Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rebutan Lahan Parkir, Dua Kelompok Pemuda Makassar Perang Busur Panah

Kota Makassar
Rebutan Lahan Parkir, Dua Kelompok Pemuda Makassar Perang Busur Panah
Ilustrasi tempat parkir (IDN Times/Sahrul Ramadan)
Share Article

Makassar, IDN Times - Gara- gara rebutan lahan parkir, dua kelompok pemuda yang berasal dari Kelurahan Maccini, Kecamatan Makassar, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), terlibat perang busur panah, Senin dini hari (2/1/2023).

Kepala Seksi (Kasi) Humas Polrestabes Makassar, AKP Lando Karua Sambolangi menyebutkan, kasus perang kelompok itu terjadi di Jalan Urip Sumoharjo atau di sekitar lokasi halaman parkiran mini market.

"Dua kelompok ini saling serang memakai batu dan busur panah, hanya karena lokasi parkiran mereka perebutkan," ungkap AKP Lando kepada IDN Times, Senin siang.

  1. 1. Dua bocah pelaku perang kelompok diamankan

    Salah satu pelaku tawuran kelompok di Makassar saat diamankan polisi. (Istimewa)
    Salah satu pelaku tawuran kelompok di Makassar saat diamankan polisi. (Istimewa)

    Dalam perang atau tawuran kelompok ini tidak ada yang mengalami luka-luka, hanya saja dua bocah, RE (15) dan AL (16), warga Jalan Maccini Sawah dibekuk anggota Polsek Makassar dan tim Polrestabes Makassar.

    "Dua orang diamankan, RE ini salah satu juru parkir di situ, diduga juru parkir tidak resmi. Kalau pelaku yang inisial AL itu yang ditemukan barang bukti panah dan ketapel dia pegang, kita proses," terang Lando.

  2. 2. Dua kelompok sudah persiapkan panah dan batu

    Ilustrasi - barang bukti anak panah atau busur panah beserta ketapel atau pelontar yang diamankan polisi di Makassar. (Istimewa)
    Ilustrasi - barang bukti anak panah atau busur panah beserta ketapel atau pelontar yang diamankan polisi di Makassar. (Istimewa)

    Berdasarkan keterangan warga di lokasi kejadian, kata Lando, tawuran kelompok pecah saat pemuda Tamaje'ne Panakkukang menyerang pemuda Maccini di sebuah pasar malam di daerah tersebut.

    "Menurut penelusuran tim kami, pemuda Tamaje'ne menyerang lebih dulu, memakai batu dan anak panah. Tetapi pemuda yang diserang itu diduga sudah persiapan jadi mereka juga serang balik," ujar Lando.

  3. 3. Rebut lahan parkir untuk sumber uang tambahan

    Ilustrasi - juru parkir TPE di Jalan Sabang sedang mengatur kendaraan. (IDN Times/Deti Mega Purnamasari)
    Ilustrasi - juru parkir TPE di Jalan Sabang sedang mengatur kendaraan. (IDN Times/Deti Mega Purnamasari)

    Sementara itu dari interogasi dua pelaku yang diamankan, RE yang mengaku juru parkir liar mengatakan, perebutan lahan parkir itu untuk sumber penghailan tambahan bersama rekan-rekannya.

    "Namanya perebutan lahan parkir, mereka ini nekat karena pengakuannya untuk uang tambahan mereka untuk belanja. Karena rata-rata yang terlibat anak putus sekolah makanya mereka berani," jelas Lando.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More