Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pertamina Tambah Pasokan LPG 3 Kg hingga 130 Persen di Sulsel

Kota Makassar
Pertamina Tambah Pasokan LPG 3 Kg hingga 130 Persen di Sulsel
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mempercepat penyaluran LPG 3 Kg menyusul meningkatnya kebutuhan masyarakat di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan. (Dok. Pertamina)
  • Pertamina Patra Niaga mempercepat penyaluran dan melakukan extra dropping LPG 3 kg hingga 130 persen di Makassar, Gowa, Takalar, serta Jeneponto.
  • Kenaikan kebutuhan LPG 3 kg dipengaruhi aktivitas pertanian dan peringatan Maulid Nabi, sehingga distribusi disesuaikan berdasarkan konsumsi serta stok wilayah.
  • Pertamina meminta masyarakat membeli di pangkalan resmi tanpa panic buying; sektor usaha tertentu wajib memakai LPG nonsubsidi dan pelanggaran dapat dilaporkan ke PCS 135.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Makassar, IDN Times - PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mempercepat penyaluran LPG 3 kilogram (kg) di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel). Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya kebutuhan masyarakat, khususnya di Kota Makassar dan daerah sekitarnya.

Pertamina juga menambah distribusi LPG 3 kg melalui mekanisme extra dropping hingga 130 persen dari penyaluran normal. Penguatan pasokan tersebut menyasar Makassar dan daerah penyangga, termasuk Kabupaten Gowa, Takalar, dan Jeneponto.

  1. 1. Pasokan LPG 3 kg diperkuat

    PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mempercepat penyaluran LPG 3 Kg menyusul meningkatnya kebutuhan masyarakat di sejumlah wilayah Su
    PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mempercepat penyaluran LPG 3 Kg menyusul meningkatnya kebutuhan masyarakat di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan. (Dok. Pertamina)

    Pertamina memajukan jadwal penyaluran LPG 3 kg yang semestinya dilakukan pada waktu berikutnya. Percepatan tersebut dilakukan untuk memperkuat ketersediaan LPG bersubsidi di tingkat pangkalan.

    Penyaluran juga diperkuat di Gowa, Takalar, dan Jeneponto dengan mempertimbangkan perkembangan konsumsi serta kondisi stok di masing-masing wilayah. Pertamina menyesuaikan pola distribusi agar LPG 3 kg lebih cepat diterima masyarakat melalui pangkalan.

    Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan percepatan tersebut merupakan respons terhadap perubahan pola kebutuhan LPG 3 kg di sejumlah wilayah.

    “Kami melakukan percepatan penyaluran dan extra dropping hingga 130 persen untuk memperkuat pasokan LPG 3 Kg di wilayah yang membutuhkan. Jadwal penyaluran juga kami majukan agar LPG dapat lebih cepat diterima masyarakat melalui pangkalan,” ujar Lilik.

  2. 2. Kebutuhan naik jelang Maulid Nabi

    PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mempercepat penyaluran LPG 3 Kg menyusul meningkatnya kebutuhan masyarakat di sejumlah wilayah Su
    PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mempercepat penyaluran LPG 3 Kg menyusul meningkatnya kebutuhan masyarakat di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan. (Dok. Pertamina)

    Peningkatan kebutuhan LPG 3 kg turut dipengaruhi aktivitas sektor pertanian di sejumlah daerah, termasuk Gowa, Takalar, dan Jeneponto. Selain itu, kegiatan masyarakat menjelang dan pada momentum peringatan Maulid Nabi juga ikut mendorong kebutuhan LPG bersubsidi.

    Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pertamina mempercepat distribusi dan menambah pasokan melalui extra dropping. Langkah ini dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan serta kondisi distribusi di lapangan.

    Di tengah peningkatan kebutuhan, Pertamina kembali mengingatkan agar LPG 3 kg digunakan sesuai peruntukan. Terdapat delapan sektor usaha yang tidak diperbolehkan menggunakan LPG 3 kg, yakni usaha batik, peternakan, tani tembakau, jasa las, restoran, perhotelan, binatu, serta usaha tani tanaman pangan bagi pelaku usaha yang telah memenuhi kriteria sesuai ketentuan.

  3. 3. Pertamina ingatkan pembelian di pangkalan resmi

    Ilustrasi tabung LPG 3kg. (Dok. Pertamina)
    Ilustrasi tabung LPG 3kg. (Dok. Pertamina)

    Pelaku usaha yang masuk dalam sektor tersebut diharapkan menggunakan LPG non-subsidi sesuai kebutuhan usahanya, antara lain Bright Gas. Peralihan tersebut dinilai dapat membantu menjaga ketersediaan LPG 3 kg bagi kelompok masyarakat yang menjadi sasaran penerima LPG bersubsidi.

    Lilik menekankan kepatuhan terhadap peruntukan LPG 3 kg menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan masyarakat.

    “Kami mengajak pelaku usaha yang masuk dalam sektor yang dilarang menggunakan LPG 3 Kg untuk beralih ke LPG non-subsidi seperti Bright Gas. Pemerintah daerah dan APH juga memiliki peran penting dalam menertibkan penggunaan LPG 3 Kg agar penyalurannya semakin tepat sasaran,” jelas Lilik.

    Pertamina juga mengingatkan masyarakat mengenai harga LPG 3 kg di tingkat pengecer. Harga yang ditawarkan atau tercantum pada tingkat pengecer bukan bagian dari rantai distribusi resmi Pertamina sehingga tidak dapat dijadikan acuan sebagai harga resmi LPG 3 kg.

    Masyarakat diimbau membeli LPG 3 kg melalui pangkalan resmi dan sesuai kebutuhan. Pertamina juga meminta masyarakat tidak melakukan panic buying serta melaporkan kendala atau indikasi pelanggaran dalam penyaluran LPG 3 kg melalui Pertamina Customer Solution (PCS) 135.

    “Jika masyarakat menemukan kendala dalam memperoleh LPG 3 Kg atau melihat indikasi pelanggaran dalam penyalurannya, silakan melapor melalui Pertamina Customer Solution (PCS) 135. Informasi dari masyarakat akan menjadi bagian penting dalam membantu pengawasan di lapangan,” kata Lilik.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More