Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Udara Panas, Gowa Siaga 10 September

Kota Makassar
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Udara Panas, Gowa Siaga 10 September
Kondisi cuaca panas terik di Bandar Lampung, Kamis (21/3/2024). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
  • BMKG Makassar mengeluarkan peringatan dini udara panas di Sulawesi Selatan pada 8-10 September 2026, saat sebagian besar wilayah masih mengalami puncak musim kemarau.
  • Pada 8 dan 9 September, 20 kabupaten/kota berstatus waspada dengan suhu terasa 35-40°C; belum ada wilayah berstatus siaga atau awas.
  • Pada 10 September, Gowa berstatus siaga dengan suhu terasa 40-45°C, sementara kemarau berpotensi lebih panjang dan masa peralihan musim dapat mundur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Makassar, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mengeluarkan peringatan dini udara panas untuk sejumlah wilayah Sulawesi Selatan. Peringatan tersebut berlaku pada 8-10 September 2026.

Sebagian besar kabupaten/kota masuk kategori waspada, dengan udara terasa panas pada ambang 35-40 derajat Celsius. Bahkan, Gowa diprakirakan masuk kategori siaga dengan ambang udara terasa panas 40-45 derajat Celsius pada Kamis (10/9/2026).

Kondisi ini terjadi saat sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan masih berada pada puncak musim kemarau. BMKG sebelumnya menyebut belum ada tanda-tanda kuat memasuki masa peralihan musim.

  1. 1. Hampir seluruh wilayah Sulsel masuk kategori waspada

    ilustrasi cuaca panas (IDN Times/Ilman Nafi'an)
    ilustrasi cuaca panas (IDN Times/Ilman Nafi'an)

    Pada Selasa (8/9/2026), BMKG mencatat 20 wilayah masuk kategori waspada. Daerah tersebut yakni Barru, Bone, Bulukumba, Enrekang, Gowa, Jeneponto, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Makassar, Maros, Palopo, Pangkep, Parepare, Pinrang, Sidrap, Soppeng, Takalar, Wajo, dan Kepulauan Selayar.

    Sementara kategori siaga dengan ambang udara terasa panas 40-45 derajat Celsius masih nihil. Begitu pula kategori awas dengan suhu terasa panas di atas 45 derajat Celsius.

  2. 2. Peringatan panas berlanjut hingga Rabu

    Ilustrasi cuaca panas (IDN Times/Ilman Nafi'an)
    Ilustrasi cuaca panas (IDN Times/Ilman Nafi'an)

    Pada Rabu (9/9/2026), BMKG kembali menetapkan 20 kabupaten/kota dalam kategori waspada.

    Wilayah tersebut meliputi Barru, Bone, Bulukumba, Enrekang, Gowa, Jeneponto, Kepulauan Selayar, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Makassar, Maros, Palopo, Parepare, Pinrang, Sidrap, Soppeng, Takalar, dan Wajo.

    Tidak ada wilayah yang masuk kategori siaga maupun awas pada hari tersebut.

  3. 3. Gowa masuk kategori siaga pada Kamis

    Kondisi cuaca panas terik di Bandar Lampung, Kamis (21/3/2024). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
    Ilustrasi cuaca panas. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

    Peringatan dini udara panas berlanjut pada Kamis (10/9/2026). Sebanyak 17 kabupaten/kota masuk kategori waspada dengan ambang udara terasa panas 35-40 derajat Celsius.

    Wilayah tersebut yakni Bone, Bulukumba, Enrekang, Jeneponto, Kepulauan Selayar, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Makassar, Palopo, Pangkep, Parepare, Pinrang, Sidrap, Soppeng, Takalar, dan Wajo.

    Berbeda dari dua hari sebelumnya, Gowa masuk kategori siaga dengan ambang udara terasa panas 40-45 derajat Celsius. Sementara kategori awas dengan ambang udara terasa panas di atas 45 derajat Celsius masih nihil.

  4. 4. Kemarau masih di puncak dan peralihan berpotensi mundur

    Cuaca panas di bulan Januari memunculkan penampakan lingkaran awan di atas Simpang Lima Semarang. IDN Times/Fariz Fardianto
    Ilustrasi cuaca panas. IDN Times/Fariz Fardianto

    Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Agus, smengatakan sebagian besar wilayah Sulsel masih berada pada puncak musim kemarau. Secara normal, masa peralihan mulai terjadi sekitar Oktober.

    "Untuk saat ini memang kita belum ada tanda-tanda peralihan musim. Jadi sekarang memang masih puncak-puncaknya musim kemarau, di sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan," kata Agus kepada IDN Times.

    Kondisi saat ini menunjukkan belum adanya tanda-tanda peralihan musim. Agus juga menyebut masa peralihan musim berpotensi datang lebih lambat dari biasanya.

    "Kalau melihat kondisi saat ini bisa mundur. Mundur dari normalnya," katanya.

    Menurut BMKG, kondisi tersebut dipengaruhi suhu muka laut di wilayah timur Pasifik yang berada di atas normal serta fenomena El Nino. Kondisi ini membuat kemarau tahun 2026 berpotensi lebih panjang dan kering.

    BMKG menjelaskan, peringatan dini tersebut menunjukkan nilai akumulasi harian paling tinggi yang terjadi dalam satu kabupaten/kota. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap dampak cuaca panas, terutama saat beraktivitas di luar ruangan dan di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More