Pemadaman Bergilir, PLN Kerahkan 230 Petugas Percepat Pemeliharaan Listrik

- PLN UID Sulselrabar mengerahkan lebih dari 230 teknisi untuk mempercepat pemeliharaan fasilitas kelistrikan sistem Sulbagsel demi menjaga performa dan keandalan pasokan jangka panjang.
- Pengurangan daya pasok selama pemeliharaan membuat PLN menerapkan pengaturan beban bergilir di Makassar dan sekitarnya, dengan durasi pemadaman sekitar 1-4 jam per sesi.
- PLN meminta warga memantau kanal resmi, mengatur penggunaan perangkat listrik, serta menyiapkan sumber cadangan untuk kebutuhan penting selama pemeliharaan dan pemulihan berlangsung.
Makassar, IDN Times - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) mengerahkan lebih dari 230 petugas teknik untuk mempercepat pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan pada sistem Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel). Pemeliharaan tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan performa dan keandalan pasokan listrik dalam jangka panjang.
Selama proses pemeliharaan berlangsung, daya mampu pasok pada sistem kelistrikan Sulbagsel berkurang. Kondisi ini membuat PLN harus melakukan pengaturan beban secara bergilir di sejumlah wilayah Makassar dan sekitarnya untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik.
1. Pemeliharaan sistem kelistrikan sedang berlangsung

Ilustrasi pemeliharaan jaringan transmisi oleh petugas PLN Sistem Sulbagsel. (Dok. PLN) General Manager PLN UID Sulselrabar Edyansyah mengatakan proses pemeliharaan saat ini masih berlangsung. Lebih dari 230 petugas teknik dikerahkan untuk mempercepat pekerjaan tersebut.
“Saat ini lebih dari 230 teknisi sudah dikerahkan untuk percepatan proses pemeliharaan, mari kita berdoa bersama agar dipermudah prosesnya sehingga dapat selesai sesuai dengan jadwal,” kata Edyansyah dalam keterangan tertulis, Rabu (2/9/2026).
Menurut PLN, pemeliharaan dilakukan pada sejumlah fasilitas sistem kelistrikan Sulbagsel. Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga performa dan keandalan sistem listrik dalam jangka panjang.
2. Pemadaman bergilir berlangsung 1-4 jam

ilustrasi mati lampu (pexels.com/Brett Sayles) Pengaturan beban dilakukan secara bertahap dan tidak membuat seluruh wilayah mengalami pemadaman secara bersamaan. Durasi pemadaman diperkirakan sekitar 1 hingga 4 jam pada setiap sesi.
Namun, waktu pelaksanaan pemadaman dapat berubah menyesuaikan kondisi sistem kelistrikan di lapangan. PLN menyebut pengaturan beban diperlukan selama daya mampu pasok berkurang akibat proses pemeliharaan.
“Petugas teknis PLN terus bekerja secara maksimal di lapangan untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan pemeliharaan. Kami memahami bahwa kondisi ini dapat mengganggu aktivitas masyarakat, namun langkah ini diperlukan untuk menjaga kestabilan dan keandalan sistem kelistrikan,” jelasnya.
3. Warga diminta siapkan listrik cadangan

Ilustrasi listrik (IDN Times/Arief Rahmat) PLN mengimbau masyarakat memantau informasi terbaru mengenai wilayah terdampak dan perkembangan penanganan melalui aplikasi PLN Mobile maupun kanal informasi resmi PLN. Informasi juga dapat diperoleh melalui WhatsApp Channel PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) di masing-masing wilayah.
Masyarakat diminta mengantisipasi kemungkinan pemadaman dengan mengatur penggunaan peralatan listrik. Warga juga disarankan menyiapkan sumber listrik cadangan untuk kebutuhan yang bersifat penting.
“Kami memahami bahwa kondisi ini dapat mengganggu aktivitas masyarakat. Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan sementara yang dialami pelanggan. Kami memohon doa, dukungan, pengertian, dan kesabaran masyarakat selama proses pemeliharaan dan pemulihan berlangsung,” tutup Edyansyah.

















