Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Polisi Klaim Kasus Geng Motor Makassar Turun Drastis

Kota Makassar
Polisi Klaim Kasus Geng Motor Makassar Turun Drastis
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana menyampaikan perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat dalam Rakor Forkopimda Kota Makassar di Swiss-Belhotel Makassar, Senin (31/8/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
  • Polrestabes Makassar mencatat hanya satu kasus geng motor dalam sepekan terakhir, turun drastis dari sebelumnya yang hampir terjadi setiap hari.
  • Dalam periode sama, polisi menangani empat aksi balap liar, empat perkelahian kelompok skala kecil, serta kasus narkotika dan penganiayaan dengan sekitar 55 orang ditangkap.
  • Polisi dan Pemkot Makassar menekankan kolaborasi aparat, pemerintah, ormas, dan masyarakat perlu terus diperkuat untuk mencegah gangguan kamtibmas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Makassar, IDN Times - Kasus geng motor di Kota Makassar menunjukkan penurunan dalam sepekan terakhir. Polrestabes Makassar mencatat hanya satu kasus geng motor yang terjadi dalam periode tersebut.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana mengatakan angka tersebut jauh menurun dibandingkan kondisi sebelumnya ketika aksi geng motor dapat terjadi hampir setiap hari. Hal itu disampaikan Arya dalam Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Makassar terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kota Makassar, di Swiss-Belhotel Makassar, Senin (31/8/2026).

"Dalam satu minggu terakhir ternyata satu geng motor tertangkap. Biasanya hampir setiap hari dan beberapa kali," kata Arya.

  1. 1. Balap liar dan perkelahian kelompok masih terjadi

    Razia cegah balap liar di PKB Klungkung.  (Dok. IDN Times/istimewa)
    Ilustrasi. Razia cegah balap liar di PKB Klungkung. (Dok. IDN Times/istimewa)

    Selain kasus geng motor, Polrestabes Makassar juga mencatat empat kali aksi balap liar dan empat kasus perkelahian kelompok dalam sepekan terakhir. Menurut Arya, perkelahian kelompok yang terjadi masih dalam skala kecil dan dapat ditangani oleh aparat kepolisian.

    Polisi juga menangani sejumlah kasus kriminal lainnya, di antaranya narkotika dan penganiayaan. Dari berbagai penanganan tersebut, sekitar 55 orang ditangkap oleh jajaran Polrestabes Makassar.

    Arya mengatakan penurunan gangguan keamanan tersebut tidak terlepas dari kerja sama antara kepolisian dengan berbagai pihak, mulai dari TNI, Pemerintah Kota Makassar, pemerintah kecamatan dan kelurahan hingga organisasi kemasyarakatan (ormas). Dia menegaskan kepolisian tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Makassar.

    "Keamanan ini bukan hanya tugas kepolisian. Sering saya sampaikan, polisi ini jumlahnya sedikit. Tidak mungkin kami bisa menjaga keamanan dengan cepat kalau tidak dibantu dengan kepedulian dan partisipasi oleh masyarakat," katanya.

  2. 2. Polisi sebut keamanan bukan hanya tugas aparat

    Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana. IDN TImes/Darsil Yahya
    Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana. IDN TImes/Darsil Yahya

    Menurut Arya, keterlibatan masyarakat diperlukan untuk mencegah gangguan keamanan berkembang menjadi persoalan yang lebih besar. Karena itu, Arya berharap kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah dan masyarakat terus diperkuat untuk mempertahankan kondisi Makassar tetap aman dan kondusif.

    "Kolaborasi ini untuk jaga keamanan, tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi menjadi gerakan bersama seluruh masyarakat untuk mempertahankan Makassar sebagai kota yang aman, tertib dan kondusif," katanya.

  3. 3. Munafri minta semua pihak tak berhenti perkuat pencegahan

    Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. (IDN Times/Asrhawi Muin)
    Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. (IDN Times/Asrhawi Muin)

    Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan penurunan angka gangguan kamtibmas tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur yang terlibat dalam menjaga keamanan kota. Menurut Munafri, Pemerintah Kota Makassar bersama Forkopimda terus menjalankan koordinasi dan berbagai upaya untuk merespons potensi gangguan keamanan di tengah masyarakat.

    "Tadi sudah dipaparkan oleh Pak Kapolres bahwa menurun lah apa namanya angka-angka, baik itu kriminalitas, baik itu kegiatan-kegiatan yang mengganggu jalannya ketertiban," kata Munafri.

    Namun, Munafri menegaskan kondisi tersebut tidak boleh membuat seluruh pihak berhenti mengupayakan pencegahan. Menurutnya, keamanan harus menjadi tanggung jawab bersama dan tidak hanya dibebankan kepada aparat keamanan.

    "Kalau cuma kita harus mampu merubah paradigma secara bersama-sama bahwa yang menjaga keamanan bukan hanya aparat, aparat keamanan tapi yang mampu menjaga ini adalah apa? Keamanan yang ada di kota ini adalah tanggung jawab kita secara bersama-sama," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More