Proyek Revitalisasi Mangkrak, Kondisi Lapangan Karebosi Memprihatinkan

- Lapangan Karebosi Makassar terbengkalai: area revitalisasi dipenuhi semak, tanaman liar, dan sampah, sehingga ruang olahraga seperti lapangan bola serta jogging track tidak dapat digunakan.
- Revitalisasi yang dimulai pada 2024 berhenti setelah kontrak PT Arkindo diputus pada November 2024 karena progres tak sesuai target; sengketa hukum kemudian dibawa ke pengadilan.
- Pemkot telah menganggarkan lebih dari Rp40 miliar pada APBD 2026, tetapi pengerjaan fisik ditunda. Pemerintah akan menyusun perencanaan ulang dan menargetkan pembenahan dimulai pada 2027.
Makassar, IDN Times - Kondisi Lapangan Karebosi Makassar kembali menjadi sorotan. Kawasan yang selama ini dikenal sebagai salah satu ruang publik dan pusat aktivitas olahraga warga itu kini tampak terbengkalai setelah proyek revitalisasinya terhenti.
Pantauan IDN Times, Senin (31/8/2026), sejumlah bagian kawasan Lapangan Karebosi terlihat ditumbuhi rumput dan tanaman liar yang cukup tinggi. Kondisi tersebut membuat beberapa sudut lapangan tampak seperti semak belukar di tengah pusat Kota Makassar.
Tak terlihat lagi lapangan luas yang dulunya digunakan warga sebagai arena bermain bola maupun jogging track. Lapangan yang semestinya menjadi ruang terbuka untuk berolahraga dan beraktivitas itu kini tak dapat difungsikan sebagaimana mestinya.
1. Lapangan Karebosi tampak tidak terawat

Kondisi Lapangan Karebosi Makassar yang tampak tidak terawat, Senin (31/8/2026). IDN Times/Asrhawi Muin Dari luar, ikon Kota Makassar itu sekilas masih tampak seperti sebelumnya. Di sisi yang menghadap Jalan RA Kartini, terlihat deretan kios Kanrerong yang menjajakan beragam makanan. Sementara di sisi Jalan Jenderal Sudirman, terdapat pintu masuk menuju Karebosi Link serta sejumlah tenda yang juga digunakan sebagai kios makanan.
Namun, di balik deretan kios tersebut, terlihat seng berwarna cokelat dipasang yang menjadi pembatas area yang akan direvitalisasi. Akses menuju area tersebut dapat dilalui dari bagian belakang kios Kanrerong.
Di bagian tersebut, tanaman liar dan semak belukar tampak tumbuh tak terawat. Sampah juga terlihat berserakan di sejumlah titik, disertai aroma sisa pembakaran. Beberapa pakaian tampak dijemur pada tali jemuran yang terpasang di area yang dulunya adalah jogging track.
Kondisi ini menjadi ironis karena Karebosi merupakan salah satu ruang publik penting di Kota Makassar. Kawasan tersebut selama bertahun-tahun digunakan warga untuk berbagai aktivitas, mulai dari jogging, sepak bola, hingga kegiatan olahraga lainnya.
2. Revitalisasi Karebosi mangkrak setelah kontrak diputus

Kondisi Lapangan Karebosi Makassar yang tampak tidak terawat, Senin (31/8/2026). IDN Times/Asrhawi Muin Proyek revitalisasi Lapangan Karebosi mulai dikerjakan pada 2024. Proyek tersebut dimulai pada masa pemerintahan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto.
Namun, pengerjaan proyek tidak berjalan sesuai rencana hingga akhirnya kontrak dengan kontraktor diputus. Pekerjaan yang telah berjalan juga belum membuat seluruh kawasan Karebosi dapat difungsikan kembali.
Proyek revitalisasi Karebosi sebelumnya dikerjakan PT Arkindo. Namun, Pemkot Makassar memutus kontrak perusahaan tersebut pada 22 November 2024 setelah progres pekerjaan dinilai tidak sesuai target. PT Arkindo kemudian menggugat Pemkot Makassar ke Pengadilan Negeri Makassar terkait pemutusan kontrak tersebut.
Pemkot pun kemudian menempuh sejumlah langkah untuk menyelesaikan persoalan proyek tersebut. Proses itu mencakup menunggu penyelesaian hukum dan mengevaluasi perencanaan sebelumnya.
Dalam perkembangannya, Pemkot Makassar menyiapkan anggaran terakhir lebih dari Rp40 miliar untuk melanjutkan revitalisasi Karebosi melalui APBD 2026. Namun hingga kini, pengerjaan fisik belum kembali dimulai.
3. Munafri sebut ada persoalan hukum yang harus diselesaikan

