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500 Tiba di Posko DVI Makassar

- Enam jenazah korban pesawat ATR 42-500 tiba di Posko DVI Makassar.
- Seluruh korban telah ditemukan, tim SAR gabungan mengumumkan bahwa seluruh korban telah ditemukan.
- Pesawat nomor registrasi PK-THT rute Yogyakarta-Makassar yang jatuh pada Sabtu (17/1/2/2026), diketahui membawa sepuluh orang, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang. Dipastikan tidak ada korban selamat.
Makassar, IDN Times - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulawesi Selatan, Jumat (23/1/2026), menerima tujuh jenazah korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.
Pantauan IDN Times di Pokso DVI, iring-iringan mobil jenazah tiba pukul 14.35 Wita dengan dikawal motor dan mobil patwal Polisi Militer (PM). Tambak ada tiga mobil RSAU dr Dody Sardjoto Makassar mebawa jenazah, selebihnya ada mobil TNI dengan warna hijau.
Petugas yang sudah berjaga di lokasi langsung mengangkat jenazah tersebut dari dalam mobil dan membawa ke ruang identifikasi post mortem DVI Polda Sulsel.
Terlihat, petugas dengan hati-hati menggunakan masker dan kaos tangan menurunkan seluruh jenazah. Kini, ketujuh kantong jenazah berada di ruang Dokpol Polda Sulsel untuk proses identifikasi.
Seluruh korban telah ditemukan

Pada Jumat pagi, tim SAR gabungan mengumumkan bahwa seluruh korban telah ditemukan. Kepastian itu disampaikan Kasi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan. Ia pun menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja keras seluruh pihak yang membantu pencarian dan evakuasi seluruh jenazah.
"Tim SAR gabungan yang di mana terdiri dari TNI, Basarnas, Polri, dan potensi-potensi yang ada di sini, yang ada di Sulawesi Selatan dan di luar Sulawesi Selatan. Kita dibantu oleh teman-teman Basarnas Palu, Mamuju dan Kendari," kata Andi Sultan.
Pesawat nomor registrasi PK-THT rute Yogyakarta-Makassar yang jatuh pada Sabtu (17/1/2/2026), diketahui membawa sepuluh orang, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang. Dipastikan tidak ada korban selamat.
Hingga saat ini, Tim DVI gabungan Polri telah mengidentifikasi dua jasad korban. Mereka adalah pramugari Indonesia Air Transport Florencia Lolita Wibisono serta pegawai Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) bernama Deden Maulana.

















