Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kebakaran Hanguskan 5 Hektare Hutan TWA Lejja Soppeng

Kota Makassar
Kebakaran Hanguskan 5 Hektare Hutan TWA Lejja Soppeng
Kebakaran hanguskan sekitar 5 hektare lahan di Lejja, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, Jumat (4/9/2026). Dok. BKSDA Sulsel
  • Kebakaran di TWA Lejja, Soppeng, menghanguskan sekitar 5 hektare kawasan hutan konservasi.
  • Api terdeteksi sejak pagi, padam pada siang hari, lalu kembali muncul sebelum dipadamkan pada malam hari.
  • Petugas gabungan melakukan pemadaman manual dan masih memantau lokasi, sementara penyebab kebakaran diselidiki.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Makassar, IDN Times - Kebakaran melanda kawasan hutan Taman Wisata Alam (TWA) Lejja, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, Jumat (4/9/2026). Api menghanguskan sekitar 5 hektare kawasan hutan konservasi. Kebakaran terjadi di Blok Hutan Pajalloreng, sekitar Desa Bulue, Kecamatan Marioriawa, Soppeng, pada koordinat 04°09′24.41′′ S 119°48′27.51′′ E.

Kebakaran mulai terdeteksi sekitar pukul 10.00 Wita. Api kemudian berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.00 Wita. Namun, titik api kembali muncul sekitar pukul 18.00 Wita dan baru berhasil dipadamkan pada pukul 20.30 Wita.

  1. 1. Api Sempat Muncul Dua Kali hingga Malam

    Kebakaran hanguskan sekitar 5 hektare lahan di Lejja, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, Jumat (4/9/2026). Dok. BKSDA Sulsel
    Kebakaran hanguskan sekitar 5 hektare lahan di Lejja, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, Jumat (4/9/2026). Dok. BKSDA Sulsel

    Kepala Resor TWA Lejja, Andi Ahmad, mengatakan kobaran api berhasil dikendalikan setelah petugas gabungan dari Bidang KSDA Wilayah II Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan, khususnya Resor TWA Lejja, bersama Masyarakat Mitra Polhut (MMP) petugas dari PT Lamataesso Mattappa, operator wisata alam TWA Lejja dan pemerintah desa setempat melakukan pemadaman

    "Kebakaran ini baru terjadi setelah tiga tahun. Diduga terjadi karena suhu panas ekstrem dan lokasi ini dekat dengan permukiman serta lokasi persampahan masyarakat sekitar kawasan hutan. Penyebab kebakaran hutan sedang kami selidiki," kata Andi Ahmad, Jumat (4/9/2026).

    Petugas masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada titik api baru yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

    "Saya bersama Bapak Raduan, Kepala Seksi KSDA Wilayah III, sedang menyelidiki penyebabnya," ujarnya.

  2. 2. Petugas Padamkan Api secara Manual

    Kebakaran hanguskan sekitar 5 hektare lahan di Lejja, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, Jumat (4/9/2026). Dok. BKSDA Sulsel
    Kebakaran hanguskan sekitar 5 hektare lahan di Lejja, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, Jumat (4/9/2026). Dok. BKSDA Sulsel

    Pemadaman dilakukan secara manual menggunakan peralatan seperti gepyok dan jet shooter. Petugas juga membuat sekat bakar untuk mencegah api menjalar ke kawasan hutan lainnya.

    Proses pemadaman sempat menghadapi kendala. Tiupan angin yang cukup kencang ditambah banyaknya seresah atau material kering di sekitar kawasan hutan membuat api lebih sulit dikendalikan.

    TWA Lejja sendiri merupakan salah satu kawasan konservasi sekaligus destinasi wisata alam andalan Kabupaten Soppeng. Kawasan ini memiliki luas sekitar 1.318 hektare berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor 169/Kpts-II/2000 tertanggal 29 Juni 2000.

    TWA Lejja dikenal dengan sumber air panasnya yang tersedia sepanjang tahun dan menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik.

  3. 3. Manggala Agni Siapkan Peralatan jika Api Kembali Meluas

    Kebakaran hanguskan sekitar 5 hektare lahan di Lejja, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, Jumat (4/9/2026). Dok. BKSDA Sulsel
    Kebakaran hanguskan sekitar 5 hektare lahan di Lejja, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, Jumat (4/9/2026). Dok. BKSDA Sulsel

    Kepala BBKSDA Sulawesi Selatan, Hasnawir, meminta jajarannya meningkatkan pemantauan dan pencegahan kebakaran, terutama saat puncak musim kemarau.

    "Musim kemarau puncak ini harus kita tingkatkan kesiapsiagaan, lakukan deteksi dini dan segera lakukan pemadaman agar kejadian karhutla tidak meluas," ungkap Hasnawir.

    Sementara itu, Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sulawesi, Era Isdhiartanto, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah peralatan jika kebakaran kembali membesar dan tidak mampu ditangani petugas di lapangan.

    Peralatan tersebut di antaranya pompa pemadam kebakaran tetap atau fixed fire pump, mobile fire pump, tangki air, serta perlengkapan pemadaman lainnya.

    "Kami terus melakukan monitoring dengan petugas Resor TWA Lejja. Apabila tidak teratasi, tim Manggala Agni akan segera kami terjunkan. Personel kami standby sementara di Parepare," kata Era.

    Kepala Bidang KSDA Wilayah II, Mustari Tepu, menegaskan penanganan kebakaran hutan membutuhkan sinergi seluruh pihak. Ia mengapresiasi petugas, MMP, dan masyarakat yang terlibat dalam pemadaman.

    "Kami berterima kasih kepada para petugas resor, MMP dan masyarakat atas upaya pemadaman karhutla yang sudah dilakukan. Hal ini mencerminkan sinergi untuk menjaga keselamatan bersama dan upaya pelestarian lingkungan. Mari menjaga komitmen itu," pungkasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More