Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Polda Sulsel Mengaku Belum Temukan Polisi Terima Setoran dari Passobis

Kota Makassar
Polda Sulsel Mengaku Belum Temukan Polisi Terima Setoran dari Passobis
Polda Sulsel merilis hasil penangkapan 22 tersangka penipuan atau passobis, Senin (7/9/2026). IDN Times/Darsil Yahya
  • Polda Sulsel menyelidiki tudingan setoran jaringan passobis kepada oknum kepolisian.
  • Pemilik akun @TassimbungTassimbung yang menyampaikan tudingan masih anonim dan belum ditemukan.
  • Penyidik menelusuri internal Polda Sulsel, tetapi belum menemukan bukti pelanggaran atau penerima setoran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Makassar, IDN Times - Polda Sulawesi Selatan belum menemukan anggota kepolisian yang diduga menerima setoran uang dari jaringan penipuan daring atau passobis. Penyelidikan dilakukan setelah muncul pengakuan sebuah akun anonim yang mengaku sebagai mantan pelaku passobis asal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Akun bernama @TassimbungTassimbung sebelumnya mengklaim bahwa sejumlah base camp passobis di Sidrap masih beroperasi karena mendapat bekingan. Akun tersebut bahkan menuding adanya setoran rutin kepada pihak tertentu di Polda Sulsel demi keamanan para pelaku.

  1. 1. Akun yang mengungkap dugaan setoran masih anonim

    Polda Sulsel merilis hasil penangkapan 22 tersangka penipuan atau passobis, Senin (7/9/2026). IDN Times/Darsil Yahya
    Polda Sulsel merilis hasil penangkapan 22 tersangka penipuan atau passobis, Senin (7/9/2026). IDN Times/Darsil Yahya

    Didik mengatakan informasi mengenai dugaan keterlibatan oknum aparat itu mencuat setelah viral unggahan seorang YouTuber kingronal21 yang membahas kasus penipuan daring atau passobis. Dalam kolom komentar unggahan tersebut, muncul akun @TassimbungTassimbung yang menyampaikan sejumlah tudingan.

    "Kita sudah lakukan penyelidikan dan sampai sekarang akun itu anonim dan pemilik akunnya sampai sekarang belum ditemukan," kata Didik kepada IDN Times, Senin (7/9/2026).

    Didik mengaku keterangan mengenai dugaan setoran uang kepada Polda Sulsel sejauh ini hanya diketahui oleh pihak yang pertama kali menyampaikan tudingan tersebut.

    "Soal yang mengatakan mereka setor ke Polda Sulsel, yang tahu hanya mereka. Benar tidaknya informasi itu, kita harus temukan siapa yang terlapor itu," ujarnya.

  2. 2. Polda Sulsel juga telusuri dugaan penerima setoran

    Polda Sulsel merilis hasil penangkapan 22 tersangka penipuan atau passobis, Senin (7/9/2026). IDN Times/Darsil Yahya
    Polda Sulsel merilis hasil penangkapan 22 tersangka penipuan atau passobis, Senin (7/9/2026). IDN Times/Darsil Yahya

    Tak hanya memburu pemilik akun anonim tersebut, Didik mengatakan penyelidikan juga dilakukan di internal Polda Sulsel untuk memastikan ada atau tidaknya anggota yang diduga menerima setoran dari jaringan passobis.

    Namun hingga saat ini, kata Didik, penyidik belum menemukan adanya bukti dugaan pelanggaran maupun pihak yang diduga menerima uang tersebut.

    "Sampai sekarang di internal Polda Sulsel kita masih melakukan penyelidikan. Kita belum menemukan itu, yang menerima setoran, termasuk juga yang sebagai pelapor atau akun Tassimbung," kata Didik.

    Ia menegaskan penyelidikan masih terus berjalan. Polda Sulsel belum dapat menyimpulkan kebenaran tudingan tersebut sebelum identitas pihak yang membuat pengakuan dan pihak yang disebut menerima setoran berhasil ditemukan.

    "Jadi sampai sekarang baik akun Tassimbung maupun di internal kita juga masih penyelidikan dan sampai sekarang kita belum menemukan dugaan pelanggaran," ujarnya.

  3. 3. Polda Sulsel janji tindak tegas jika ada oknum terlibat

    Polisi menangkap pelaku passobis di Sidrap. Dok. Istimewa
    Polisi menangkap pelaku passobis di Sidrap. Dok. Istimewa

    Sebelumnya, akun @TassimbungTassimbung mengaku sebagai mantan pelaku penipuan daring asal Sidrap yang telah bertobat. Dalam komentarnya pada unggahan YouTuber kingronal21, akun tersebut mengklaim sejumlah base camp passobis di Sidrap masih beroperasi hingga kini.

    Akun itu juga menuding kelompok passobis menyetor uang secara rutin demi mendapatkan keamanan saat menjalankan aksi penipuan.

    Pengakuan tersebut sebelumnya telah ditanggapi Polda Sulsel.

    Didik mengatakan informasi itu telah diteruskan kepada Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) serta Direktorat Reserse Kriminal Khusus untuk ditindaklanjuti.

    "Iya, saya sampaikan ke Propam dan Krimsus untuk ditindaklanjuti informasinya," kata Didik kepada IDN Times, Minggu (23/8/2026).

    Didik juga menegaskan Polda Sulsel tidak akan melindungi anggota apabila dalam penyelidikan nantinya ditemukan bukti keterlibatan oknum kepolisian.

    "Jika nanti memang terbukti ada oknum yang terlibat, tentu akan kami berikan tindakan tegas," kata Didik usai apel gelar pasukan di bawah Flyover Makassar, Rabu (26/8/2026).

    Dugaan tersebut mencuat di tengah maraknya pengungkapan kasus penipuan daring yang diduga dikendalikan jaringan dari Sulawesi Selatan. Sebelumnya, Polda Jawa Barat menangkap 12 tersangka kasus penipuan daring di Sidrap setelah mengamankan sekitar 20 orang dalam operasi pada 11-12 Agustus 2026.

    Jaringan itu menawarkan kendaraan dengan harga murah melalui media sosial. Korban kemudian diarahkan melanjutkan komunikasi melalui pesan langsung dan WhatsApp hingga akhirnya diminta mentransfer uang ke rekening yang telah ditentukan.

    Dalam menjalankan aksinya, para pelaku diduga mencatut identitas anggota TNI, menggunakan atribut dan senjata mainan, serta membuat video pengepakan kendaraan palsu untuk meyakinkan korban. Polisi menyebut jaringan tersebut diduga telah meraup keuntungan sekitar Rp1,4 miliar.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More