Ekspor Sulsel Juli 2026 Tembus US$175 Juta, Naik Hampir 50 Persen

- Ekspor Sulsel Juli 2026 mencapai US$175,28 juta, melonjak 49,71 persen dari Juni, meski total Januari-Juli turun 7,33 persen menjadi US$859,98 juta.
- Nikel mendominasi ekspor Juli senilai US$102,66 juta, sementara Jepang menjadi tujuan utama US$105,07 juta; pengiriman terbesar berlangsung melalui Pelabuhan Malili.
- Impor Sulsel Januari-Juli naik 13,71 persen menjadi US$564,15 juta; pada Juli, gandum menjadi komoditas terbesar dan hampir seluruh impor dibongkar di Pelabuhan Makassar.
Makassar, IDN Times - Nilai ekspor yang dikirim melalui pelabuhan di Sulawesi Selatan sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai US$859,98 juta. Angka tersebut turun 7,33 persen atau sekitar US$68 juta dibanding periode yang sama pada 2025.
Meski secara kumulatif turun, kinerja ekspor Sulsel pada Juli 2026 justru meningkat signifikan. Nilai ekspor pada Juli mencapai US$175,28 juta atau naik 49,71 persen dibanding Juni 2026 yang tercatat sebesar US$117,05 juta.
1. Nikel masih jadi komoditas ekspor terbesar

ilustrasi nikel (Unsplash/Paul-Alain Hunt) Nikel menjadi komoditas dengan nilai ekspor terbesar Sulsel pada Juli 2026. Nilainya mencapai US$102,66 juta atau 58,57 persen dari total ekspor Sulsel pada bulan tersebut.
Di posisi berikutnya terdapat biji-bijian berminyak sebesar US$25,48 juta atau 14,54 persen, besi dan baja US$18,87 juta atau 10,76 persen, kakao/cokelat US$8,93 juta atau 5,10 persen, serta ikan dan udang US$6,37 juta atau 3,63 persen.
Dibandingkan Juni 2026, ekspor nikel naik 65,14 persen, biji-bijian berminyak naik 44,80 persen, serta besi dan baja melonjak 117,20 persen. Sementara ekspor ikan dan udang turun 20,89 persen.
Secara kumulatif Januari-Juli 2026, penurunan ekspor terutama dipengaruhi komoditas besi dan baja. Nilainya turun US$141,15 juta atau 71,47 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
2. Jepang jadi tujuan utama ekspor Sulsel

ilustrasi ekspor (IDN Times/Arief Rahmat) Jepang menjadi negara tujuan ekspor terbesar Sulsel pada Juli 2026 dengan nilai US$105,07 juta atau 59,94 persen dari total ekspor. Selanjutnya Tiongkok sebesar US$56,53 juta atau 32,25 persen dan Amerika Serikat US$3,98 juta atau 2,27 persen.
Adapun Korea Selatan dan Australia masing-masing menyumbang US$3,19 juta dan US$1,61 juta. Dibandingkan Juni, ekspor ke Jepang naik 61,23 persen dan Tiongkok naik 51,55 persen.
Secara kumulatif Januari-Juli 2026, Jepang juga menjadi tujuan ekspor terbesar Sulsel dengan nilai US$521,60 juta. Kemudian Tiongkok US$245,36 juta dan Amerika Serikat US$24 juta. Ketiga negara tersebut menyumbang sekitar 91,97 persen dari total ekspor Sulsel.
Untuk pelabuhan muat, ekspor terbesar pada Juli dilakukan melalui Malili dengan nilai US$102,66 juta atau 58,57 persen. Sementara melalui Pelabuhan Makassar mencapai US$68,96 juta atau 39,34 persen.
3. Gandum komoditas impor terbesar

ilustrasi gandum (pexels.com/Pixabay) Berbanding terbalik dengan ekspor, nilai impor Sulsel justru meningkat sepanjang Januari-Juli 2026. Nilainya mencapai US$564,15 juta atau naik 13,71 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada Juli 2026 saja, nilai impor yang dibongkar melalui pelabuhan di Sulsel mencapai US$84,97 juta. Angka tersebut naik 17,02 persen dibanding Juli 2025 yang sebesar US$72,62 juta.
Komoditas impor terbesar pada Juli adalah gandum-ganduman dengan nilai US$38,36 juta atau 45,14 persen. Berikutnya olahan makanan hewan US$14,50 juta, mesin-mesin/pesawat mekanik US$6,46 juta, kakao/cokelat US$5,10 juta, dan bahan kimia organik US$3,94 juta.
Secara kumulatif, kenaikan impor Januari-Juli 2026 terutama didorong olahan makanan hewan yang bertambah US$35,99 juta atau 49,70 persen. Impor gandum-ganduman naik US$13,29 juta atau 12,61 persen, mesin-mesin/pesawat mekanik naik US$10,74 juta atau 33,07 persen, serta bahan kimia organik naik US$6,84 juta atau 174,96 persen.
Negara asal impor terbesar pada Juli adalah Tiongkok dengan nilai US$19,64 juta, Australia US$17,76 juta, Ukraina US$14,58 juta, Brasil US$12,21 juta, dan Kanada US$6,15 juta. Sementara hampir seluruh barang impor pada Juli dibongkar melalui Pelabuhan Makassar dengan nilai US$84,51 juta atau 99,45 persen dari total impor.


















