Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Krisis Energi Sulsel, Mahasiswa Makassar: Semua karena Bahlil

Kota Makassar
Krisis Energi Sulsel, Mahasiswa Makassar: Semua karena Bahlil
Sekelompok mahasiswa di Makassar menggelar unjuk rasa menyoroti krisis BBM dan energi di Sulawesi Selatan, Kamis (10/9/2026). Dok. Istimewa
  • Mahasiswa GAM beraksi di Makassar menyoroti kelangkaan BBM dan sulitnya memperoleh LPG subsidi 3 kilogram di Sulawesi Selatan.
  • Massa menyampaikan orasi di tengah jalan serta membentangkan spanduk terkait krisis energi Sulsel.
  • GAM menyatakan akan berkonsolidasi dan mengkaji setiap isu sebelum menentukan sikap maupun tuntutan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Makassar, IDN Times – Asap hitam dari pembakaran ban mengepul di pertigaan Jalan AP Pettarani-Hertasning, Kota Makassar, Kamis (10/9/2026). Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) turun ke jalan menyoroti kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) hingga sulitnya masyarakat mendapatkan LPG subsidi 3 kilogram di Sulawesi Selatan.

Massa aksi secara bergantian menyampaikan orasi di tengah jalan. Mereka juga membentangkan spanduk menyindir Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI, Bahlil Lahadalia: "Sulsel Krisis Energi, Semua Karena Bahlil."

  1. 1. Mahasiswa soroti kelangkaan BBM dan LPG 3 kilogram

    Sekelompok mahasiswa di Makassar menggelar unjuk rasa menyoroti krisis BBM dan energi di Sulawesi Selatan, Kamis (10/9/2026). Dok. Istimewa
    Sekelompok mahasiswa di Makassar menggelar unjuk rasa menyoroti krisis BBM dan energi di Sulawesi Selatan, Kamis (10/9/2026). Dok. Istimewa

    Dalam aksinya, mahasiswa menilai masyarakat Sulawesi Selatan tengah menghadapi persoalan serius di sektor energi. Kelangkaan BBM di sejumlah daerah hingga sulitnya memperoleh LPG 3 kilogram menjadi sorotan utama mereka.

    Salah seorang orator menyebut kondisi tersebut telah berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat. Karena itu, mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat diminta ikut mengawal persoalan energi di Sulawesi Selatan.

    "Hari ini, masyarakat Sulawesi Selatan sedang menghadapi berbagai persoalan, khususnya di bidang energi. Sehingga diperlukan keberanian seluruh elemen masyarakat dan mahasiswa untuk terus mengawal persoalan ini," kata salah seorang massa aksi.

  2. 2. GAM sebut persoalan energi menyengsarakan masyarakat

    Sekelompok mahasiswa di Makassar menggelar unjuk rasa menyoroti krisis BBM dan energi di Sulawesi Selatan, Kamis (10/9/2026). Dok. Istimewa
    Sekelompok mahasiswa di Makassar menggelar unjuk rasa menyoroti krisis BBM dan energi di Sulawesi Selatan, Kamis (10/9/2026). Dok. Istimewa

    Panglima Besar Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM), Fajar Wasis, mengatakan aksi tersebut merupakan respons terhadap berbagai persoalan yang berkembang dan dinilai telah membebani masyarakat.

    Menurut dia, kondisi yang terjadi saat ini tidak bisa dianggap sebagai persoalan biasa karena dampaknya telah dirasakan langsung oleh warga Sulawesi Selatan.

    "Persoalan yang terjadi hari ini sudah sangat menyengsarakan rakyat Sulawesi Selatan," tegas Fajar.

  3. 3. GAM siapkan konsolidasi dan kaji tuntutan

    Sekelompok mahasiswa di Makassar menggelar unjuk rasa menyoroti krisis BBM dan energi di Sulawesi Selatan, Kamis (10/9/2026). Dok. Istimewa
    Sekelompok mahasiswa di Makassar menggelar unjuk rasa menyoroti krisis BBM dan energi di Sulawesi Selatan, Kamis (10/9/2026). Dok. Istimewa

    Fajar mengatakan, GAM akan melakukan konsolidasi secara menyeluruh untuk merespons berbagai persoalan yang mereka anggap kontroversial dan berdampak luas terhadap masyarakat.

    Ia menyebut setiap persoalan akan dikaji sebelum GAM menentukan sikap dan menyampaikan tuntutan. Bahkan akan melakukan konsolidasi secara menyeluruh untuk merespons berbagai persoalan yang terjadi di Kota Makassar.

    "Setiap isu akan kami kaji secara ilmiah sehingga sikap maupun tuntutan yang kami sampaikan nantinya memiliki dasar argumentasi yang kuat serta dapat dipertanggungjawabkan secara akademis," pungkasnya.

    Sebelumnya, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Deny Sukendar membantah adanya kelangkaan BBM subsidi. Menurutnya, antrean panjang di sejumlah SPBU terjadi karena adanya kepanikan masyarakat atau panic buying.

    "Dari pemantauan di lapangan kami melihat adanya kepanikan dimasyarakat sehingga berbondong-bondong ke SPBU, takut tidak kebagian BBM," kata Deny Sukendar kepada IDN Times.

    Ia memastikan stok dan pasokan BBM di Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar, dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Distribusi BBM ke seluruh SPBU juga terus dipantau dan disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing wilayah.

    “Stok BBM kami pastikan aman dan distribusi terus berjalan. Kami juga melakukan penguatan pelayanan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir maupun melakukan panic buying,” ujar Deny.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More