Kondisi Lapangan Karebosi Makassar yang tampak tidak terawat, Senin (31/8/2026). IDN Times/Asrhawi Muin Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan kelanjutan revitalisasi Karebosi sebenarnya telah masuk dalam penganggaran. Namun, pemerintah masih harus menyelesaikan persoalan hukum yang berkaitan dengan proyek sebelumnya.
"Kalau Karebosi ini, kan sebenarnya sudah dianggarkan tahun ini. Tapi ada persoalan hukum yang harus diselesaikan lalu ini berproses di dalam persoalan ranah hukumnya untuk memastikan bahwa ini bisa dilanjutkan," kata Munafri saat ditemui di Swiss-Belhotel Makassar, Senin (31/8/2026).
Menurutnya, proyek tersebut telah mengalami putus kontrak. Karena itu, pemerintah perlu menangani persoalan tersebut secara hati-hati sebelum melanjutkan pembangunan.
"Dan ini putus kontrak. Secara detail, ini akan kita lanjutkan dan kami meyakinkan bahwa Karebosi tidak akan mungkin kita telantarkan," katanya.
Sebelumnya, proyek revitalisasi Karebosi juga telah diaudit oleh BPKP. Hasil audit tersebut menjadi salah satu dasar bagi Pemkot Makassar untuk mereviu dan menyesuaikan desain proyek sebelum revitalisasi dilanjutkan.
4. Pemkot akan buat perencanaan ulang

Kondisi Lapangan Karebosi Makassar yang tampak tidak terawat, Senin (31/8/2026). IDN Times/Asrhawi Muin Munafri mengatakan waktu yang tersisa pada 2026 tidak cukup untuk kembali memulai pengerjaan fisik. Karena itu, Pemkot Makassar akan menyusun kembali perencanaan proyek sebelum pembangunan dilanjutkan.
"Nah, apa yang harus kita lakukan adalah membuat perencanaan ulang dari proses ini karena waktu sekarang tidak cukup, insyaallah tahun depan kita mulai pembenahan yang ada di lapangan Karebosi," katanya.
Artinya, meski telah dianggarkan pada 2026, revitalisasi Karebosi belum akan kembali dikerjakan secara fisik tahun ini. Pemkot menargetkan pembenahan dilanjutkan pada 2027 setelah tahapan perencanaan dan persoalan hukum diselesaikan.
5. Munafri bantah Karebosi dipenuhi sampah

Kondisi Lapangan Karebosi Makassar yang tampak tidak terawat, Senin (31/8/2026). IDN Times/Asrhawi Muin Selain kondisi vegetasi yang tumbuh tinggi, kebersihan Lapangan Karebosi juga menjadi sorotan. Kondisi tersebut makin mencuat setelah sejumlah video yang memperlihatkan kawasan Karebosi beredar di media sosial.
Namun, Munafri membantah bahwa kawasan tersebut tidak memiliki pengelolaan sampah. Dia mengatakan Karebosi memiliki sistem pengelolaan sampah terintegrasi.
"Tidak ada sampah di sana. Di sana ada pengelolaan sampah. Di Karebosi ada pengelolaan sampah terintegrasi," kkayanya.
Saat ditanya mengenai adanya sampah yang terlihat dalam video viral, Munafri kembali mempertanyakan lokasi yang dimaksud.
"Di mana Anda lihat sampah di Karebosi? Ada pengelolanya di sana, " katanya.
Munafri menegaskan pengelolaan sampah di kawasan Karebosi tetap berjalan. Jika masih ditemukan sampah, maka menurutnya, hal itu disebabkan oleh masyarakat yang membuang sampah sembarangan.



















