Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Menelusuri Asal Muasal Istilah 'Passobis', Lahir pada Era 2000-an?

Kota Makassar
Menelusuri Asal Muasal Istilah 'Passobis', Lahir pada Era 2000-an?
ilustrasi penipuan (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Sejumlah kasus penipuan daring yang melibatkan warga Sulsel, termasuk penangkapan di Sidrap pada 2026, kembali menyorot istilah lokal “passobis”.
  • Istilah “passobis” tidak tercantum dalam Kamus Bahasa Bugis-Indonesia 2022; penelitian mengaitkannya dengan akronim “sosial bisnis”, yakni penipuan melalui manipulasi interaksi manusia secara terorganisir.
  • Teori lain menyebut “passobis” berasal dari “sok bisnis” sejak era 2000-an; pergeseran maknanya mencatat dinamika bahasa lokal di tengah maraknya penipuan digital.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Makassar, IDN Times - Menipu jelas adalah sebuah profesi yang termasuk dalam tindakan kejahatan di mata hukum. Namun, belakangan Sulawesi Selatan (Sulsel) kerap menjadi pemberitaan nasional lantaran terungkapnya sejumlah kasus penipuan yang dilakukan warga Sulsel sendiri. Pada 21 Agustus 2026 lalu, Polda Jawa Barat menangkap 12 tersangka penipu daring di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Yang terbaru, Polda Sulsel pada Rabu (2/9/2026) lalu menangkap seorang pria berusia 32 tahun di Kabupaten Sidrap. Pelaku ditangkap di kediamannya lantaran terlibat penipuan dengan modus jual beli motor melalui media sosial (medsos).

Di Sulsel, aktivitas penipuan secara daring dikenal dengan sebutan "passobis." Namun, kosa kata tersebut cenderung baru dalam percakapan sehari-hari masyarakat Bugis. Tak pelak, muncul dugaan bahwa "passobis" merupakan serapan dari kata asing.

  1. 1. Kata "passobis" tidak tercantum dalam buku Kamus Bahasa Bugis-Indonesia

    ilustrasi seseorang sedang penggunakan ponsel
    ilustrasi seseorang sedang penggunakan ponsel (unsplash.com/Priscilla Du Preez)

    Lantas, darimana asal-usul istilah "passobis" ini lahir? Terlebih kata tersebut tidak tercantum dalam buku Kamus Bahasa Bugis-Indonesia terbitan Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan pada 2022. Namun, sejumlah naskah penelitian akademik yakni jurnal ilmiah dan skripsi percaya bahwa ini adalah singkatan (akronim) dari "sosial bisnis."

    Sisi "sosial" merujuk pada metode penipuan yang sepenuhnya memanfaatkan interaksi dan manipulasi psikologis manusia. Sisi "bisnis" merujuk pada fakta bahwa aksi penipuan ini tidak cuma dilakukan secara perorangan, melainkan terorganisir secara rapi layaknya sebuah perusahaan atau unit bisnis.

  2. 2. Disinyalir berasal dari singkatan "sosial-bisnis" atau "sok bisnis"

    ilustrasi tindak pidana penipuan siber
    ilustrasi tindak pidana penipuan siber (unsplash.com/Michael lima)

    Sebuah kesimpulan kemudian bisa ditarik. Singkatan "sosial-bisnis" menggambarkan kejahatan yang mengomodifikasi (membisniskan) interaksi sosial dan emosi manusia demi meraup keuntungan finansial. Lalu penggunaan awalan "pa-" dalam tata bahasa Bugis (mirip dengan bahasa Indonesia) berfungsi membentuk kata benda yang menyatakan pelaku atau orang yang melakukan perbuatan tersebut.

    Masih ada satu teori lagi tentang asal-usul kata "passobis." Istilah tersebut diyakini berawal dari singkatan dari "sok bisnis" yang mulai digunakan sejak era sejak era 2000-an di kalangan pemuda Sulawesi yang pergi merantau di dalam atau luar negeri. Walau bunyinya terdengar mirip dengan kata "showbiz" yang identik dengan dunia hiburan, makna "sobis" kini bergeser menjadi praktik kejahatan dan penipuan di ruang digital.

  3. 3. Pergeseran makna menandakan bahasa lokal terus merekam dinamika sosial

    Suasana daerah lepas pantai Kota Makassar yang menjadi salah satu destinasi wisata.
    Suasana daerah lepas pantai Kota Makassar yang menjadi salah satu destinasi wisata. (unsplash.com/Arief Hidayat)

    Lantas, kenapa "sok bisnis" kemudian diidentikkan dengan tindakan penipuan? Hal tersebut masih menjadi misteri sehingga perlu penelusuran lebih lanjut. Kendati demikian, ini mencerminkan bagaimana bahasa lokal terus beradaptasi merekam dinamika sosial masyarakatnya.

    Terlepas dari pergeseran etimologinya, "passobis" tetap menjadi tindakan yang bertentangan dengan hukum serta merugikan para korbannya. Popularitas istilah tersebut juga menjadi pengingat penting bagi publik untuk selalu waspada dan rasional di tengah makin maraknya modus rekayasa sosial di era digital.

    Sumber artikel :

    MH, A. M. S. M. C. |. D. N. a. R. S. (2026). TINDAK PIDANA PENIPUAN BERBASIS ELEKTRONIK. PENERBIT KBM INDONESIA.

    Nur, S. (2024). PENANGANAN POLRES LUWU UTARA DI KECAMATAN MALANGKE BARAT TERHADAP TINDAK PIDANA PENIPUAN SOSIAL BISNIS (SOBIS) ONLINE. In Repository IAIN Palopo. http://repository.uinpalopo.ac.id/id/eprint/8672/1/ABSTRAK.pdf

    Asri, Masra, Nurhakki, Ramli, & Wahyuddin. (2024). Analisis pola jaringan komunikasi Passobis di Kabupaten Sidrap. Komunida: Media Komunikasi Dan Dakwah, 14(2). https://doi.org/10.35905/komunida.v7i2.474.

    Said, I. M., & Kartika. (2025). The linguistic identity of Short Message Service (SMS) Sobis. Advances in Social Science, Education and Humanities Research/Advances in Social Science, Education and Humanities Research, 144–151. https://doi.org/10.2991/978-2-38476-394-8_18

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More