Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kekeringan di Makassar, Permintaan Air Bersih Tembus 50 Titik

Kota Makassar
Kekeringan di Makassar, Permintaan Air Bersih Tembus 50 Titik
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meninjau langsung distribusi air bersih untuk warga terdampak kekeringan di Jalan Dg Tantu, Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo, Rabu (2/9/2026). (Dok. Humas Pemkot Makassar)
  • Permintaan distribusi air bersih di Makassar mencapai sekitar 50 titik selama musim kemarau, dipicu penurunan tekanan air PDAM bagi pelanggan maupun nonpelanggan.
  • Wali Kota Munafri Arifuddin meninjau distribusi air dan fasilitas SPAM di Tallo hingga Tamalanrea untuk memastikan bantuan menjangkau warga yang mengantre air bersih.
  • Pemkot Makassar mengerahkan anggaran BTT, mobil tangki, optimalisasi SPAM, sumur bor, tandon, serta merencanakan pembangunan 18 SPAM untuk menangani kekeringan berkepanjangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Makassar, IDN Times - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin memantau distribusi air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan, Rabu (2/9/2026). Peninjauan berlangsung di sejumlah wilayah Kecamatan Tallo hingga Tamalanrea.

Munafri melihat langsung proses pendistribusian air bersih yang digelar Pemerintah Kota Makassar melalui sejumlah perangkat daerah. Dia juga mengecek fasilitas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang menjadi salah satu sumber air bagi masyarakat.

"Hari ini kami turun langsung di beberapa titik di Kecamatan Tallo dan Tamalanrea melihat SPAM dan distribusi air kepada warga membutuhakn. Kami turun langsung pastikan bantuan tersalur," kata Munafri.

  1. 1. Permintaan air bersih tembus 50 titik

    IMG-20260902-WA0245.jpg
    Distribusi air bersih untuk warga terdampak kekeringan di Jalan Dg Tantu, Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo, Rabu (2/9/2026). (Dok. Humas Pemkot Makassar)

    Munafri mengatakan kebutuhan air bersih di Kota Makassar terus meningkat selama musim kemarau. BPBD Makassar mencatat permintaan distribusi air telah mencapai sekitar 50 titik.

    "Kebutuhan air terus difasilitasi BPBD sudah turun dan setiap hari ada peningkatan jumlah permintaan. Hari ini sudah menuju ke angka 50-an titik yang membutuhkan air bersih," katanya.

    Menurutnya, kondisi tersebut terjadi seiring menurunnya tekanan air PDAM selama musim kemarau. Pemerintah pun menyiapkan distribusi menggunakan mobil tangki untuk pelanggan maupun nonpelanggan.

  2. 2. Munafri cek antrean warga hingga fasilitas SPAM

    IMG-20260902-WA0239.jpg
    Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meninjau langsung distribusi air bersih untuk warga terdampak kekeringan di Jalan Dg Tantu, Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo, Rabu (2/9/2026). (Dok. Humas Pemkot Makassar)

    Peninjauan dimulai dari Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo. Munafri kemudian mengecek sejumlah lokasi distribusi air dan fasilitas SPAM, termasuk di kawasan Kelurahan Buloa, Kaluku Bodoa, dan Pannampu.

    Dia juga melihat langsung kondisi warga yang mengantre membawa jeriken, galon, dan wadah lainnya untuk mendapatkan air bersih. Dari Kecamatan Tallo, Munafri melanjutkan peninjauan ke Kecamatan Tamalanrea, salah satunya SPAM di Kelurahan Parangloe.

    Munafri mengatakan peninjauan bertujuan memastikan bantuan air benar-benar tersalurkan kepada warga yang membutuhkan. Pemerintah juga tidak hanya mengandalkan distribusi air menggunakan mobil tangki.

    "Saya ingin memastikan penanganan tidak berhenti pada pendistribusian air secara darurat, tetapi juga menyentuh ketersediaan infrastruktur air melalui optimalisasi SPAM," tuturnya.

  3. 3. Pemkot siapkan sumur bor dan tandon

    IMG_20260826_120505.jpg
    Tandon untuk bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan, Rabu (26/8/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

    Selain distribusi air menggunakan mobil tangki dan optimalisasi SPAM, Pemkot menyiapkan sumber air alternatif melalui pembangunan sumur bor konvensional. Munafri mengatakan pembangunan sumur bor melibatkan tokoh masyarakat untuk mempercepat penyediaan sumber air di kawasan yang membutuhkan.

    Pemkot juga menyiapkan tandon sebagai tempat penampungan air. Keberadaan tandon dinilai penting agar distribusi air tidak terpusat pada satu lokasi.

    "Kita akan melakukan intervensi melalui tokoh-tokoh masyarakat dengan membangun sumur bor yang lebih cepat, sumur bor konvensional, untuk segera memberikan pola penyaluran air dan tempat-tempat penampungan seperti tandon," katanya.

    Menurut Munafri, Pemkot juga merencanakan pembangunan 18 SPAM pada tahun ini. Sejumlah titik saat ini masih dalam proses pengerjaan, termasuk tahap pengeboran untuk mencari sumber air.

    "Kontraknya tiga bulan, sudah berjalan satu bulan. Jadi tidak lebih dari dua bulan sudah terbangun lagi SPAM yang dalam proses pengerjaan sekarang ini," katanya.

  4. 4.  BTT sudah digunakan untuk tangani kekeringan

    Ilustrasi anggaran. (IDN Times/Arief Rahmat)
    Ilustrasi anggaran. (IDN Times/Arief Rahmat)

    Munafri mengatakan Pemkot telah menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mendukung penanganan kekeringan. Penggunaan BTT diterapkan setelah kondisi kekeringan berkepanjangan mendorong pemerintah menetapkan status tanggap darurat bencana kekeringan.

    "Sudah, BTT-nya ini sudah jalan karena kita sudah masuk ke dalam wilayah tanggap darurat karena musim kering ini sangat panjang," tegasnya.

    Dia mengatakan penanganan kekeringan akan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki pemerintah. Distribusi air bersih, SPAM, sumur bor, hingga tandon disiapkan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More