Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

NTP Petani Sulsel Naik Jadi 122,52, Perkebunan Rakyat Tertinggi

Kota Makassar
NTP Petani Sulsel Naik Jadi 122,52, Perkebunan Rakyat Tertinggi
ilustrasi petani cabai (pexels.com/Danang DKW)
Share Article

Makassar, IDN Times - Nilai Tukar Petani (NTP) gabungan Provinsi Sulawesi Selatan pada Agustus 2026 mencapai 122,52. NTP merupakan indikator yang menggambarkan daya tukar atau daya beli petani berdasarkan perbandingan harga yang diterima dari hasil pertanian dengan harga yang dibayarkan untuk kebutuhan rumah tangga dan biaya produksi.

Angka tersebut naik 0,97 persen dibandingkan NTP Juli 2026 yang berada di level 121,34. Kenaikan terjadi karena indeks harga yang diterima petani (It) meningkat 0,94 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani (Ib) turun 0,03 persen.

  1. 1. NTP perkebunan rakyat naik paling tinggi

    Riyanto
    Ilustrasi petani tengah beraktivitas di sawah. IDN Times/Riyanto.

    Meski secara umum naik, pergerakan NTP di lima subsektor pertanian tidak seragam. Dari lima subsektor pertanian, tiga di antaranya mengalami kenaikan NTP pada Agustus 2026. Kenaikan tertinggi terjadi pada subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) sebesar 4,23 persen menjadi 150,36.

    Berikutnya NTP subsektor Perikanan naik 2,10 persen menjadi 127,97 dan Tanaman Pangan naik 0,48 persen menjadi 115,36. Sementara NTP Peternakan turun 0,06 persen menjadi 103,94.

    NTP Hortikultura mencatat penurunan paling besar, yakni 7,77 persen menjadi 128,16. Penurunan ini terjadi karena indeks harga yang diterima petani hortikultura merosot 7,76 persen.

  2. 2. Harga sayuran jadi penyebab NTP hortikultura turun

    Pedagang sayur di pasar modern JGC Cakung
    Ilustrasi pedagang sayur di pasar. (IDN Times/Pitoko)

    Penurunan indeks harga yang diterima petani hortikultura dipengaruhi turunnya harga pada kelompok sayur-sayuran sebesar 8,25 persen. Kelompok tanaman obat-obatan juga turun 3,69 persen.

    Sementara kelompok buah-buahan masih mengalami kenaikan harga sebesar 0,59 persen. Dari sisi biaya yang dibayar petani, indeks harga yang dibayar petani hortikultura tidak mengalami perubahan signifikan.

    Secara umum, indeks harga yang diterima petani Sulsel meningkat dari 152,05 pada Juli menjadi 153,48 pada Agustus 2026. Kenaikan tersebut terutama didorong subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 4,11 persen dan Perikanan sebesar 2,20 persen.

  3. 3. NTP perikanan dan tanaman pangan ikut menguat

    Ilustrasi bps IDN Times/Hana Adi Perdana
    Ilustrasi bps IDN Times/Hana Adi Perdana

    Pada subsektor Tanaman Pangan, kenaikan NTP sebesar 0,48 persen dipengaruhi kenaikan indeks harga yang diterima petani sebesar 0,45 persen dan penurunan indeks harga yang dibayar sebesar 0,03 persen. Harga kelompok padi naik 0,27 persen, sedangkan palawija meningkat 1,13 persen.

    Sementara pada subsektor Perikanan, NTP naik 2,10 persen. Kenaikan ini didorong indeks harga yang diterima petani yang tumbuh 2,20 persen, lebih tinggi dibanding kenaikan indeks harga yang dibayar petani sebesar 0,10 persen.

    Indeks harga yang diterima petani perikanan tangkap naik 0,50 persen, sedangkan perikanan budidaya meningkat 3,42 persen. Adapun NTP peternakan turun tipis 0,06 persen karena indeks harga yang dibayar petani naik 0,06 persen, sementara harga yang diterima relatif tidak berubah.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More