Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Siswa SMK di Sulbar Kedapatan Merokok Malah Keroyok Satpam Sekolah

Siswa SMK di Sulbar Kedapatan Merokok Malah Keroyok Satpam Sekolah
Ilustrasi penganiayaan (IDN Times/Aditya Pratama)
Intinya Sih
  • Delapan siswa SMK Negeri 1 Polewali diduga mengeroyok dua satpam setelah ditegur karena merokok dan memanjat pagar sekolah seusai jam pelajaran.
  • Pihak sekolah belum menjatuhkan sanksi, menunggu hasil pertemuan antara orang tua siswa dan kepolisian di Polres Polewali Mandar pada 18 Mei 2026.
  • Siswa yang terlibat pengeroyokan diketahui sudah sering melanggar aturan sekolah dan sebelumnya pernah dipanggil bersama orang tuanya untuk pembinaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times - Dua petugas keamanan atau satpam SMK Negeri 1 Polewali, Sulawesi Barat, berinisial MR (24) dan MS (28) menjadi korban pengeroyokan oleh delapan siswa yang diperrgoki merokok dan memanjat pagar sekolah.

Peristiwa pengeroyokan tersebut terjadi di sekitar lingkungan sekolah di Jalan Pemuda, Kelurahan Darma, Kecamatan Polewali, Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 15.30 Wita. Insiden itu terjadi setelah para siswa sempat dibawa ke ruang Bimbingan Konseling (BK) untuk didata dan dimintai keterangan.

1. Dikeroyok usai jam sekolah

Tangkapan layar video siswa SMK di Polewali, Sulawesi Barat, mengeroyok satpam sekolah. Dok. Istimewa
Tangkapan layar video siswa SMK di Polewali, Sulawesi Barat, mengeroyok satpam sekolah. Dok. Istimewa

Kepala SMK Negeri 1 Polewali, Mustari, mengatakan salah satu satpam awalnya melakukan patroli rutin di area sekolah setelah jam pelajaran berakhir. Saat itu, sejumlah siswa didapati merokok dan memanjat pagar sekolah.

“Sudah ada nama-nama kita miliki, kalau tidak salah ada delapan orang,” kata Mustari kepada wartawan, Kamis (14/5/2026).

Menurut Mustari, para siswa yang terjaring kemudian dibawa ke ruang BK untuk didata. Mereka juga diminta menuliskan nama teman-temannya yang kerap melakukan pelanggaran serupa di lingkungan sekolah.

“Itu waktu dimasukkan ke BK disuruh membuat surat atau daftar kelompok. Jadi sudah ada nama-nama yang mereka tulis, berarti pelaku utamanya mereka karena itulah nama yang ditulis,” jelasnya.

2. Sekolah belum berikan sanksi

Ilustrasi penganiayaan (IDN Times/Esti Suryani)
Ilustrasi penganiayaan (IDN Times/Esti Suryani)

Namun, pihak sekolah hingga kini belum menjatuhkan sanksi terhadap para siswa yang diduga terlibat pengeroyokan. Sekolah masih menunggu hasil pertemuan bersama orang tua siswa dan pihak kepolisian di Polres Polewali Mandar yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (18/5/2026).

“Belum ada sanksi. Kita menunggu hasil di kantor polisi karena Insyaallah hari Senin kami akan dipertemukan semua dengan orang tua anak-anak, nanti bagaimana keputusannya kita menunggu hasil di kantor polisi,” ujarnya.

3. Diduga sudah sering melanggar aturan sekolah

Ilustrasi penganiayaan (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi penganiayaan (IDN Times/Aditya Pratama)

Mustari menambahkan, para siswa yang diduga terlibat pengeroyokan sebelumnya juga tercatat beberapa kali melakukan pelanggaran tata tertib sekolah. Bahkan, orang tua mereka disebut sudah pernah dipanggil oleh pihak sekolah.

“Ini anak-anak memang banyak pelanggarannya, sudah pernah dipanggil orang tuanya. Tinggal bagaimana nanti solusi dari orang tuanya, karena kalau di sini sudah sering dibina tetapi kadang melawan guru,” tandasnya

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More