Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sepak Terjang Anwar Hafid, Gubernur Sulteng yang Gratiskan Pendidikan

Kota Makassar
Sepak Terjang Anwar Hafid, Gubernur Sulteng yang Gratiskan Pendidikan
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, dalam acara perayaan Hari Ulang Tahun Kabupaten Banggaii ke-66 pada 9 Juli 2026. (instagram.com/anwarhafid14)
  • Anwar Hafid menempuh pendidikan hingga doktoral ilmu pemerintahan, memulai karier dari kepala desa, lalu menjabat Bupati Morowali selama dua periode.
  • Setelah menjadi anggota DPR RI periode 2019–2024, Anwar Hafid memenangkan Pilgub Sulawesi Tengah 2024 bersama Reny Lamadjido dengan 724.518 suara.
  • Sebagai Gubernur Sulteng periode 2025–2030, ia mengusung program 9 Berani, termasuk pendidikan dan UKT bantuan serta layanan kesehatan gratis cukup menggunakan KTP Sulteng.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Makassar, IDN Times - Pada 23 Agustus 2026 lalu, Arie Kriting melontarkan sebuah pertanyaan menarik. Komedian kelahiran Sulawesi Tenggara tersebut bertanya apakah ada provinsi yang gubernurnya saat ini memiliki program yang berhasil memberi hal baik untuk rakyatnya. "Gak mungkin lah dari 38 provinsi ini tidak ada satupun yang punya kinerja baik," tulis Arie di akun media sosial Threads-nya.

Lebih dari dua ribu komentar kemudian masuk ke utas tersebut, tetapi ada satu nama yang mencuat. Ia adalah Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, dengan program menyasar langsung pada rakyat dan lapisan bawah. Berbagai komentar positif datang dari penduduk Sulteng yang mengaku merasakan dampaknya secara langsung.

Lantas, bagaimana sepak terjang sosok kelahiran Wosu, Kabupaten Morowali, 14 Agustus 1969 tersebut? Apa saja program yang dijalankannya? Berikut ini profil Anwar Hafid seperti dihimpun dari berbagai sumber.

  1. 1. Menempuh pendidikan dasar di Sulawesi Tengah, lalu melanjutkan pendidikan tinggi di Makassar

    Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid.
    Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid (kiri), saat menghadiri acara Environmental Fest di Palu pada 30 Juni 2026. (instagram.com/anwarhafid14)

    Dilansir dari situs anwarhafid.com, dijelaskan bahwa Anwar Hafid menyelesaikan pendidikan dasarnya di Sulteng. Mulai dari SDN Wosu (lulus 1982), dilanjutkan ke SLTPN 1 Bungku (lulus 1985), dan SMAN 1 Poso (lulus 1988). Setelah itu, ia melangkah ke pendidikan tinggi dengan menyelesaikan jenjang Diploma Ilmu Pemerintahan di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Ujung Pandang (lulus 1991).

    Pendidikannya terus berlanjut hingga meraih gelar S1 Ilmu Pemerintahan di Universitas Hasanuddin Makassar (lulus 1994), kemudian S2 Magister Pemerintahan di Universitas Muslim Indonesia Makassar (lulus 2011). Terakhir, Anwar Hafid menuntaskan program S3 Doktoral Ilmu Pemerintahan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) pada 2023.

  2. 2. Memulai karier di birokrasi pemerintahan dari jenjang yang paling bawah

    Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid.
    Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, dalam kunjungannya ke Desa Mire, Kecamatan Ulobongka, Kabupaten Tojo Una-Una, pada 5 Agustus 2026. (instagram.com/anwarhafid14)

    Sembari mengasah ilmu akademik, Anwar Hafid juga membangun kariernya sebagai tenaga birokrasi dari jenjang paling bawah. Ia mengawali pengabdiannya sebagai Kepala Desa Rantebala, Kabupaten Luwu (1992–1997), lalu menjabat Sekretaris Camat Mangkutana (1998–1999).

    Kemudian ia diangkat sebagai Kepala Sub Bagian (Kasubag) Pemerintahan di Luwu (1999–2000), Camat Towuti (2000–2003), Camat Nuha (2003–2005), hingga Kabag Pemerintahan Kab. Luwu Timur (2005–2006) dan Asisten Bagian Pemerintahan Kab. Luwu Timur (2006-2007). Puncak kariernya di tingkat daerah terukir saat ia dipercaya oleh masyarakat memimpin tanah kelahirannya sebagai Bupati Morowali selama dua periode, yakni tahun 2007-2012 dan 2013-2018.

