Jumlah Siswa yang Keracunan MBG di Tana Toraja Bertambah Jadi 152 Orang

- Sebanyak 152 orang, termasuk empat guru, diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis.
- Korban dari SMPN 1 dan SMPN 2 Makale dirawat di RS Lakipadada, RS Sinar Kasih, dan RS Fatima.
- Menu yang dibagikan terdiri dari nasi, ayam, perkedel, serta sayuran seperti wortel.
Makassar, IDN Times - Siswa Sekolah Menengah Pertama di Makale di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencapai 152 orang, termasuk empat guru.
1. Korban dirawat di tiga rumah sakit

mbg Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Tana Toraja, Gery Desnada, mengatakan seluruh korban dirawat di tiga rumah sakit (RS). Ada yang dirawat di RS Lakipadada, RS Sinar Kasih, dan RS Fatima. Ratusan korban tersebut berasal dari SMPN 1 dan SMPN 2 Makale.
"Update info Pukul 16.10 Wita dari IGD RS Sinar Kasih, total 46 orang semua siswa SMPN 1, RS Fatima total 29 orang siswa semua siswa SMPN 1 dan di RS Lakipadada total pasien 77 orang. Ada masing-masing dua guru dari SMPN 1 dan 2 Makale," kata Gery Desnada kepada IDN Times, Kamis (3/9/2026).
2. Sudah ada 24 orang yang diperbolehkan pulang

mbg Khusus di RS Lakipadada, korban yang menjalani rawat inap tercatat 34 orang dan yang menjalanj perawatan di IGD tercatat 19 orang. Sedangkan 24 orang lainnya sudah diperbolehkan pulang.
Meski demikian, Geri memgaku tidak mengetahui secara pasti apa saja keluhan yang dialami ratusan siswa hingga dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
"Untuk keluhan saya kurang tahu, mungkin bisa langsung konfirmasi ke pihak rumah sakit. Batasan saya hanya bisa menyampaikan persoalan data (korban)," tandasnya.
3. Menu MBG: ada ayam, perkedel hingga wortel

Ilustrasi menu MBG di sekolah (IDN Times/Rizal Adhi Pratama) Kepala SMPN 1 Makale, Yohanis Pakiding mengatakan puluhan siswanya diduga mengalami gejala keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) diterima sekolah pada Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 11.00 Wita. Makanan kemudian dibagikan kepada siswa sekitar pukul 12.00 Wita.
"Jadi kemarin jam 11 pengantarannya ke sekolah dan makan anak-anak jam 12, itu sudah rutin," ucap Yohanis kepada awak media.
Yohanis menyebut, menu yang diterima siswa terdiri dari nasi, ayam, perkedel, serta sayuran seperti wortel. Sebelum dibagikan, makanan disebut telah diperiksa oleh petugas atau PIC di sekolah, salah satunya dengan mengecek aroma makanan.
"Yang aromanya dicium saja. Tapi kan untuk makan, kita tidak coba dulu untuk makan. Untuk ayamnya saya nggak tahu apa campurannya, tapi dia berair. Saya nggak tahu apakah santan (atau bukan)," jelasnya.



.png)