  3. 3. Setelah menjadi Bupati Morowali dua periode, Anwar Hafid terpilih menjadi Gubernur Sulteng

    Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid.
    Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, saat menghadiri acara panen raya padi organik di Desa Walatana, Kabupaten Sigi, pada 19 Agustus 2026. (instagram.com/anwarhafid14)

    Usai purna tugas sebagai Bupati Morowali, Anwar Hafid melanjutkan pengabdiannya ke panggung politik nasional. Ia terpilih sebagai Anggota DPR RI periode 2019–2024 dari Daerah Pemilihan Sulawesi Tengah (Fraksi Demokrat, Komisi V) serta mengemban amanah sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Tengah.

    Berbekal kombinasi pengalaman eksekutif di daerah dan legislatif di pusat, ia kemudian maju sebagai Calon Gubernur Sulteng dalam Pilgub Sulteng 2024. Berpasangan Calon Wakil Gubernur dan politisi perempuan, Reny Lamadjido, Anwar Hafid diusung oleh Partai Demokrat, PPP dan PBB. Hasilnya, mereka meraup 724.518 suara atau 45 persen, mengalahkan dua konstesan lainnya. Anwar pun terpilih menjadi orang nomor satu Sulteng periode 2025-2030.

  4. 4. Menitikberatkan programnya sebagai Gubernur Sulteng pada sektor pendidikan dan kesehatan

    Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid.
    Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menemui pelajar dalam kunjungannya ke Desa Mire, Kecamatan Ulobongka, Kabupaten Tojo Una-Una, pada 5 Agustus 2026. (instagram.com/anwarhafid14)

    Dilansir situs resmi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Anwar Hafid mengusung paket program prioritas "9 Berani" di masa kepemimpinannya sebagai Gubernur Sulawesi Tengah. Sektor layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan menjadi pilar utamanya sekaligus paling sering dibicarakan.

    Pertama adalah "Berani Cerdas", yakni bantuan biaya pendidikan dan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi siswa serta mahasiswa Sulteng. Dengan alokasi Rp351 miliar, program ini mencakup siswa, mahasiswa S1, S2, S3, pendidikan dokter spesialis, dan tenaga pendidik atau guru. Sudah setahun berjalan, program yang juga menyasar mahasiswa dan luar Sulteng tersebut telah menjangkau 23.568 orang.

    Kedua disebut "Berani Sehat", yakni penyediaan layanan kesehatan gratis dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat. Warga cukup menunjukkan KTP Sulteng untuk mendapat pelayanan di Puskesmas, rumah sakit daerah, atau fasilitas kesehatan bekerja sama. Warga tetap bisa berobat gratis meskipun status kepesertaan BPJS Kesehatan sedang menunggak, alias bisa dinikmati tanpa perlu melunasi tunggakan lebih dulu.

  5. 5. Menyebut dampak langsung yang dirasakan rakyat lebih penting daripada sekadar sesumbar

    Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid.
    Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, dalam acara perayaan Hari Ulang Tahun Kabupaten Banggaii ke-66 pada 9 Juli 2026. (instagram.com/anwarhafid14)

    Turut pula program lain yang tak kalah pentingnya. Sebut saja ari perbaikan infrastruktur jalan antardaerah (Berani Lancar), pemerataan akses listrik (Berani Menyala), peningkatan ekonomi kerakyatan (Berani Makmur), serta menjaga kerukunan sosial (Berani Harmoni).

    Melihat apresiasi di kolom komentar utas Arie Kriting, Anwar Hafid pun angkat bicara. Dalam sebuah wawancara yang diunggah ke akun media sosial Instagram pribadinya pada Selasa (1/9/2026) lalu, ia mengaku bahwa kinerja yang tampak dan dirasakan langsung oleh masyarakat jauh lebih penting daripada sekadar sesumbar.

    "Sulteng itu yang penting buktinya, bukan kata-katanya, bukan ceritanya. Itu memacu kita untuk melahirkan program terbaik, sehingga dana rakyat itu benar-benar dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan rakyat," ujar politikus 57 tahun tersebut dalam potongan wawancara di akun @anwarhafid14.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More